Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 76


__ADS_3

Ifan membantu mengemas barang yang akan mereka bawa pulang, sejak bangun tidur Diandra sudah begitu antusias karena dirinya akan pulang kampung dan bertemu dengan ibunya tentu saja membuat Ifan sangat bahagia karena melihat istrinya yang begitu bahagia.


"apa semuanya sudah beres?" tanya Ifan yang sedang menutup koper.


"sudah, hanya tinggal beberapa barang lagi yang harus aku bawa" Diandra segera menjawabnya seraya menoleh ke arah Ifan.


"apa lagi biar aku yang bereskan" sahut Ifan yang sudah menaruh koper di lantai.


Diandra segera menunjuk ke arah beberapa barang yang akan dia bawa untuk oleh-oleh tentunya Ifan menatap bingung padahal Mereka bisa membelinya di sana namun tidak ingin membuat istrinya bersedih Ifan segera memasukannya kedalam tas.


Diandra yang merasa lelah segera mendudukan dirinya di sofa sambil memerhatikan ifan yang sedang mengemas barang hingga tanpa sadar dirinya mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.


"fan" panggilnya


"Hem kenapa?" jawab singkat Ifan yang masih sibuk memasukan barang kedalam tas.


"apa kamu akan akan meninggalkan aku setelah anak ini lahir?" entah mengapa pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulutnya.


Ifan yang mendengar itu terhenyak kaget bagaimana bisa Diandra wanita yang dinikahi belum lama ini sudah memikirkan tentang perpisahan padahal dirinya sama sekali tidak pernah terbersit dalam pikirannya sekalipun ingin berpisah dengan Diandra.


"kamu bicara apa?" Ifan segera menoleh ke arah Diandra yang tengah duduk di sofa


"aku hanya bicara yang memang seharusnya aku tanyakan sama kamu, bukannya kamu menikahi aku demi menyelamatkan nama baik aku dan agar anak yang ada di dalam kandungan aku mempunyai identitas"


"iya aku memang menikahi kamu alasannya itu tapi sejujurnya aku punya alasan lain kenapa aku mau menikahi kamu tapi biar saja alasan itu hanya aku yang tahu dan masalah tentang perpisahan yang kamu tanyakan aku belum bisa menjawab apapun untuk saat ini dan aku harap kamu bisa memahaminya"


Diandra terdiam mendengar jawaban Ifan dirinya menjadi bingung mendengar Ifan punya alasan lain menikahinya hingga membuatnya penasaran dengan alasan yang Ifan katakan sedangkan Ifan yang kembali merapikan barang kedalam tas begitu sakit saat Diandra membahas soal perpisahan dengan dirinya.


"semua sudah siap, apa kita mau jalan sekarang atau nanti?"

__ADS_1


"sekarang saja apalagi perjalan kita cukup jauh aku tidak mau kalau sampai nanti kita kemalaman di jalan"


"baiklah kalau begitu, kamu siap- siap biar aku masukan barang-barang dulu kedalam mobil"


Diandra segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban tanpa menunggu lama Ifan segera membawa barang bawaan mereka keluar kamar untuk di masukan kedalam mobil.


setelah perjalanan cukup jauh mereka pun sampai di depan halaman rumah sederhana milik Diandra, Ifan segera menepikan mobilnya dan bergegas turun dan segera memutari mobil membukakan pintu untuk istrinya dan dengan cepat Diandra turun dari mobil.


"hati-hati" ucap Ifan yang membantu Diandra turun dari mobil.


"iya"


"kamu masuk duluan, aku ambil barang- barang dulu" titah Ifan yang langsung menutup pintu mobil dan segera berjalan ke arah bagasi mobil.


Diandra yang di minta duluan masih tetap berdiri di samping mobil tentunya dia tidak mungkin meninggalkan Ifan yang kerepotan membawa barang bawaan mereka sedangkan Ifan yang selesai menurunkan barang merasa heran karena Diandra masih berdiri di tempatnya.


dia segera melangkah sambil kedua tangannya membawa dua koper dan berjalan ke arah Diandra yang berdiri di samping mobil sambil melihat ke arahnya.


