
setelah mengantar kedua orang tuanya ke bandara Kevin yang sudah tidak bisa menahan rindunya berniat segera menemui Diandra di apartemen.
" sayang ," panggil Kevin saat membuka pintu apartemen dia segera melangkah masuk.
setelah berada di dalam tidak menemukan sosok yang dia cari Kevin segera melangkah menuju ke kamar karena dia berpikir Diandra masih tidur .
" sayang ," panggil Kevin kembali saat membuka pintu kamar namun sayang dia tidak menemukan Diandra .
Kevin merasa heran mengingat hari ini libur kuliah tetapi Diandra tida berada di apartemen , dengan sedikit kesal Kevin keluar kamar menuju sopa . tanpa pikir panjang dia segera menghubungi Diandra tetapi ponselnya tidak aktif .
" kamu kemana sih , sampai handphone kamu matiin ," kesal Kevin .
namun saat bersamaan pintu apartemen terbuka , Diandra yang pergi bersama Ifan baru saja kembali begitu kaget melihat Kevin sudah berada di apartemen sedangkan Kevin yang duduk di sopa segera beranjak dan berjalan ke arah Diandra .
" kamu dari mana ? " Kevin langsung menanyakan dari mana saja Diandra .
" aku habis beli ini ," Diandra segera menunjukan sekantong belanjaan yang dia bawa . " harusnya aku yang nanya kaya gitu sama kamu ," sambung Diandra sambil berjalan melewati Kevin .
" Memang aku kenapa ? " Kevin yang bingung karena Diandra membalikan pertanyaan itu kepada dirinya .
"kamu kemarin kemana aja ? aku coba hubungi kamu beberapa kali namun tidak bisa ," ucap Diandra sambil membalik badannya menghadap ke arah Kevin .
" aku udah bilang kan aku pulang , kemarin aku gak sempet pegang handphone ," bohong kevin. sebenarnya dia tidak menghubungi Diandra karena takut jika mami dan papinya tau tentang hubungan mereka karena Kevin belum siap memberi tahu kedua orang tuanya .
" kamu yakin gak sedang bohongin aku ," tanya Diandra entah mengapa dia merasa tidak yakin dengan perkataan Kevin .
" ngapain aku bohong ," jawab Kevin menyakinkan Diandra .
Diandra merasa lega entah mengapa Diandra takut jika Kevin membohonginya , sedangkan Kevin memerhatikan penampilan Diandra dari atas sampai bawa hingga membuatnya curiga .
" kamu belum jawab pertanyaan aku ," tanya Kevin .
" pertanyaan yang mana ? ," ucap Diandra sambil merapihkan belanjaan yang dia beli tadi saat pergi bersama Ifan .
" kamu dari mana ? " tanya Kevin sambil memeluk Diandra dari belakang .
__ADS_1
" aku habis belanja ," bohong Diandra .
" lain kali kalau keluar jangan berdandan cantik seperti ini , karena aku tidak mau kalau kamu dipandang pria lain ," ucap Kevin sambil menaruh dagunya di bahu Diandra .
Diandra hanya mengagukan kepalanya , karena dia tidak tau kalau Kevin akan datang makanya dia memutuskan untuk pergi dengan Ifan .
keduanya yang sedang di mabuk cinta kembali mengulang penyatuan antara mereka berdua hingga siang itu kamar menjadi saksi kedua insan yang terlena karena nafsu sesaat tanpa kedua sadari badai sedang menanti mereka.
Diandra yang mulai terbiasa dengan yang mereka lakukan bahkan hubungan yang sudah seperti suami istri antara keduanya , Diandra tersenyum saat melihat wajah Kevin tepat berada disampingnya sedang tertidur pulang .
" aku tau apa yang kita lakukan salah , tapi entah mengapa aku tidak bisa menolaknya ," batin Diandra sambil memerhatikan setiap inci wajah Kevin yang begitu sempurna .
suara dering ponsel membuat Diandra memalingkan wajahnya ke arah meja , dengan cepat Diandra bangun sambil menutupi badannya dengan selimut , Diandra segera meraih ponsel seketika dia baru ingat bahwa sore ini akan bertemu dengan Tante Wike yang tidak lain ibu dari Ifan .
