Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 69


__ADS_3

Sekar yang baru sampai rumah segera mencari sosok suaminya tentu saja dia ingin mengatakan tentang apa yang telah di perbuat oleh keponakannya sedangkan Riko yang berjalan di Belakang mamanya terus berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"papa" teriak sekarang memanggil suaminya.


"mama tenang gak usah teriak- teriak" ucap Riko yang mencoba menenangkan mamanya yang tampak begitu marah.


"kamu diam saja tidak perlu ikut campur" tegas Sekar dengan raut kemarahan di wajahnya.


Riko segera menutup mulutnya apalagi ketiak melihat raut marah di wajah mamanya tentu saja Riko hanya bisa terdiam karena dengan membantahnya sama saja membuat masalah bagi dirinya sendiri.


Miko yang mendengar teriakan dari istrinya segera menghampirinya, " ada apa mama teriak-teriak?"


"papa kita harus bicara ini mengenai Ifan"


"ma, sudah mungkin kita salah paham" Riko mencegah mamanya berbicara kepada papanya karena dia takut jika semua ini hanya salah paham saja.


"Riko mama bilang gak usah ikut campur lebih baik kamu masuk ke kamar" ucap Sekar sambil melirik ke arah anaknya yang sedari tadi terus menahannya untuk tidak berbicara.


"tapi ma-


"Riko masuk ke kamar kamu" potong Miko.


Riko hanya bisa menghela napas mendengar perkataan papanya tanpa menunggu lama dia segera pergi meninggalkan keduanya sekarang di sana hanya tinggal Sekar dan Miko.


Miko segera mengajak sekar untuk duduk sambil meminta sekar untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum menceritakan apa yang terjadi kepada dirinya, Sekar segera menarik napas sambil menenangkan dirinya bahkan dia masih shock jika mengingat kembali bagaiman kejadian di supermarket.


"sekarang mama ceritain ada apa? sampai teriak begitu memanggil papa"


"papa mau tau? kalau mama cerita ini mama sangat yakin papa tidak akan percaya dengan semua yang nama katakan"


"memangnya ada apa? udah mama langsung cerita aja jangan buat Papa bingung"

__ADS_1


"Ifan menghamili Diandra" ucap Sekar sambil menatap suaminya.


"apa mama jangan bercanda! Ifan tidak mungkin melakukan hal itu, papa yakin mama sedang bercanda kan?" ucap Miko yang masih berpikir jika apa yang dikatakan istrinya hanyalah candaan saja.


"papa pikir soal seperti ini mama akan bercanda" tegas Sekar sekaligus mematahkan apa yang dipikirkan suaminya itu hanya bercanda.


sontak Miko mantap manik- manik mata milik istrinya karena dia masih berpikir bahwa yang dia dengar hanyalah candaan istrinya saja tetapi Miko melihat hanya kejujuran yang di liat di mata istrinya hingga membuatnya mematung mendengar hal itu.


begitu juga Sekar yang masih tidak percaya anak sebaik Ifan bisa melakukan hal yang memalukan seperti ini.


"anak itu bener- benar sudah buat keluarga besar kita malu" Miko menaikan nada bicaranya karena dia masih tidak percaya keponakan yang begitu dia sayangi bisa melakukan hal seperti itu.


"kita harus segera menghubungi kedua orang tua Ifan pa dan juga ibunya Diandra" ucap sekar karena dirinya tidak mau jika nanti keluarga kakaknya menjadi bahan cibiran orang di luar sana.


"tapi apa mama sudah yakin dengan semua itu? papa tidak mau jika semua akan menjadi fitnah" sahut Miko yang takut jika istrinya hanya salah paham.


"tidak mungkin pa, Ifan sendiri yang mengatakannya kepada mama" tegas Wina yang menyakinkan suaminya jika apa yang dia ucapkan itu benar.


Miko terdiam dan masih tidak habis pikir mengapa Ifan bisa melakukan itu begitu juga dengan Sekar yang begitu kecewa dengan apa yang di perbuat Ifan.


