
Diandra begitu terpukul karena Ifan menghindarinya dan mereka seperti orang asing, dia tau bahwa apa yang terjadi karena dirinya yang menyembunyikan tentang kebenaran dari sahabatnya itu.
hubungannya dengan Kevin pun tidak seperti dulu Kevin seolah memberi sedikit batas kepada dirinya tetapi dia tidak terlalu memikirkan karena baginya mungkin kejadian tempo hari membuat Kevin kecewa dan marah padanya bahkan kini Kevin jarang ke apartemen.
Andi yang selama ini memerhatikan semuanya hanya bisa diam karena dirinya tidak berhak ikut campur dalam urusan pribadi Diandra mungkin dia hanya bisa sekedar menasehati Diandra Agar dia tidak semakin jauh melangkah.
"coba kamu bicara baik- baik dengan Ifan" ucap Andi yang sedari tadi mendengarkan curhatan Diandra.
"gimana aku bicara sama dia ka, sedangkan setiap bertemu saja Ifan selalu menghindari aku" jawab Diandra sambil menghela napas.
"nanti kakak coba bantuin" ucap Andi.
"makasih ka, kalau gak ada kakak aku bingung gak tau harus cerita sama siapa" sahut Diandra karena dia tidak tau menceritakan semua ini siapa lagi kalau bukan kepada andi karena hanya Andi orang yang dia percaya saat ini.
Andi segera menganggukan kepalanya di sisi lain dia bingung bagaimana cara mempertemukan Diandra dan juga Ifan apalagi Andi sangat tau jika Kevin mengetahuinya maka akan terjadi kesalahan lagi antara mereka bertiga.
"lalu bagaimana hubungan kamu dengan Kevin?" tanya Andi yang sekarang jarang sekali melihat Kevin bersama dengan Diandra.
"baik- baik aja ka" sahut Diandra sebenarnya dia juga tidak mengerti tentang hubungannya dan Kevin sekarang karena mereka jarang sekali bertemu.
"syukurlah" jawab Andi.
dia sebenarnya merasa sedikit tenang dengan melihat hubungan Kevin dan Diandra yang sudah tidak seperti dulu tetapi entah mengapa Andi merasa ada sesuatu terjadi kepada Diandra karena sering sekali Andi melihat Diandra melamun bahkan bentuk badan Diandra makin hari makin berisi.
#
Kevin terus berpikir bagaimana cara memberi tahu kedua orang tuanya tentang hubungannya dengan Diandra karena tidak mungkin dirinya akan menyembunyikan hubungannya terus menerus.
Diandra yang dari kejauhan melihat Kevin hanya sekilas melihat tanpa berniat untuk menemuinya Diandra kembali berjalan menuju gerbang kampus sedangkan Kevin yang melihat Diandra berjalan segara berlari menghampirinya.
__ADS_1
"kenapa kamu malahan jalan? aku udah nungguin kamu dari tadi" ucap Kevin yang sudah berdiri di hadapan Diandra.
"oh,,kamu nungguin aku" jawab santai Diandra sambil melihat sekilas ke arah Kevin yang berdiri dihadapannya.
"kamu ko jawabnya gitu" sahut Kevin sambil memerhatikan raut wajah Diandra yang begitu datar tanpa ekspresi.
dia sungguh merasa kecewa karena dia pikir Diandra akan senang bertemu dengannya padahal Kevin yang beberapa hari ini begitu sangat merindukan Diandra tetapi agar kedua orangnya tuanya tidak curiga dengan terpaksa Kevin sedikit menjaga jarak dengan Diandra.
"terus aku harus jawab apa?" tanya balik Diandra yang merasa kini Kevin sudah tidak menggagap dirinya penting.
"iya setidaknya kamu tersenyum atau datang menghampiri aku bukan malahan menghindar saat melihat aku" jawab Kevin dengan wajah kecewa.
"memang aku masih penting buat kamu" tanya Diandra sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Kevin.
"tentu saja kamu sangat berarti buat aku, kenapa kamu malahan bertanya seperti itu!" ucap Kevin yang tidak habis pikir Diandra bisa berkata seperti itu.
