Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 90


__ADS_3

Kevin yang terpaksa menerima perjodohan yang di inginkan kedua orang tuanya hanya bisa pasrah karena dia juga tidak mungkin mau kehilangan semua kemewahan yang selama ini dia nikmati.


kedua orang tuanya begitu bahagia saat mengetahui Kevin bersedia menerima perjodohan dari mereka, hingga keduanya segera mempersiapkan acara pertemuan dengan calon besan mereka, Kevin dengan langkah gontai berjalan kearah kamar dengan hati dan pemikiran yang berkecamuk.


"apa gue benar, menerima ini? tapi bagaimana dengan masih Diandra dan anak kami" gumam Kevin seraya membuka pintu kamarnya


di ruang keluarga kedua orang tuanya tersenyum bahagia, Heny tidak berhenti mengucap syukur karena niatnya untuk membuat Kevin menerima perjodohan itu tidak sia-sia.


"papa, dengar kan! Kevin mau kita jodohkan" ucap Heny dengan raut wajah bahagia.


"iya ma, ternyata ancaman mama masih membuat anak itu takut, lagi pula papa yakin anak itu tidak akan mau kehilangan hal warisnya" jawab Bima dengan senyum licik di wajahnya


"lalu kapan papa akan berbicara dengan tuan Miko? mama sudah tidak sabar lagi untuk mempertemukan Kevin dan juga Dita"


"papa sudah membuat janji kita akan ketemu mereka besok malam, mama jangan lupa memberi tahu Kevin tentang hal ini" ucap Bima


"iya pa" jawab singkat Heny


di dalam kamar Kevin merenungi keputusannya, sejenak dia menyesalinya namun semua dia tepi karena dia juga tidak sanggup jika harus kehilangan semuanya hingga terpaksa dia menerima semua itu. namun jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa jika ini jalan satu-satunya agar dia bisa melanjutkan rencananya untuk membuat kedua orang tuanya percaya lagi bahwa dia sudah bisa melupakan Diandra.


**


"nanti siang, ada pelayan yang akan datang untuk bekerja di sini" ucap Ifan


"kenapa kamu tidak mendengarkan aku fan, kan sebelumnya sudah aku tegaskan kamu tidak perlu melakukan itu!" jawab Diandra yang merasa bahwa dia masih bisa melakukan pekerjaannya sendiri


"pokoknya tidak ada penolakan dan iya satu lagi mulai sekarang aku mau kamu hanya pokus sama kehamilan kamu saja, urusan beres-beres dan yang lainnya biar pelayan yang melakukannya" jelas Ifan dengan tegas

__ADS_1


Diandra yang mendengar itu hanya bisa pasrah karena dia tidak bisa menolak permintaan Ifan apalagi dia sadar jika sebagai seorang istri dia harus menuruti apa yang dikatakan oleh suaminya, melihat Diandra terdiam Ifan menggagapnya bahwa Diandra setuju dengan apa yang dia katakan.


setalah selesai sarapan Ifan beranjak dari duduknya sambil membawa piring bekas sarapan dirinya, melihat itu Diandra segera menghentikannya.


"fan, kamu simpan saja di situ! biar nanti aku yang bersihin, lebih baik kamu siap-siap. bukanya kamu ada kelas pagi ini" ucap Diandra yang mengingatkan kalau suaminya itu ada kelas pagi ini


"tidak apa-apa, lagian masih keburu ko" jawab Ifan yang langsung berjalan ke arah dapur


Diandra hanya bisa menghela napas karena susah sekali melarang Ifan membuatnya hanya bisa diam melihat tingkah Ifan yang selalu memperlakukannya seperti ini.


siang harinya saat Diandra tengah sibuk mengerjakan tugas kuliahnya tiba-tiba suara bel berbunyi dengan cepat dia beranjak dari duduknya dan segera berjalan ke arah pintu.


saat pintu di buka memperlihatkan wanita paruh baya yang menenteng tas di tangannya langsung tersenyum ke arahnya,"selamat siang nyonya"