"belum aku menunggu kamu" jawab Diandra sambil tersenyum kepada Ifan.


Ifan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Diandra walau sebenarnya dia merasa senang karena setidaknya Diandra memperdulikan dirinya dan tanpa menunggu lama mereka segera berjalan ke arah ruang sederhana milik Diandra.


"asalamualaikum" Diandra segera mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


Bu Ningsih yang berada di dapur segera berjalan ke arah pintu saat mendengar ada yang mengetuk pintu dan dengan cepat Bu Ningsih membalas salam seraya membuka pintu seketika matanya membulat saat melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.


"Di, ini kamu nak?" Bu Ningsih tampak tidak percaya bahwa Diandra yang ada di ambang pintu.


"iya ini aku Bu" jawab Diandra dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Bu Ningsih yang begitu bahagia segera melangkah dan memeluk tubuh Diandra karena dirinya begitu sangat merindukannya, Diandra segera membalas pelukan yang ibunya berikan seketika suasana menjadi haru sedangkan Ifan yang berdiri di belakang Diandra begitu terharu melihat pemandangan itu.


"gimana kabar kamu? kenapa kamu tidak memberi tahu ibu kalau kamu akan pulang?" ucap Bu Ningsih seraya melepaskan pelukannya.


"kabar aku baik Bu, gimana kabar ibu? aku bukannya tidak mau memberi tahu ibu karena semuanya tiba- tiba ini semua karena Ifan yang mengajak aku pulang"


"maaf Bu, karena kami tidak memberitahu ibu sebelumnya" timpal Ifan.


"tidak apa-apa nak Ifan, ibu hanya kaget karena tidak menyangka bahwa kalian akan pulang" ucap Bu Ningsih seraya melihat ke arah Ifan.


Bu Ningsih pun akhirnya segera mengajak keduanya untuk masuk kedalam rumah karena dia yakin anak dan menantunya sudah lelah mengingat perjalan cukup jauh dan dengan cepat keduanya melangkah masuk mengikuti langkah kaki Bu Ningsih.


sesampainya di ruang tamu Ifan yang merasa lelah segera mendudukan dirinya begitu juga dengan Diandra yang duduk tepat di samping suaminya hingga pemandangan itu membuat Bu Ningsih bahagia karena menyangka bahwa rumah tangga keduanya bahagia.


"nak Ifan pasti capek biar ibu siapkan dulu air hangat untuk nak Ifan" ucap Bu Ningsih yang langsung beranjak dari duduknya.


"tidak usah Bu, aku nanti mandi pake air dingin saja" tolak Ifan yang tidak enak jika harus merepotkan ibu mertuanya.


"apa nak Ifan yakin?" tanya Bu Ningsih memastikan kembali.


"iya Bu" jawab singkat Ifan.


Diandra menoleh ke arah Ifan tentunya dia kaget mendengar jawaban Ifan karena dia mengenal betul siapa Ifan dan dia juga sangat tahu bahwa Ifan paling tidak bisa mandi dengan air dingin sedangkan Bu Ningsih segera berpamitan untuk menyiapkan makanan untuk keduanya.


"fan, bukannya kamu tidak bisa mandi dengan air dingin" ucap Diandra yang memberanikan diri berbicara setelah ibunya tidak ada di sana.


"kata siapa? aku bisa ko" bohong Ifan.


sebenarnya apa yang dikatakan Diandra itu benar tetapi dia tidak boleh membuat ibu mertuanya kerepotan dengan kebiasannya, Diandra yang tahu Ifan berbohong hanya menatap penuh kebingungan kepada Ifan karena dia masih tidak mengerti mengapa Ifan harus berbohong.

__ADS_1


malam harinya Ifan yang tidak terbiasa mandi dengan air dingin mulai merasakan badannya panas namun dia berusaha bersikap seperti biasa di depan Bu Ningsih serta Diandra tentunya dia akan malu jika karena hal sepele seperti itu dirinya sakit.


__ADS_2