
Ifan yang sudah berusaha melupakan Diandra namun tetap saja tidak bisa hingga dia berniat untuk kembali ke luar negeri mungkin dengan cara itu dia bisa melupakan Diandra hingga membuatnya meminta pendapat kepada Riko.
"jangan gila fan" ucap Riko yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran sepupunya itu.
"ini yang terbaik, apa Lo pikir gue baik- baik saja saat melihat Diandra bersama orang lain" sahut Ifan sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"apa Lo pikir dengan Lo pergi bisa merubah semuanya gak fan, justru Lo lari bagaikan pengecut" ejek Riko sambil menatap tidak percaya ke arah Ifan.
Ifan mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah sepupunya karena untuk pertama kalinya Riko berkata seperti orang dewasa mungkin dia pengecut tapi dia tidak bisa menahan rasa sakit saat wanita yang dicintainya tersenyum karena orang lain.
"setidaknya gue bisa melupakan dia" jawab Ifan.
"pikiran Lo terlalu dangkal fan" ucap Riko yang sudah bingung bagaimana cara menasehati sepupunya itu.
"terserah Lo mau bilang apa tapi gue gak bisa terus disini" tegas Ifan yang sudah tidak tahan lagi jika lebih lama berada di dekat Diandra.
"iya memang Lo pria pengecut yang pernah gue jumpai seumur hidup gue" sahut Riko dengan nada kecewa.
sontak perkataan Ifan membuat Ifan tersulut amarah bagaimana bisa sepupunya mengatainya seperti itu padahal dia tidak tau bagaimana perasaannya yang hancur ketika melihat orang yang begitu dia cintai bersama orang lain.
"jaga bicara Lo Riko" teriak Ifan sambil beranjak dari duduknya dengan kilat kemarahan dimatanya.
"gue mengatakan yang sebenarnya, Lo memang pria pengecut yang berpikiran sempit dan iya satu lagi Lo itu tidak pernah benar- benar mencintai Diandra" ucap Riko.
Ifan segera berjalan kearah Riko dirinya sudah tidak bisa lagi membendung emosi dalam dirinya, Riko yang melihat Ifan berjalan ke arahnya hanya terdiam di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun. Ifan segera menghentikan langkahnya sambil mengangkat tangannya hendak memukul Riko membuat Riko akhirnya melangkah mendekat ke arah Ifan yang hendak memukulnya.
"pukul gue fan, jika itu bisa membuat Lo sadar" tantang Riko sambil mendekatkan wajahnya ke arah Ifan.
"ah..." Ifan menjatuhkan tangannya yang melayang di udara dia segera mengacak rambutnya meluapkan semua kemarahannya pada dirinya sendiri.
"kenapa Lo berhenti" tanya Riko saat melihat Ifan tidak jadi memukulnya.
__ADS_1
"diam,,, gue bilang diam" teriak Ifan sambil menatap penuh dengan kemarahan kepada Riko.
andai saja bukan Riko dihadapannya sudah pasti akan Ifan berikan pelajaran agar pria itu menutup mulutnya sedangkan Riko yang melihat Ifan hanya tersenyum getir karena ternyata demi seorang wanita Ifan rela menghancurkan hidupnya sendiri dan kebahagiannya.
Riko kembali berjalan mendekat ke arah Ifan walau bagaimana pun dia sangat menyayangi Ifan tentunya dia tidak tega melihat keadaan sepupunya dalam keadaan terpuruk seperti itu.
"fan, sadar" ucap Riko sambil meraih kedua bahu milik Ifan. " kalau Lo beneran mencintai dia harusnya Lo bisa ikhlasin dia bahagia dengan orang lain" sambung Riko.
"gue gak bisa Ko, setiap kali gue berusaha melupakannya justru membuat rasa cinta gue semakin besar" jawab Ifan untuk pertama kalinya Ifan menetaskan air matanya demi wanita selain mamanya.
"gue tau memang sulit dan tentunya itu menyakitkan tapi gue yakin Lo bisa" Riko memberi semangat kepada Ifan karena dia yakin Ifan bisa melanjutkan hidupnya walaupun tanpa Diandra.