" ya ampun , kenapa aku lupa . bagaimana ini , " gumam Diandra sambil melirik ke arah Kevin yang masih tertidur .
dia tidak mungkin pergi menemui Tante Wike di saat Kevin bersamanya dengan sangat menyesal akhirnya Diandra segera mengirim pesan kepada Ifan kalau dia tidak bisa datang hari ini , Kevin yang terbangun segera melihat ke arah Diandra yang sibuk dengan ponselnya .
" kamu sedang apa ? " tanya Kevin sambil bangun .
" gak sedang apa- apa ," jawab Diandra dengan sedikit gugup dengan cepat Diandra menaruh ponselnya di atas meja kembali.
****
[ maaf fan , aku tidak bisa bertemu Tante Wike hari ini ] begitu pesan yang dikirim Diandra kepada Ifan .
Ifan yang membaca pesan Diandra sedikit kecewa padahal dia sudah sangat senang saat Diandra setuju saat dirinya mengajak bertemu dengan mamanya .
" kenapa wajah Lo ditekuk begitu ? " tanya Riko sambil mendudukan dirinya di samping Ifan .
" gak kenapa- Napa ," jawab Ifan sambil menaruh ponselnya ke dalam kantong celananya .
" gue denger temen Lo mau datang ," ucap Riko yang di beritahu tantenya tentang itu.
" dia tidak jadi datang ," sahut Ifan dengan Nada sedikit kecewa .
__ADS_1
Riko yang memerhatikan wajah sepupunya itu semakin penasaran siapakah wanita yang selama ini selalu sepupunya ceritakan , sedangkan Ifan bertanya- tanya mengapa Diandra membatalkannya secara tiba- tiba .
" fan , memang beneran Tante sama om beli apartemen disini ," tanya Riko .
" iya , tau tuh buat apa kali ," sahut Ifan yang masih tidak mengerti mengapa orang tuanya ingin sekali membeli apartemen itu .
" ya udah kita kesana yuk ," ajak Riko . tentunya dia ingin tau dimana apartemen yang di beli oleh Tante dan omnya .
" mau ngapain Lo ? jangan bilang Lo mau bawa cewek kesana ," tebak Ifan sambil menaikan alisnya sebelah .
" otak lo mesum , cewek dari mana gue ," Riko menghela napas karena sampai sekarang kedua orang tuanya melarang dia berpacaran .
" jadi Lo masih jomblo ," ejek Ifan sambil terkekeh geli dia tidak menyangka bahwa Riko masih menurut larangan orang tuanya .
" Lo sendiri aja jomblo ," balas Riko sambil tersenyum .
" enak aja , gue gak jomblo tapi belum ." sahut Ifan .
" jomblo mah tetep aja jomblo , apanya yang belum ," Riko menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Ifan .
" liat aja nanti , kalau waktunya tepat gue kenalin sama dia ," sahut Ifan bangga karena memang dirinya sudah berniat untuk menyatakan perasaannya kepada Diandra secepatnya .
" fan , memang Lo satu sekolah juga sama Diandra ? " tanya Riko .
" iya gue satu kelas , bahkan kami sahabatan dari kecil ," sahut Ifan sambil melirik ke arah Riko .
" tapi gue aneh , " celetuk Riko . karena selama ini Diandra tidak pernah sekalipun menyebut nama Ifan di hadapannya . membuatnya sedikit aneh jika memang mereka berteman lama sudah pasti Diandra pernah menyebutkan nama Ifan sesekali tapi ini tidak pernah .
" aneh kenapa ?" tanya Ifan sambil melihat penuh tanya kepada Riko .
" iya aneh aja , kalian temenan lama tapi gak pernah tuh gue denger dia nyebut nama Lo ," ucap Riko sambil meletakan tangannya di dagu.
" kenapa aneh , Memangnya harus dia nyebut nama gue dulu gitu baru Lo percaya kita sahabatan ," jawab Ifan .
" iya gak juga sih ," sahut Riko .
__ADS_1
"udah gue mau ke kamar , " Ifan segera beranjak dari duduknya dan melangkah pergi .
Riko yang melihat Ifan pergi akhirnya menutup mulutnya kembali padahal dia ingin menceritakan bahwa sekarang Diandra sudah punya kekasih .