Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 65


__ADS_3

Ifan yang sudah sampai depan gerbang rumah Kevin segera turun dari mobilnya dengan wajah penuh kemarahan bahkan para penjaga yang berusaha menahannya untuk masuk tidak bisa menghentikan Ifan masuk.


"Kevin keluar" teriak Ifan yang sudah berada di depan pintu.


sedangkan di dalam rumah kedua orang tua Kevin kaget mendengar teriakan itu begitu juga Kevin yang menuruni tangga sama terkejutnya tetapi dia sangat mengenal suara yang berteriak memanggil namanya dengan langkah cepat Kevin menuruni tangga menuju pintu utama begitu juga kedua orang tuanya segera menyusul setelah melihat Kevin berlari.


Kevin membuka pintu dan ternyata dugaannya benar bahwa Ifan lah yang datang sedangkan Ifan yang melihat Kevin dengan mata penuh kilat kemarahan dia segera meraih kerah baju Kevin yang berdiri di ambang pintu.


"pengecut" teriak Ifan dengan penuh kemarahan.


"apa ini cara Lo datang ke rumah orang lain?" ucap Kevin dengan santainya.


Bima dan Heni yang melihat itu menatap tidak percaya berani sekali pria itu bersikap seperti itu kepada anak mereka dan dengan cepat Heni yang marah karena Kevin di perlakukan begitu segera berjalan ke arah keduanya.


"lepaskan anak saya" pinta Heni sambil berusaha melepaskan tangan Ifan dari baju Kevin.


"berani sekali kamu berbuat seperti itu di rumah saya" timpal Bima dengan sombongnya.


Ifan tersenyum mengejek mendengar ucapan keduanya dan tetep mencengkeram kerah baju Kevin sedangkan Kevin membiarkan itu semua karena dia ingin Ifan bisa melampiaskan semua kemarahannya kepada dirinya.


"kalian tidak perlu ikut campur, ini urusan saya dan anak anda" ucap Ifan yang masih menatap tajam ke arah Kevin.


"saya bilang lepaskan" Heni terus berusaha melepaskan tangan Ifan.


Kevin segera mengangkat tangannya ke udara agak kali ini kedua orang tuanya tidak ikut campur urusan antara dirinya dan Ifan seketika Heni melepaskan tangannya dari Ifan dan segera melihat ke arah Bima yang sudah berdiri di belakang Kevin sedangkan Bima yang mengerti tatapan istrinya segera mengagukan kepalanya karena dia yakin bahwa anaknya bisa menyelesaikan semuanya sendiri.

__ADS_1


"apa yang membuat Lo datang kesini?" tanya Kevin yang masih santai.


"Lo masih bertanya! karena perbuatan Lo dan kedua orang tua Lo hampir saja Diandra mengakhiri hidupnya sendiri" jelas Ifan dengan tatapan penuh kemarahan.


bagai disambar petir itu lah yang Kevin rasakan saat ini dia tidak menyangka bahwa atas perbuatanya Diandra sampai mau mengakhiri hidupnya sendiri begitu juga dengan Heni yang tidak menyangka bahwa gadis itu bisa senekat itu sedangkan Bima tersenyum di dalam hati karena dia yakin yang membuat wanita itu ingin bunuh diri pasti karena telah menerima surat yang dia sengaja taruh di apartemen anaknya.


"Lo jangan bercanda?" ucap Kevin yang berusaha tidak mempercayai apa yang dikatakan Ifan padanya.


"Lo bilang becanda! apa Lo sekarang puas menghancurkan hidupnya?" tanya Ifan sambil menatap tidak percaya bahwa pria dihadapannya masih bersikap santai.


"kenapa Lo nyalahin gue? harusnya dia lebih pintar agar tidak jadi gadis gampangan seperti itu" sahut Kevin.


tentu saja jawab yang Kevin lontarkan membuat murka Ifan bagaimana bisa Kevin berkata seperti itu setelah menghancurkan hidup Diandra dan bahkan membuatnya hampir mengakhiri hidupnya sendiri tanpa berkata apapun satu pukulan mendarat di wajah Kevin hingga membuatnya tersungkur ke lantai.


Bima serta Heni menatap tidak percaya dengan yang di lakukan Ifan kepada anak mereka dengan cepat Heni membantu Kevin untuk berdiri sedangkan Bima segera melangkah mendekat ke arah pemuda yang sudah berani memukul anaknya di depan mata kepalanya sendiri.