"selamat siang mba, apakah mba yang akan bekerja disini?" tanya Diandra sambil memerhatikan wanita di hadapannya


Diandra langsung mengajak wanita itu masuk ke dalam, wanita itu segera mengikuti langkah kaki wanita di hadapannya sambil memerhatikan setiap sudut apartemen yang menurutnya begitu sangat mewah


"mba nanti hanya bantu bersih-bersih saja sama menyiapkan makanan untuk saya dan juga suami saya" Diandra langsung menjelaskan tugas wanita itu


"baik nyonya" jawab wanita itu dengan sangat sopan


mengingat di sana hanya terdapat dua kamar tidur saja jadi Diandra dengan berat hati harus mulai satu kamar dengan Ifan sebenarnya dia merasa canggung namun dirinya tidak punya pilihan lain, Diandra segera mengantarkan wanita itu ke kamar yang tepat berada di samping kamar utama


"ini kamar mba" ucap Diandra sambil membukakan pintu kamar


pelayan itu segera terbelalak bagaimana tidak karena menurutnya kamar itu terlalu mewah untuk dia tempati. " maaf nyonya, tapi kamar ini terlalu besar untuk saya"

__ADS_1


Diandra segera menoleh ke arah pelayan itu sambil tersenyum. "tidak apa-apa mba dan satu lagi jangan panggil saya nyonya, cukup panggil Diandra saja" pinta Diandra yang menurutnya tidak pantas jika dirinya di panggil nyonya


"tapi nyonya, sepertinya tidak sopan jika saya memanggil anda seperti itu!" pelayan itu segera menolak keinginan Diandra karena menurutnya tidak sopan memanggil nyonya nya dengan sebutan nama saja


"baiklah, mbak boleh panggil saya apa saja tetapi jangan memanggil saya nyonya"


pelayan itu segera mengagukan kepalanya walau merasa tidak enak namun wanita di hadapannya bersikeras menolak panggilan itu, Diandra yang tahu mbaknya lelah segera meminta dirinya beristirahat dulu sebelum memulai pekerjaannya.


**


Andi yang sudah mau menyelesaikan kuliahnya merasa senang karena sebentar lagi dia akan lulus tapi tetap saja ada yang membuatnya khawatir apalagi setelah lulus kuliah kedua orang tuanya memintanya melanjutkan perusahan milik keluarganya di kampung membuatnya bingung, karena dengan begitu dia akan jauh dari Diandra tentu saja ada kecemasan dalam hatinya


Riko yang melihat Andi duduk termenung di taman segera menghampirinya, memang semenjak kejadian yang menimpa Diandra keduanya menjadi sahabat walau terkadang keduanya sering berdebat bahkan berselisih namun hal itu justru membuat persahabatan mereka semakin dekat


"Lo ngapain ngelamun disini?" tanya Riko sambil mendudukkan dirinya di samping Andi


Andi menoleh sejenak lalu menghela napas, karena dirinya sama sekali tidak bisa bersantai pasti saja saat itu Riko muncul. " Lo itu apa tidak punya pekerjaan lain?"


"lah memang gue kesini buat bekerja? kan kita disini untuk kuliah" ucap Riko dengan bingung mendengar pertanyaan yang Andi lontarkan


"maksud gue! apa Lo tidak ada kerjaan selain mengganggu gue" jelas Andi yang semakin kesal mendengar jawab yang di berikan Riko


Riko langsung terkekeh geli karena menurutnya dia tidak datang menggagu Andi justru dia berniat menemani Andi yang terlihat murung sebagai teman tentu saja Riko hanya ingin menghibur sahabatnya itu, berbeda dengan Andi yang merasa terganggu karena riko selalu muncul di saat yang tidak tepat


"parah banget Lo! gue datang karena liat Lo melamun makanya gue datang"


"siapa yang melamun? justru gue sedang menyendiri dan semuanya gagal karena lo datang menggagu gue"

__ADS_1


__ADS_2