
merasakan hidupnya sudah hancur apalagi setelah mengetahui bahwa pria yang begitu dia percaya dan cintai bahkan dia meyerahkan semuanya kepada Kevin namun dengan teganya Kevin mencampakkannya begitu saja saat dirinya kini tengah berbadan dua tentu saja dirinya tidak ingin hidup lagi.
Diandra segera berdiri pandangan matanya langsung tertuju kepada pisau yang berada di atas meja dengan langkah gontai dia berjalan mendekat ke arah meja entah apa yang merasuki dirinya hingga berpikir jika dengan mengakhiri hidupnya maka semuanya akan selesai dia tidak akan membuat ibunya malu dan tidak harus merasakan penderitaan lagi.
"maafin aku ibu karena sudah mengecewakan, mungkin dengan cara ini maka ibu tidak akan malu dan aku tidak harus menanggung semua dosa ini" ucap Diandra yang meletakan pisau di pergelangan tangannya dan tanpa berpikir lagi Diandra menyayat pergelangan tangannya.
seketika darah segera mengalir dan pandangannya mulai kabur dan tubuhnya seketika terjatuh ke lantai dengan pergelangan yang mengeluarkan darah.
Andi yang mendapat pesan dari Kevin sudah berada di depan apartemen milik Kevin dirinya sangat marah ketika Kevin mengirimkannya pesan untuk membawa Diandra pergi dari sana setelah mendapatkan semuanya pria itu kini mencampakkan Diandra tentu saja dia akan memberi pelajaran kepada Kevin tetapi setelah dia membawa Diandra ketempat yang aman terlebih dahulu.
dia segera memencet pintu akses apartemen Kevin dan saat pintu terbuka sungguh Andi tidak membayangkan akan melihat pemandangan yang membuat dirinya sangat terkejut bagaimana tidak saat melihat Diandra tergeletak di lantai dengan darah yang begitu banyak di tangannya Andi yang shock segera berlari ke arah Diandra.
"Di, apa yang kamu lakukan?" Andi segera meletakan kepala Diandra di pahanya dan pandangan matanya tertuju kepada tangan Diandra yang mengeluarkan darah.
tanpa pikir panjang Andi segera menaruh kembali kepala Diandra di lantai dan segera beranjak untuk mencari kain untuk membungkus luka di pergelangan tangan Diandra setelah mendapatkannya Andi dengan panik segera membungkus pergelangan Diandra dan tanpa berpikir lagi dia segera mengendong tubuh Diandra untuk di bawa ke rumah sakit.
******
"aku sudah memenuhi keinginan kalian jadi aku harap jangan pernah ganggu Diandra lagi" ucap Kevin kepada kedua orang tuanya.
"baik, tapi jika kamu berani melanggar janji kamu maka jangan salahkan papi jika terjadi sesuatu kepada wanita itu" ancam Bima sambil menatap penuh penekan kepada Kevin.
__ADS_1
"papa tenang saja aku akan memegang janji aku" tegas Kevin sambil mengepalkan tangannya.
"bagus, papa tahu bahwa aku tidak akan rela kehilangan semuanya gara- gara wanita itu" ucap Bima dengan bangga.
"tentu saja pa, anak kita terbiasa hidup mewah tidak mungkin dia memilih hidup susah" timpal Heni dengan wajah penuh kemenangan karena kali ini Kevin tidak bisa menolak apapun ke inginkan mereka.
sebenarnya Kevin ingin sekali membangkang tetapi dirinya sangat takut jika harus kehilangan kemewahan yang selama ini dia miliki tetapi dia juga tidak mau kehilangan Diandra dan ini cara satu-satu agar suatu saat Kevin bisa kembali bersama wanita yang begitu dia cinta setelah mengikuti semua keinginan kedua orang tuanya.
namun tanpa Kevin sadari semua sudah kedua orang tuanya rencanakan dengan matang bahkan mereka sudah bisa menebak jika suatu saat Kevin kembali maka dia pasti akan mencari wanita itu lagi maka dengan kesepakatan keduanya mereka akan menikahkan Kevin dengan salah satu anak kolega mereka.
