Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 53


__ADS_3

Andi membantu Kevin memasuk kedalam rumah karena kakinya masih terluka jadi dia kesulitan untuk berjalan sendiri, sesampainya di depan pintu Kevin segera menghentikan langkahnya yang membuat Andi bingung.


"kenapa?" tanya Andi sambil melirik ke arah Kevin.


"Di, gue tinggal ditempat Lo aja iya" pinta Kevin yang sangat malas pulang kerumahnya karena tidak mau kalau nanti malahan berdebat dengan kedua orang tuanya.


"lo, tuh maunya apa sih" kesal Andi sambil lepaskan tubuh Kevin darinya hingga membuat Kevin hampir terjatuh.


"aduh gila Lo" ucap Kevin yang segera berpegangan ke pintu agar tidak jatuh karena kakinya masih terluka hingga susah untuk berdiri.


"Lo yang gila, gue capek-capek nganterin lo balik dan sekarang lo minta buat ketempat gue" jawab Andi yang tidak mempedulikan saat Kevin meringis kesakitan karena ulahnya.


Kevin hanya mendengus kesal apalagi dirinya merasakan sakit di kakinya dan malas untuk berdebat kembali dengan Andi karena pasti Andi tidak akan mau kalah berdebat dengannya sedangkan andi yang merasa tidak tega akhirnya kembali membantu Kevin seraya mengetuk pintu utama.


"tuan muda" ucap wanita paruh baya yang membukakan pintu.


"bibi, jangan berisik" pinta Kevin sambil menaruh jarinya di bibirnya kepada pelayan.


tanpa berkata lagi pelayan itu segera menganggukan kepalanya dan membukakan pintu agar keduanya bisa masuk dengan cepat Andi dan Kevin melangkah masuk sedangkan pelayan yang masih berdiri di dekat pintu menatap bingung melihat keadaan tuan mudanya tanpa berpikir panjang pelayan itu segera menutup pintu dan kembali berjalan ke arah belakang.


"tumben rumah Lo sepi" ucap Andi sambil memerhatikan sekeliling rumah.


"mungkin mereka sibuk" sahut Kevin yang tidak mempedulikan dengan keberadaan kedua orang tuanya.


keduanya pun segera melangkah menaiki tangga Andi bersusah payah membantu Kevin untuk naik ke atas tapi langkah keduanya terhenti saat member seseorang berkata kepada keduanya.


"masa ingat pulang" ucap Heni yang melihat Kevin bersama Andi menaiki tangga.


sontak Andi dan Kevin membalikan tubuh mereka saat mendengar suara itu, seketika pandangan Kevin langsung menatap tidak percaya bahwa maminya ternyata ada dirumah begitu juga Andi yang langsung menelan ludahnya sendiri saat melihat maminya Kevin.


"sore Tante" sapa Andi.

__ADS_1


Heni hanya mengagukan kepalanya mendapatkan sapaan dari Andi karena pandangannya langsung tertuju kepada Kevin yang sebagian tubuhnya di perban sedangkan Kevin sendiri seolah tidak peduli dengan perkataan maminya.


"ayo Di, anterin gue ke kamar" pinta Kevin sambil melirik ke arah Andi.


"tapi Vin" bisik Andi yang merasa tidak enak jika pergi begitu saja kepada maminya Kevin.


"kenapa? Lo gak mau bantuin gue" jawab Kevin dengan sedikit sinis.


Heni yang melihat tingkah anaknya semakin geram karena Kevin sekarang semakin berani kepadanya sedangkan Andi menjadi serba salah karena terlibat di dalam keadaan seperti ini.


"Tante, saya permisi anterin Kevin dulu ke kamar" pamit Andi.


"iya" ujar Heni sambil melangkah pergi meninggalkan keduanya.


selama berjalan menuju kamar Kevin dirinya merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan Kevin dan maminya karena setahu Andi bahwa maminya Kevin itu sangat menyayangi Kevin di sisi lain Kevin pun terus sibuk dengan pemikirannya sendiri mengenai hubungannya dengan Diandra yang tidak di setujui kedua orang tuanya bahkan mereka ingin memisahkan dirinya dan Diandra.


"Vin" panggil Andi yang sudah berada di dalam kamar sahabatnya itu.