"kenapa anda marah? itu tidak seberapa dengan penderitaan yang kalian berikan kepada Diandra" ucap Ifan yang merasa tidak bersalah karena telah memukul Kevin bahkan baginya itu tidak ada apa-apanya dengan apa yang Diandra alami saat ini.


sedangkan Kevin yang di bantu maminya segera bangun sambil merasakan rasa sakit di wajahnya akibat pukulan yang di berikan Ifan kepadanya tetapi dia sadar itu tidak sebanding dengan penderitaan yang dia berikan kepada Diandra.


"kamu tidak apa- apa sayang?" tanya Heni dengan wajah panik sambil menyentuh wajah Kevin yang di pukul Ifan.


Kevin hanya mengagukan kepalanya sebagai jawaban.


Ifan yang melihat itu tersenyum sini bagaimana tidak bisa- bisa keluarga itu begitu khawatir dengan anaknya yang hanya terluka sedikit sedangkan di luar sana seorang gadis sedang tidak berdaya akibat ulah anak mereka.

__ADS_1


"Lo harus tanggung jawab Kevin" ucap Ifan dengan nada penuh amarah.


"apa? anak saya tidak akan bertanggung jawab apalagi demi anak yang belum tentu anaknya" tegas Heni yang melihat ke arah Ifan dengan penuh kemarahan.


"lebih baik kamu pergi! sebelum saya suruh penjaga menyeret kamu keluar dari sini" ancam Bima yang masih menahan emosinya.


"saya tidak akan pergi sebelum Kevin bertanggung jawab karena telah menghamili Diandra" jawab Ifan yang masih bersikeras agar Kevin mau bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat.


mendengar itu Kevin segera melepaskan tangan maminya dan berjalan mendekat ke arah Ifan dengan tatapan tidak biasa sedangkan kedua orang tuanya menatap tidak percaya melihat reaksi yang Kevin berikan membuat mereka berpikir bahwa Kevin sudah terhasut dengan ucapan yang Ifan berikan.


"Kevin" cegah Bima yang takut jika anaknya berubah pikiran dan kembali menentang mereka.


"aku bisa selesaikan ini" jawab Kevin sambil melirik sekilas ke arah Bima dan menghentikan langkahnya di depan Ifan.


Ifan menahan emosinya tentunya kalau tidak sudah pasti dia akan membuat Kevin menyesali perbuatannya yang beraninya menyakiti wanita yang begitu berarti dalam hidupnya sedangkan Kevin langsung menatap wajah Ifan dan bisa melihat jelas kemarahan Dimata pria yang kini berada di hadapannya.


"gue tidak akan tanggung jawab dan iya gue juga tidak yakin anak yang dia kandung itu anak gue karena gue bukan orang bodoh dia dekat dengan pria mana pun dan bisa jadi dia hamil anak orang lain dan dia menyalahkan gue setelah tau gue orang kaya" ucap Kevin panjang lebar dan masih dengan memasang wajah datar tanpa ekspresi apapun.


"Kevin jaga bicara Lo" teriak Ifan yang kembali tersulut emosi dengan ucapan yang bahkan dia sangat malu sebagai pria saat mendengarnya.


"jangan teriak di rumah gue dari pada Lo buang- buang waktu Lo disini lebih baik Lo urusin cewek itu dan jangan pernah berani Lo datang kesini" usir Kevin dengan menaikan nada bicaranya.


"tutup mulut Lo atau gue bersumpah akan membuat Lo menyesal seumur hidup Lo" ancam Ifan sambil mencengkram kembali baju Kevin.


"lepasin tangan Lo" Kevin segera menghempaskan tangan Ifan dari bajunya dan segera memanggil pengawal untuk mengusir Ifan dari rumahnya.

__ADS_1


tidak begitu lama dua orang pengawal datang dan segera memegangi tangan Ifan sontak Ifan tidak terima dan meminta keduanya melepaskan dirinya akhirnya keduanya melepaskan Ifan setelah mendapatkan ijin dari bosnya.


"gue akan pergi dari sini tapi ingat baik- baik gue pastikan suatu hari nanti Lo akan menyesalinya seumur hidup Lo" ujar Ifan dengan kilat kemarahan di matanya dan segera merapihkan bajunya dan melangkah pergi dari sana.


__ADS_2