Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 66


__ADS_3

Diandra yang tersadar mulai membuka matanya dia mengira bahwa dirinya sudah tiada tetapi saat menghirup bau obat dia sadar bahwa dirinya masih hidup sedangkan Andi yang sedari tadi menjaga Diandra begitu bahagia karena melihat Diandra mulai sadar.


"alhamdulilah akhirnya kamu sadar juga" Andi begitu bersyukur karena Diandra sudah sadar.


"kenapa kakak membawa aku kesini? harusnya kakak biarkan aku mati" dengan suara lemah Diandra mengatakannya.


"kamu itu bicara apa? kamu jangan bodoh Diandra apa kamu tidak memikirkan bagaimana ibu akan bersedih jika terjadi sesuatu kepada kamu" Andi segera menaikan sedikit suaranya karena tidak suka mendengar Diandra yang berniat ingin mengakhiri hidupnya sendiri.


"lebih baik aku mati ka, daripada harus membuat ibu malu bagaimana nanti aku menjalani semua ini" ucap Diandra di sela tangisannya dia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.


Andi berusaha menenangkan Diandra tentunya dia tau apa yang dirasakannya tetapi Andi juga tidak mau jika sesuatu terjadi padanya bagaimana cara dia menjelaskan kepada ibu Rahma jika sesuatu yang buruk menimpa Diandra sedangkan Diandra meronta sambil menangis hingga membuat Andi segera memanggil dokter dan dokter segera memberikan obat penenang kepadanya.


Andi yang melihat keadaan Diandra yang menyedihkan hatinya begitu sakit dia semakin mengutuk dirinya karena dia tidak bisa menjaga Diandra dan yang lebih bodohnya dia malah membuat Diandra dalam keadaan seperti sekarang.


"sepertinya pasien mengalami trauma berat" dokter segera memberi penjelasan tentang keadaan Diandra kepada Andi.


"lalu apa yang harus saya lakukan dok" ucap Andi yang seketika cemas mendengar penjelasan dari dokter.


"sebisa mungkin buat dia melupakan hal yang membuatnya trauma kalau bisa bawa dia ke lingkungan baru" jawab dokter yang memberikan saran kepada Andi.


"baik dok" jawab Andi sambil melirik ke arah Diandra yang tertidur akibat obat penenang yang diberikan dokter.


"kalau begitu saya permisi, kalau ada apa- apa panggil saya" ujar dokter dan lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


setelah kepergian dokter Andi mendudukkan dirinya kembali di kursi samping Diandra sambil memerhatikan wajah gadis polos yang harus menanggung derita akibat ulah sahabatnya yang brengsek itu tentunya dia tidak akan pernah memaafkan Kevin sampai kapan pun.


Ifan yang baru sampai segera melangkah masuk kedalam ruang rawat Diandra sejenak dia terdiam di ambang pintu sambil melihat ke arah wanita yang terbaring di ranjang sedangkan Andi yang menoleh ke arah pintu segera beranjak dari duduknya.


"bagaimana keadaanya?" tanya Ifan sambil melangkah menghampiri Andi.


"dia baru saja tertidur setelah dokter memberinya obat penenang" jelas Andi sambil menatap dengan wajah penuh kesedihan dan kecemasan.


mendengar penjelasan Andi tentunya Ifan sudah paham apa yang terjadi kepada Diandra tanpa menjawab apapun dia segera menarik kursi dan duduk di samping Diandra yang terbaring lemah dengan lembut Ifan meraih tangan milik Diandra dan langsung di genggamnya.


"kamu harus kuat, aku akan selalu ada di samping kamu" ucap Ifan sambil melihat ke arah Diandra.


Andi yang melihat begitu ketulusan pada diri Ifan segera menepuk bahunya sahabatnya itu sedangkan Ifan masih menatap penuh arti kepada Diandra dia berharap bahwa Diandra bisa berlapang dada menerima semuanya karena semua sudah terjadi.


"iya" jawab singkat Ifan sambil menoleh ke arah Andi.