"Lo lagi ribut sama Tante iya?" tanya Andi yang memberanikan diri bertanya mengingat kejadian tadi bagaimana Kevin tidak bertegur sapa dengan maminya.


"gak ko, gue cuma lagi ada kesalahpahaman aja sama mami" bohong Kevin sambil memalingkan kembali pandangannya dari Andi.


"tapi bukan karena hubungan Lo sama Diandra kan?" tanya Andi yang masih penasaran.


"bukan, hanya masalah kecil saja" sahut Kevin.


Andi hanya mengagukan kepalanya tanda mengerti tanpa menunggu lama Andi segera berpamitan kepada Kevin karena hari sudah mulai malam setelah mendapatkan persetujuan Andi segera melangkah keluar kamar Kevin dan segera berjalan menuruni tangga.


"mau kemana Di?" tanya Heni sambil berjalan menghampiri Andi.


"aku mau pulang Tante sudah mau malam" sahut Andi dengan sopan.

__ADS_1


"apa boleh kita bicara sebentar? itu juga kalau kamu tidak keberatan" ucap Heni.


"boleh Tan" jawab Andi karena merasa tidak enak jika sampai menolaknya apalagi selama ini Heni sudah banyak membantunya selama dirinya tinggal di sana.


Heni segera mengajak Andi menuju ruang keluarga Andi segera mengekor di belakang Heni sambil bertanya-tanya ada hal apakah yang ingin ditanyakan Heni kepadanya hingga membuatnya sedikit takut.


"ayo duduk" ajak Heni setelah mereka sampai di ruang tamu dengan cepat Andi mendudukan dirinya dengan pikiran yang masih penasaran.


"kenapa Kevin bisa seperti itu" tanya Heni.


"Tante memang tidak tahu" sahut Andi sambil menatap tidak percaya dengan pertanyaan yang barusan dia dengar.


"tidak, justru Tante kaget tadi melihat Kevin seperti itu" sahut Heni. walau dirinya marah kepada Kevin karena berhubungan dengan wanita dari kalangan rendah tetapi Heni tidak bisa membohongi hatinya bahwa dia sangat peduli dengan apa yang terjadi pada anaknya.


"beberapa hari yang lalu, Kevin mengalami kecelakaan untungnya tidak parah tapi mengapa Kevin tidak memberi tahu om dan Tante" ucap Andi yang masih merasa bingung.


Heni terdiam sejenak mendengar penuturan Andi tentunya dia yakin jika kejadian itu terjadi setelah dirinya dan Kevin bertengkar sedangkan Andi masih terus menatap Heni dengan rasa penasaran yang luar biasa apalagi Heni belum menjawab apapun.


"tidak" jawab singkat Heni.


"maaf Tante Andi pikir Tante tau, soalnya setiap Kevin ditanya masalah ini dia selalu bilang Tante dan om sibuk jadi tidak pernah datang ke rumah sakit" sahut Andi yang merasa tidak enak kepada Heni. andai saja dia tau bahwa Kevin tidak memberi tahu kedua orang tuanya pasti Andi akan memberitahu mereka tanpa sepengetahuan Kevin.


"oh iya, apa kamu mengenal gadis yang sekarang menjadi kekasih Kevin?" tanya Heni yang mempunyai kesempatan untuk bertanya tentang sejauh mana hubungan anaknya dan wanita itu.


"Tante sudah tahu" Andi sontak memasang wajah kaget karena ternyata wanita dihadapannya sudah mengetahui hubungan Kevin dan Diandra.


"tentu saja" ucap Heni sambil tersenyum untuk menutupi tujuannya menanyakan tentang hal itu.


"apa Tante marah?" tanya Andi sambil menatap ke arah Heni.


"gak lah, Tante gak marah cuma Tante kecewa saja karena Kevin sudah banyak menutup semua tentang kehidupannya kepada om dan Tante" Heni mengucapkannya sambil menghela napas.

__ADS_1


"mungkin Kevin masih trauma dengan masalalunya Tan, jadi dia belum mau terbuka dengan masalah pribadinya kepada om dan Tante" sahut Andi yang kembali teringat kejadian dua tahun lalu yang menimpa Kevin.


__ADS_2