"ini paspor kamu dan ini untuk keperluan kamu selama di sana" Bima segera menyodorkan paspor berserta kartu kredit untuk Kevin selama dia tinggal disana.
Kevin segera mengambilnya tanpa berkata apapun.
"mama dan papa tenang saja, aku akan mengikuti apapun keinginan kalian" sahut Kevin dengan suara tegas.
tanpa menunggu jawaban kedua orang tuanya Kevin segara melangkah meninggalkan keduanya menuju kamarnya sedangkan Bima dan juga Heni tersenyum karena mereka telah mendapatkan kembali anak mereka.
"apa papa sudah menghubungi Adrian?" tanya Heni.
"sudah ma, mama tenang saja semua sudah papa siapkan bersama Adrian" jawab Bima yang memang sudah berencana untuk menjodohkan Kevin dengan anak sahabatnya itu.
__ADS_1
Heni merasa lega mendengar perkataan suaminya tetapi dia kini merasa gelisah mengingat kembali bahwa wanita itu sedang hamil tentu saja itu akan menjadi ancaman suatu saat nanti dan dia tidak mau sampai itu terjadi. Bima yang melihat ke arah istrinya tentu dia sudah tahu apa yang ada dalam pikiran istrinya dan tentunya dia sudah membereskan semuanya karena tanpa sepengetahuan istrinya serta anaknya dia sudah membuat surat yang ditunjukan kepada wanita itu yang seolah- olah dibuat oleh Kevin.
****
di rumah sakit Andi tertunduk lesu dia sungguh tidak habis pikir mengapa Diandra bisa berpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri, Andi tahu apa yang membuat Diandra berpikir seperti itu tentunya alasan utamanya pasti karena Kevin hingga membuat dirinya menyesali semuanya karena dia juga ikut Andi besar dalam kehancuran yang di rasakan Diandra saat ini.
"bagaimana keadaan Diandra?" Ifan yang baru sampai segera menanyakan keadaan Diandra.
Andi mendongakkan kepalanya melihat ke arah Ifan yang sudah berdiri di hadapannya dan dengan cepat Andi menggelengkan kepalanya karena semenjak tadi dokter pun belum keluar dari dalam jadi dia tidak tahu bagaimana keadaan Diandra.
Ifan yang tahu apa penyebab hingga Diandra nekad melakukan hal itu segera membalik badannya, Andi yang melihatnya segera beranjak dari duduknya karena merasa heran Ifan yang baru saja sampai sudah akan pergi lagi.
"Lo mau kemana?" tanya Andi yang melihat Ifan mulai melangkah.
"gue harus menyelesaikan sesuatu" ujar Ifan sambil melirik sekilas ke arah Andi dan segera melangkah pergi dari sana.
"fan" panggil Andi yang hendak menghentikan Ifan karena Andi tahu kemana Ifan akan pergi.
tetapi Ifan tidak mempedulikan panggilan dari Andi karena sekarang yang penting menemui pria yang sudah membuat Diandra hampir mengakhiri hidupnya sedangkan Andi yang hendak menyusul Ifan mengurungkan niatnya saat dokter keluar ruangan dan mencari keluarga Diandra.
"bagaimana dok? apa adik saya baik- baik saja?" Andi langsung berjalan menghampiri dokter yang berdiri di depan pintu dan langsung menanyakan keadaan Diandra.
__ADS_1
"pasien baik- baik saja untung lukanya tidak terlalu dalam dan tepat waktu di bawa kesini kalau telat bisa berakibat fatal" jelas dokter yang baru selesai menangani Diandra.
Andi merasa lega mendengarnya karena Diandra baik-baik saja karena jika sampai terjadi sesuatu dengan Diandra maka dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.