"lalu apa dia akan bertanggung jawab?" tanya Andi yang berharap jika Kevin masih mempunyai hati dan mau bertanggung jawab dengan apa yang telah dia buat.


Ifan segera menggelengkan kepalanya.


Andi segera mengepalkan tangannya ternyata dugaan dia salah dengan kilat kemarahan Andi segera membalik badannya tentunya dirinya harus membuat Kevin bertanggung jawab apalagi dia begitu marah melihat keadaan Diandra yang seperti ini.


"jangan membuang waktu Lo" ucap Ifan yang mendengar langkah kaki Andi.

__ADS_1


"tapi dia harus bertanggung jawab" sahut Andi dengan nada penuh kemarahan.


"dia tidak akan mau bertanggung jawab dan jangan Lo sampai merendahkan diri Lo di hadapan orang- orang seperti mereka" jawab Ifan sambil melirik sekilas kepada Andi yang sudah berdiri agak jauh darinya.


"gue tidak peduli jika gue harus memohon asalkan Kevin mau bertanggung jawab kepada Diandra" tegas Andi karena baginya sekarang adalah Diandra tidak penting jika dirinya harus bersimpuh sekalipun asal Kevin dan keluarganya mau bertanggung jawab.


Ifan segera beranjak dari duduknya dan membalikan badan ke arah Andi yang berdiri membelakangi dirinya, dia sangat tau apa yang dirasakan Andi apalagi dia tahu bahwa pria yang berdiri darinya sudah mengaggap Diandra seperti adiknya sendiri sudah pasti dia akan hancur melihat wanita yang sudah di anggap adiknya terbaring tak berdaya akibat perbuatan sahabatnya sendiri.


"gue yang akan menikahi Diandra" tanpa berpikir panjang lagi Ifan segera mengucapkan itu kepada Andi.


seketika membuat Andi shock dan segera membalikan badan menghadap ke arah Ifan dia sungguh tidak percaya apa yang telah dia dengan apalagi dia tahu bahwa itu tidak semudah yang Ifan ucapkan bagaimana mungkin Ifan menikahi Diandra bagaimana pandangan orang- orang diluar sana dan tanggapan keluarga besar Ifan jika mereka tahu Ifan menikahi Diandra karena telah berbadan dua.


"apa Lo gila?" tanya Andi yang tidak habis pikir dengan apa yang di ucapkan Ifan kepadanya.


"gue serius, gue akan menikahi Diandra dan gue akan menjaga dia dan anak yang ada dalam kandungannya" ucap Ifan dengan wajah serius.


"apa Lo sudah pikirkan baik- baik? bagaimana menjelaskan kepada keluarga Lo karena tiba-tiba menikahi Diandra dan bagaimana jika mereka tahu Lo menikahi Diandra yang sedang mengandung anak orang lain?" tanya Andi. tentunya Andi berpikir bahwa apa yang dikatakan Ifan bukan jalan keluar yang terbaik justru akan membuat masalah baru lagi untuk Diandra.


Ifan segera melangkah mendekat ke arah Andi, dia sangat tau apa yang ada dalam pikiran sahabatnya itu tetapi sebelum mengambil keputusan sebesar ini tentu saja dia sudah memikirkannya dan dia sudah tahu harus berbuat apa dan bagaimana cara dia menjelaskan semuanya kepada orang tuanya dan keluarga besarnya.


"Lo tidak perlu khawatir gue sudah memikirkan semuanya jadi gue harap Lo mendukung gue dan gue harap rahasiakan semua ini dari siapapun" pinta Ifan sambil menyakinkan Andi bahwa apa yang dia lakukan demi Diandra dan anak yang ada dalam kandungannya.


"baiklah kalau itu keputusan Lo, gue akan mendukung apapun asal Diandra bahagia dan gue harap jangan pernah Lo menyakitinya jika itu gue orang pertama yang berurusan sama Lo!" Andi memberi peringatan keras kepada Ifan tentunya jika sebelumnya dia tidak bisa berbuat apa-apa tapi kali ini dia akan melakukan apapun demi kebahagian Diandra.

__ADS_1


__ADS_2