
Diandra yang begitu terpukul menangis menerima kenyataan bahwa sekarang di dalam perutnya ada benih cinta dirinya dan Kevin, ternyata apa yang dia takuti selama ini menjadi kenyataan bagaimana jika ibunya tau.
"kenapa kamu harus hadir sekarang" ucap Diandra sambil memukul perutnya tentunya semuanya hancur apalagi dia belum siap menjadi ibu di saat dirinya belum bisa mewujudkan impiannya.
"apa yang kamu lakukan" ucap Ifan yang berlari dari pintu dan menahan tangan Diandra yang memukul-mukul perutnya.
Andi yang baru masuk menatap tidak percaya bahwa apa yang dikatakan dokter benar adanya seketika dirinya merasa bersalah karena telah membuat Diandra menjadi seperti sekarang.
"aku gak mau anak ini" ucap Diandra saat tangannya di tahan oleh Ifan.
"anak yang kamu kandung tidak berdosa, harusnya kamu membiarkan dia hidup" jawab Ifan dengan tatapan nanar.
"bagaimana jika ibu tau, dia pasti akan marah dan membenci aku" ucap lirih Diandra sambil menangis.
"apa Kevin ayah dari anak itu" tanya Andi sambil berjalan ke arah Diandra.
Diandra langsung memalingkan pandangannya ke arah Andi saat mendengar pertanyaan dari pria yang sudah dia anggapnya kakak sendiri.
Diandra hanya mengaguk.
Ifan langsung melepaskan tangannya saat melihat Diandra mengagungkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Andi seketika hatinya hancur berkeping-keping mengetahui kenyataan itu bagaimana tidak wanita yang berusaha dia lupakan sekarang mengandung anak pria lain.
tanpa berkata apapun Ifan beranjak dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu Diandra yang masih menangis hanya menatap kepergian Ifan sedangkan Andi segera menahan Ifan keluar dengan menyentuh bahunya.
"Lo mau kemana?" tanya Andi sambil melirik ke arah Ifan dia bisa melihat jelas kesedihan di wajah pria itu.
"gue tunggu di luar" ujar Ifan sambil menepis tangan Andi dan kembali berjalan menuju pintu.
Andi membalikan badannya menatap kepergian Ifan tentunya Andi mengerti apa yang di rasakan Ifan, Diandra yang begitu hancur hanya bisa menangis sambil meratapi keadaannya sekarang ditambah dia tidak tau Kevin pergi kemana.
"kamu gak perlu menangis semua sudah terjadi" ucap Andi sambil memalingkan pandangannya ke arah Diandra.
__ADS_1
jujur dia sangat kecewa kepada wanita dihadapannya karena begitu mudahnya menyerahkan dirinya kepada lelaki yang belum lama di kenalnya walaupun Kevin sahabatnya dan dirinya yang membuat keduanya bersama tapi Andi tidak pernah menyangka bahwa hubungan keduanya sangat jauh bahkan sekarang telah membuahkan benih dalam perut Diandra.
"aku harus gimana sekarang ka" ucap lirih Diandra sambil melihat ke arah Andi.
"sekarang kamu tenang" sahut Andi sambil berjalan ke arah Diandra yang terisak di atas ranjang.
"aku telah mengecewakan ibu ka"
"semua sudah terjadi Di, pasti setiap orang tua akan kecewa jika mengetahui hal ini marah sekalipun itu sudah wajar tapi kamu harus yakin bahwa ibu akan memaafkan kesalahan yang telah kamu lakukan" ucap Andi berusaha menenangkan Diandra yang terus menangis.
"aku gak mau anak ini ka" Diandra kembali mencoba memukul perutnya.
dengan sigap Andi menahan tangan Diandra sebelum menyentuh perutnya Diandra menatap dengan berurai air mata saat Andi menahan tangannya sedangkan Andi menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa Diandra tidak boleh melakukan itu.
"lepas ka, aku gak mau dia ada diperut aku" pinta Diandra sambil berusaha melepaskan tangannya dari Andi.
"cukup Diandra" teriak Andi.
"aku mohon ka, lepasin aku" Diandra memohon kembali agar Andi melepaskan tangannya.
"kakak akan lepasin tapi kamu janji jangan berbuat hal seperti tadi lagi" ucap Andi.