Ifan segera memeluk tubuh Riko, dia tidak tau andai saja Riko tidak berkata demikian mungkin dirinya akan lari dari kenyataan yang ada. Riko yang mendapatkan pelukan dari Ifan segera membalasnya .
****
di ruangan rumah sakit kembali terjadi perdebatan antara Diandra dan juga Kevin sedangkan Andi yang berada diantara mereka hanya mendengarkan perdebatan itu sampai cukup lama Andi pun merasa jengah dengan keduanya.
"kalian itu seperti anak kecil aja" ucap Andi dengan sedikit nada tinggi sambil menatap keduanya bergantian.
" kamu yang kaya anak kecil" balas Kevin yang tentunya merasa Diandra egois karena terus memaksakan kehendaknya.
"diam" teriak Andi. dia sudah tidak peduli jika mereka berada dirumah sakit karena Kevin dan Diandra sudah membuatnya sakit kepala.
Diandra dan Kevin segera menutup mulut mereka masing- masing saat mendengar teriakan Andi tentunya mereka tidak menyangka bahwa Andi yang kalem bisa menyeramkan saat marah.
"gini aja Lo balik ke rumah dan kamu pulang" ucap Andi kepada keduanya. tentunya itu solusi terbaik untuk keduanya dari pada dirinya harus mendengarkan perdebatan mereka terus menerus.
"gak bisa gitu dong" ucap Kevin yang tidak terima dengan solusi yang diberikan Andi.
"jangan membantah, sekarang gue anter Lo pulang" tegas Andi yang perkataannya tidak mau dibantah.
__ADS_1
"sayang" rengek Kevin sambil menyentuh lengan Diandra.
"bener kata ka Andi, kamu harus pulang" jawab Diandra seraya melirik ke arah Kevin.
"aku mau sama kamu, aku gak mau pulang" sahut Kevin sambil melepaskan tangannya dari lengan Diandra seraya mengerucutkan bibirnya Akibat kesal.
Andi melihat sikap Kevin seperti itu hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap tidak percaya sedangkan Diandra merasa sedih tapi jika Kevin pulang bersamanya maka Andi akan tahu bahwa mereka telah tinggal berdua.
"kalau gak gini aja, Lo gak mau balik ke rumah kan? gue antar Lo ke apartemen aja gimana" ucap Andi memberikan tawaran kedua kepada Kevin.
" tidak bisa" jawab keduanya bersamaan.
mendengar itu Andi menaikkan alisnya sambil menatap bingung mendengar penolakan keduanya secara bersamaan sedangkan Diandra dan Kevin bingung karena mereka mengatakannya bersamaan tentu saja akan membuat Andi curiga.
"kenapa tidak bisa?" tanya Andi dengan tatapan mata yang sulit dia artikan.
"maksud gini ka, kalau Kevin tinggal sendiri gak baik jadi mendingan pulang kerumahnya aja" sahut Diandra yang sedikit gugup.
"iya gue pulang aja" jawab Kevin yang mau tidak mau harus setuju karena dia tidak ingin kalau Andi tau.
"gue kirain kenapa" ucap Andi sambil menghela napas.
Diandra serta Kevin bernapas lega karena pria dihadapan mereka tidak curiga dengan jawaban keduanya namun tetap saja Diandra bingung sampai kapan akan menyembunyikan semuanya dari Andi apalagi sekarang masalah baru datang dalam hubungan mereka hingga membuat dia menjadi tambah bingung.
"apa kamu gak apa- apa pulang sendiri?" tanya Andi karena dirinya harus mengantar Kevin jadi tidak bisa mengantarkan Diandra untuk pulang.
"gak apa-apa ka, aku bisa sendiri" sahut Diandra sambil beranjak dari duduknya.
"kamu beneran, gak mau aku antar dulu" ucap Kevin yang melihat Diandra sudah berdiri.
"gimana kamu mau ngantar aku? lengan kamu aja pake gips" jawab Diandra sambil dengan nada mengejek.
__ADS_1
"tau Lo" sahut Andi sambil terkekeh geli mendengar perkataan Kevin.
"ngapain Lo ketawa" kesal Kevin yang ditertawakan oleh Andi.