"kalau memang aku berarti buat kamu, lalu kemana beberapa hari ini bahkan aku telepon pun kamu tidak meresponnya" sahut Diandra sambil menatap tajam Kevin.
"aku punya alasan jadi aku mohon kamu ngerti ini hanya untuk sementara" pinta Kevin kepada Diandra.
"alasan apa hingga kamu berubah seperti ini" tanya Diandra yang menatap tidak percaya jika Kevin memintanya untuk terbiasa tentang keadaan yang terjadi antara mereka berdua.
"aku gak bisa jelasin sekarang, kalau sudah saatnya pasti aku akan jelasin semuanya sama kamu" sahut Kevin.
Diandra segera menatap kedua mata milik Kevin dia mencari kebohongan di mata milik Kevin tetapi dia tidak menemukan kebohongan apapun tetapi dia merasa bingung mengapa Kevin menghindarinya apa karena Ifan hingga akhirnya Kevin bersikap seperti itu Diandra terus bermain dengan pikirannya sendiri sedangkan Kevin yang masih berdiri di hadapan Diandra hanya terdiam sambil memerhatikan wajah cantik Diandra yang begitu membuatnya tergila- gila.
sesampainya di apartemen Diandra masih memasang wajah datarnya sedangkan Kevin yang sedari tadi mencoba membujuknya akhirnya menyerah karena Diandra tetap saja tidak merespon setiap perkataannya.
"sampai kapan kamu akan cuekin aku" tanya Kevin yang menghampiri Diandra di dapur.
__ADS_1
"gimana rasanya gak enak kan" ucap Diandra sambil membalikan badannya.
"ya gak enak, dari tadi aku ngomong malahan gak di anggap aku tau aku salah tapi kamu jangan diemin aku kaya gini" sahut Kevin yang tidak bisa jika Diandra mendiamkannya seperti ini.
"sekarang kamu tau kan gimana rasanya di cuekin, itu juga yang aku rasain beberapa hari ini" ucap Diandra.
"aku minta maaf" sahut Kevin dengan wajah sedikit memohon.
Diandra terdiam tentu saja setiap Kevin memasang wajah seperti itu membuat Dia tidak tega apalagi dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia sama sekali tidak bisa marah begitu lama kepada Kevin sedangkan Kevin masih berdiri sambil menunggu jawaban atas permintaan maafnya.
"aku maafin kamu tapi lain kali jangan gitu lagi" jawab Diandra dengan suara manjanya.
"beneran kamu maafin aku" sahut Kevin langsung gembira saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Diandra.
Diandra hanya mengaguk, Kevin yang begitu bahagia langsung memeluk tubuh Diandra yang beberapa hari ini dia rindukan tentu saja apa yang di lakukan Kevin membuat Diandra kaget tetapi dia juga tidak bisa membohongi dirinya kalau dia pun sangat merindukan aroma khas tubuh Kevin.
"aku sangat merindukan kamu" ucap Kevin yang masih memeluk erat tubuh Diandra.
keduanya pun melepaskan rindu yang selama ini terpendam di hati mereka masing- masing, Kevin segera melepaskan pelukannya dari Diandra dan mereka saling bertatapan entah mengapa Kevin sangat takut jika dirinya kehilangan Diandra.
"tapi aku gak bisa sering- sering datang kesini" ucap Kevin.
"kenapa? kamu bilang tadi gak akan ngilangin lagi" sahut Diandra sambil mengerucutkan bibirnya.
"tuh kan marah lagi" ucap Kevin yang masih memerhatikan wajah Diandra yang sekarang memasang wajah kesal lagi.
"kamu-nya bikin aku kesel Mulu" jawab Diandra.
"biar suka bikin kamu kesel tapi ngangenin kan" goda Kevin sambil tersenyum. karena dia sangat suka jika menggoda Diandra.
__ADS_1
"pede" jawab Diandra.
Kevin hanya terkekeh geli melihat tingkah Diandra yang membuatnya semakin gemas dibuatnya.