Diandra segera mengangguk sebagai jawaban Andi dengan lembut melepaskan tangan Diandra yang sedari tadi ditahannya karena ingin menyakiti janin yang ada di dalam perutnya. Diandra bener- benar bingung apa yang harus dia lakukan sekarang bahkan dalam mimpi pun dia berpikir akan mengandung di saat dirinya belum menikah.
Andi segera memeluk tubuh wanita dihadapannya Diandra terus menangis dalam pelukan Andi sedangkan Andi membiarkan Diandra meluapkan semua kesedihannya di sisi lain Andi merasa begitu marah karena Kevin beraninya merusak hidup Diandra.
"sekarang kita akan ke rumah Kevin" ucap Andi setelah Diandra tenang.
"apa Kevin mau bertanggung jawab ka?" Diandra merasa ragu jika Kevin akan bertanggung jawab atas kehamilannya.
"tentu saja dia harus bertanggung jawab untuk menikahi kamu dan kakak pastikan itu terjadi" ucap Andi sambil menghapus air mata Diandra dengan lembut.
__ADS_1
sedangkan diluar ruangan Ifan tertunduk lesu dia tidak pernah menyangka wanita yang begitu cintai kini telah berbadan dua bahkan dia tidak menyangka bahwa Diandra yang polos justru membuatnya begitu mudah masuk kedalam perangkap cinta buta yang Kevin berikan.
"fan, ayo" ajak Andi sambil menepuk pundak Ifan.
seketika lamunan Ifan Buyar saat mendengar perkataan Andi dan segera mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah Andi yang berdiri di sampingnya tentunya Diandra pun berada disana tanpa menjawab Ifan segera beranjak dan berjalan terlebih dahulu.
***
Kevin yang sudah menyerah akhirnya menyetujui permintaan kedua orang tuanya untuk meninggalkan Diandra tentunya Kevin sangat terluka tetapi dia tidak mungkin kehilangan kemewahan yang dia nikmati selama ini demi cintanya.
"mami seneng akhirnya kamu sekarang menyadari kekeliruan kamu Vin" ucap Heni sambil memeluk tubuh Kevin.
Kevin hanya terdiam saat maminya mengatakan itu bahkan Kevin tidak membalas pelukan yang di berikan maminya karena dia tidak bisa membohongi dirinya dia sangat mencintai Diandra tetapi dia juga tidak ingin kehilangan kemewahan yang sudah dia rasakan dari kecil.
"selama kamu menuruti semua keinginan kami, papi pastikan kamu tidak akan kehilangan apapun yang sudah menjadi hak kamu" ucap Bima.
"aku punya satu permintaan" sahut Kevin.
seketika Heni langsung melepaskan pelukannya saat menceritakan ucapan yang keluar dari mulut Kevin tentunya dia yang tadinya gembira langsung menatap bingung dengan apa yang barusan dia dengar begitu juga dengan Bima yang menatap Kevin dengan tatapan penuh tanya.
"apa permintaan kamu sayang" tanya Heni.
"aku mau kalian jangan pernah mengganggu Diandra ataupun ibunya selama kalian tidak menganggu mereka aku akan ikuti apapun yang mami dan papi inginkan" ucap Kevin sambil menatap papi dan mami nya bergantian.
"baiklah papi setuju" jawab Bima karena baginya sekarang Kevin sudah kembali lagi kepada mereka jadi tidak sulit memenuhi keinginan anaknya itu.
"tapi ingat mulai sekarang kamu jangan sekali pun coba-coba menemui ataupun berhubungan dengan dia kalau sampai papa atau mami tau kamu tau sendiri akibatnya" ancam Bima dengan penuh penekanan di setiap ucapannya.
"mami yakin Kevin tidak akan melakukan itu Pi" timbal Heni dengan penuh keyakinan. " bukan begitu kan sayang" sambung Heni sambil melihat ke arah Kevin yang berada di hadapannya.
Kevin hanya terdiam mendengarkan perkataan keduanya karena baginya sangat sulit melakukannya tetapi demi menyelamatkan Diandra dan juga kehidupannya maka Kevin hanya bisa menyetujuinya saja.
__ADS_1
mungkin dia egois karena lebih memilih kemewahan dari pada cintanya tetapi Kevin sudah memikirkannya karena dia tidak bisa membayangkan jika dirinya tetap memilih Diandra dan kelak akan hidup sudah bahkan Kevin tidak bisa membayangkannya jika itu terjadi.