Ifan yang kembali membeli susu untuk Diandra segera masuk ke dalam apartemennya memang semenjak Diandra di tinggalkan Kevin maka Ifan meminta Diandra tinggal di apartemennya dan dia tinggal bersama Andi.


"Lo kenapa lama sekali?" tanya Andi yang melihat Ifan melangkah masuk.


"tadi sedikit macet" bohong Ifan tentu saja dia tidak mungkin mengatakan apa yang terjadi di hadapan Diandra.


"maafin aku, karena aku kalian jadi repot" ucap Diandra yang merasa bersalah kepada keduanya tentu saja Diandra juga merasa malu karena menjadi beban pria itu.


Ifan hanya melirik sambil tersenyum, " kamu itu ngomong apa?"


"tau tuh, dari tadi dia bicara omong kosong seperti itu" timpal Andi yang menghela napas karena Diandra mengatakannya lagi.

__ADS_1


Ifan segera menghampiri Diandra yang sedang duduk di sopa. "aku minta kamu jangan bicara kata gitu lagi"


"tapi-


"dengar aku sama Andi tidak pernah merasa kamu merepotkan kami sekarang yang terpenting kamu jangan terlalu banyak pikiran nanti akan berpengaruh sama kehamilan kamu" potong Ifan.


Diandra hanya menganggukan kepalanya sedangkan Andi yang mendengar perkataan Ifan tidak menyangka bahwa Ifan sudah berpikiran dewasa seperti itu bahkan dirinya belum berpikir seperti itu.


"ya udah kalau gitu kita ke kampus dulu kalau ada apa-apa hubungi aku" pesan Ifan yang segera membalikan badannya.


"kakak pergi, ingat kalau ada apa-apa kamu hubungi kita" Andi segera beranjak dan menyusul Ifan yang sudah terlebih dahulu pergi.


Diandra yang melihat kepergian Keduanya tersenyum andai saja mereka tidak ada di sampingnya sudah pasti dia tidak tahu apa yang akan terjadi kepada dirinya dan anaknya.


Ifan yang sudah berada di depan pintu apartemen menghentikan langkahnya hingga membuat Andi hampir menabrak punggung Ifan.


"aduh Fan, kalau mau berhenti tuh ngomong dulu" ucap Andi yang merasa kesal karena hampir menabrak tubuh Ifan.


Ifan membalikan badannya sambil melihat ke arah Andi, "Tante dan Riko sudah tahu"


"apa? Lo kalau ngomong yang jelas, mereka tahu apa?" Andi segera menanyakan apa maksud dari perkataan Ifan barusan karena dirinya sama sekali tidak mengerti.


"saat gue membeli susu untuk Diandra, disana gue gak sengaja bertemu dengan Tante gue dan juga Riko dan tanpa sengaja Riko merebut tas belanjaan gue hingga mereka mengetahui apa yang gue beli'"


"Lo jangan becanda Fan"


"apa Lo pikir saat seperti ini gue bercanda"


"terus mereka tanya untuk siapa susu itu lalu Lo jawab apa? apa mereka curiga?"


Ifan segera menaruh jarinya dibibir saat mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari Andi, Andi yang mengerti segera menutup mulutnya karena dia baru sadar masih berada di depan apartemen milik Ifan.

__ADS_1


tanpa menunggu lama Ifan segera mengajak Andi pergi dari sana dan mencari tempat yang nyaman untuk menceritakan semuanya dan mencari jalan keluar dari masalah ini tentunya dia tidak ingin jika sampai Diandra tahu tentang hal ini.


mereka berdua memutuskan berangkat ke kampus dengan satu mobil Ifan yang mengemudi pikirannya begitu kacau karena dia sudah menduga bahwa Tante dan omnya akan memberi tahu kedua orang tuanya sedangkan Andi yang duduk di samping Ifan tahu apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya itu.


__ADS_2