Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 44


__ADS_3

Kevin yang sudah bersiap untuk ke kampus segera melangkah keluar kamar namun langkahnya terhenti saat bersamaan papinya keluar kamar, Kevin yang masih ingat Perdebatan semalam bergegas turun terlebih dahulu sedangkan Bima yang melihat sikap Kevin hanya menggelengkan kepalanya.


sampai di lantai bawah Kevin yang malas bertemu depan papinya memutuskan untuk tidak sarapan, dia segera melangkah menuju pintu saat bersamaan Heni yang melihat Kevin hendak pergi tanpa sarapan langsung menyusulnya.


" Vin" panggil Heni.


"ada apa ma" Kevin segera menghentikan langkahnya dan membalik badannya saat mendengar panggilan maminya.


"kamu tidak sarapan dulu? mami udah masakin makanan kesukaan kamu" tanya Heni.


"gak mi, nanti aku sarapan di kampus aja" jawab Kevin tentunya dia tidak ingin jika nanti berdebat lagi dengan papinya.


"padahal mami udah bikin makanan kesukaan kamu" sahut Heni yang merasa sedih karena Kevin tidak sarapan pagi ini.


"mami tenang aja nanti pulang dari kampus aku pasti makan masakan mami" jawab Kevin .


Heni segera mengagungkan kepalanya karena memaksa Kevin pun tidak akan merubah keputusannya tanpa menunggu lama Kevin segera berpamitan kepada maminya dan melangkah pergi.


dari kejauhan Bima yang melihat kepergian Kevin segera meraih ponselnya dan dengan cepat menghubungi seseorang, Heni segera membalikan badannya setelah melihat Kevin sudah berangkat dan kembali berjalan menuju ruang makan.


"apa dia sudah pergi" tanya Bima sambil memasukan ponselnya ke dalam kantong celana.


"sudah Pi" sahut Heni." bagaimana apa papi sudah menyuruh orang untuk mengikuti Kevin" sambung Heni.


"sudah mami tenang saja, papi sudah suruh orang papi mengikuti kemana pun Kevin pergi" jawab Bima sambil mendudukan dirinya di kursi.


"apa nanti Kevin tidak akan tahu Pi" Heni merasa khawatir jika Kevin mengetahuinya maka semuanya akan berantakan.


"papi jamin anak itu tidak akan tahu, apalagi papi sudah menyuruh orang kepercayaan papi" jawab Bima yang mengerti apa di khawatirkan istrinya.


Heni merasa lega mendengarkan jawaban suaminya tentunya dia meminta suaminya melakukan itu semata- mata agar anak satu-satunya itu tidak membuat kesalahan yang sama seperti dulu.

__ADS_1


#


sampai di apartemen Kevin sedikit ragu untuk membuka pintu apalagi jika teringat pertengkaran antara dirinya dan Diandra membuatnya sangat begitu marah akhirnya Kevin mengurungkan niatnya dia segera membalik badan saat bersamaan pintu apartemen terbuka.


Diandra kaget melihat Kevin berada di depan pintu begitu juga dengan Kevin yang sedikit kaget saat pintu dibuka dia segera membalikan badan hingga tanpa sengaja keduanya saling bertatap. pandangan mata Kevin segera tertuju ke arah kening Diandra bekas luka.


"kening kamu kenapa?" tanya Kevin memecah keheningan antara mereka.


"apa peduli kamu" jawab Diandra sambil melangkah keluar seraya mengunci pintu apartemen.


"aku tanya kenapa? apa susahnya kamu menjawab pertanyaan aku" sahut Kevin sambil menarik lengan Diandra.


"lepas Vin sakit" ucap Diandra saat lengannya di cengkram oleh Kevin.


"maaf aku tidak bermaksud kasar" jawab Kevin yang sadar karena dia mencengkram lengan Diandra.


dia segera melepaskan tangannya dari lengan Diandra sedangkan Diandra segera menyentuh lengannya yang sedikit sakit akibat cengkraman tangan Kevin, Kevin yang masih berdiri merasa bersalah karena melihat Diandra yang kesakitan akibat ulahnya.


"ini tidak sakit" jawab Diandra yang menatap menatap dingin ke arah Kevin yang berdiri di hadapannya.


Kevin hanya menghela napas melihat penolakan yang diberikan Diandra kepadanya tetapi dia sadar mungkin karena dia sudah keterlaluan sedangkan Diandra yang masih merasakan hatinya begitu sakit akibat perlakuan kasar Kevin segera melangkah meninggalkan Kevin.


"kamu mau kemana?" lagi- lagi Kevin meraih tangan Diandra.


"mau ke kampus" jawab Diandra singkat.


"ayo kita berangkat bareng" ucap Kevin yang masih memegang tangan Diandra tapi kali ini dia melakukannya dengan lembut.


"tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri" tolak Diandra sambil berusaha melepaskan tangannya dari tangan Kevin.


Kevin yang kembali tersulut emosi berusaha menahannya karena dia tidak ingin sampai mereka ribut kembali sedangkan Diandra masih berusaha melepaskan tangannya justru sekarang ditarik oleh Kevin hingga membuat Diandra mengikuti langkah kaki Kevin.

__ADS_1


"Vin, lepas aku bisa berangkat sendiri" ucap Diandra yang tangannya masih ditarik oleh Kevin.


sedangkan Kevin yang berjalan sambil menarik tangan Diandra tidak mempedulikan ucapan Diandra, hingga keduanya sampai di parkiran apartemen Kevin yang masih diam membisu segera membuka pintu mobil dan dengan sedikit kasar memaksa Diandra masuk kedalam mobil setelah memastikan Diandra sudah masuk Kevin segera masuk dan mendudukan dirinya di kursi kemudi.


selama perjalan menuju kampus tidak ada pembicaraan antara keduanya Kevin yang sesekali melirik Diandra menyadari jika wanita di sampingnya masih begitu marah padanya sedangkan dia juga kembali marah akibat penolakan yang Diandra lakukan kepadanya.


sampai di kampus Diandra segera membuka pintu mobil dan segera turun tanpa berkata apapun dengan cepet Kevin menyusul Diandra yang turun tanpa berbicara kepadanya.


"Ifan" gumam Diandra sambil mengehentikan langkahnya.


Kevin yang baru turun segara mengikuti arah pandangan mata Diandra seketika Kevin menatap penuh kemarahan karena ternyata Diandra sedang melihat seseorang yang Kevin anggap teman sebelum mengetahui kebenarannya tetapi sekarang baginya Ifan bukan lagi seorang teman melainkan saingannya.


"sayang" ucap Kevin dengan suara sedikit keras sambil berjalan ke arah Diandra tentunya dia sengaja mengeraskan suaranya agar Ifan mendengarnya.


dan dugaan Kevin benar Ifan yang dari kejauhan mendaratnya segera melihat ke arah Kevin dan Diandra seketika ifan memalingkan wajahnya karena hatinya masih terasa sakit bahkan dadanya terasa sesak melihat kebersamaan mereka.


"Rik, ayo masuk" ajak Ifan yang melihat ke arah Riko yang baru turun dari mobil.


"sabar apa fan" sahut Riko yang bermaksud merapihkan penampilannya tetapi saat menyadari Diandra dan Kevin sedang melihat ke arah mereka akhirnya Riko mengerti perkataan Ifan.


tanpa menunggu lama Riko segera mengikuti langkah kaki Ifan yang sudah terlebih dahulu berjalan, Ifan mencoba sekuat tenaga agar bersikap biasa saja dan seolah- olah tidak pernah terjadi apa- apa.


"fan, apa Lo baik- baik saja" tanya Riko yang teringat beberapa saat lalu dia bisa melihat wajah Ifan berubah saat melihat Kevin dan Diandra.


"apa Lo gak bosen nanya gitu Mulu" sahut Ifan sambil melirik ke arah Riko yang berjalan di sampingnya.


"gue hanya khawatir aja fan, apa itu salah" jawab Riko .


"gue baik- baik aja, sekarang Lo udah tenang" sahut Ifan dia berusaha terlihat baik- baik saja karena dia tidak mau memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


Riko yang tau Ifan berbohong hanya menatap penuh rasa tidak tega andai saja Riko tau sejak lama tentang siapa wanita yang di cintai Ifan mungkin saja dia bisa membuat Diandra dan Kevin tidak bersama seperti sekarang .

__ADS_1


__ADS_2