Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 6


__ADS_3

beberapa waktu pun berlalu kini Diandra sudah lulus dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya , dirinya gembira saat mendapatkan kabar bahwa dia diterima tetapi di sisi lain dia merasakan kesedihan karena harus meninggalkan ibunya seorang diri.


" Bu , apa aku tidak usah melanjutkan kuliah ," tanya Diandra sambil menyandarkan kepalanya di bahu ibunya .


" nak , kamu harus tetap melanjutkan pendidikan kamu , kalau kamu berhenti ibu akan sedih ," jawab Bu Rahma sambil mengelus rambut Diandra .


" tapi Diandra gak mau ninggalin ibu sendirian ," sahut Diandra . karena semenjak kepergian ayahnya hanya ibunya yang selalu ada bersama dirinya maka dari itu rasanya sangat berat bagi Diandra meninggalkan ibunya sendirian .


" sayang dengerin ibu , ibu tidak apa- apa sendirian yang terpenting buat ibu adalah cita- cita kamu ," ucap Bu Rahma .


Diandra segera memeluk erat tubuh ibunya dengan cepat BU Rahma membalas pelukan yang diberikan Diandra keduanya pun larut dalam kesedihan karena harus berpisah untuk waktu yang cukup lama , tetapi Bu Rahma senang karena anaknya bisa melanjutkan pendidikannya setidaknya kelak Diandra akan memiliki masa depan yang lebih baik .


Diandra segera membenarkan posisinya dia teringat bahwa belum memberitahukan tentang berita ini kepada Ifan , Bu Rahma menatap bingung ke arah putrinya .


" Bu , Diandra ijin keluar sebentar ," Diandra langsung meminta ijin kepada ibunya .


" memangnya kamu mau kemana? " tanya bu Rahma .


" aku mau ke rumah Ifan Bu ," sahut Diandra sambil beranjak .


" ya udah , jangan lama- lama ," ucap Bu Rahma .


Diandra segera mengagungkan kepalanya dan segera membalik badannya seraya melangkah menuju pintu , dengan hati berbunga Diandra melangkah ke luar rumah dia segera berjalan menuju rumah Ifan karena jarak yang tidak terlalu jauh , Diandra telah sampai di depan gerbang rumah Ifan dia segera melangkah masuk kedalam .


saat bersamaan Ifan keluar rumah , Diandra yang melihat Ifan segera berlari menghampiri Ifan sedangkan Ifan sedikit kaget dengan kedatangan Diandra yang tidak biasanya , Diandra yang berlari segera menetralkan napasnya setelah berdiri di hadapan Ifan .


" makanya jangan lari - lari ," ucap Ifan yang melihat Diandra sedang menetralkan nafasnya .


Setelah menetralkan napasnya tanpa menjawab perkataan Ifan. Diandra langsung memeluk tubuh Ifan seketika membuat Ifan terpaku di tempatnya karena untuk pertama kalinya Diandra memeluk dirinya , sedangkan Diandra yang sadar segera melepas pelukannya seketika wajahnya memerah karena Sadar telah memeluk Ifan.


" maaf , aku gak sengaja ," ucap Diandra sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang merah merona.

__ADS_1


" gak apa- apa , " sahut Ifan yang masih sedikit kaget dan dengan detak jantung yang tidak karuan.


" fan , aku diterima di universitas yang aku impikan ," ucap Diandra sambil mengangkat kepalanya .


" apa ? kamu serius ? ," Ifan sungguh tidak menyangka bahwa apa yang di impikan Diandra untuk melanjutkan di universitas impiannya terwujud.


" iya dan lusa aku akan berangkat ke kota ," jawab Diandra seketika raut wajahnya berubah sedih .


" Lusa ," sontak Ifan kaget . karena dirinya tidak menyangka bahwa Diandra akan pergi secepat itu.


Diandra mengagungkan kepalanya , seketika Ifan menjadi murung bagaimana tidak dirinya harus rela berpisah dengan gadis yang selama ini dia cinta , tetapi dia sadar bahwa semua itu pasti akan terjadi karena dirinya sadar bahwa mereka tidak akan selalu bersama mengingat bahwa kedua orang tuanya pun telah meminta Ifan melanjutkan kuliahnya di luar negeri . Diandra menatap bingung melihat Ifan yang melamun .


" fan ,,, Ifan ," panggil Diandra sambil melambaikan tangannya didepan wajah Ifan .


" eh ,,,iya kenapa ? " Ipan yang tersadar dari lamunannya .


" ko , malahan melamun ? apa kamu gak seneng ," tanya Diandra sambil memerhatikan raut wajah Ifan .


" kata siapa kita berpisah , bukannya kamu akan kuliah di universitas yang sama ? " Diandra merasa heran dengan perkataan Ifan . kerena mereka telah berjanji untuk selalu bersama bahkan akan kuliah ditempat yang sama .


" aku akan kuliah di Amerika ," sahut Ifan .


Diandra merasa sedih mendengarnya karena selama ini hanya Ifan sahabatnya tetapi kini mereka harus berpisah bahkan entah kapan mereka akan bertemu lagi , Ifan pun merasakan hal yang sama tetapi dia sudah bertekad kelak jika dia sudah menyelesaikan kuliahnya dia akan menyatakan perasaannya kepada Diandra .


" Diandra ," ucap mami Wike .


" assalamualaikum Tante ," jawab Diandra sambil menghampiri wanita yang sebaya dengan ibunya .


" wassalamualaikum salam ," sahut mami Wike . " kenapa diluar ? ayo masuk ," sambung Wike sambil menarik tubuh Diandra dengan cepat Diandra mengikuti langkah wanita di sampingnya.


Ifan hanya menghela napas melihat maminya membawa Diandra masuk , akhirnya Ifan segera mengikuti langkah keduanya sedangkan mami Wike yang senang dengan kedatangan Diandra segera mengajaknya menemui suaminya yang berada di ruang keluarga .

__ADS_1


" papi , liat siapa yang datang ," ucap Wike yang sudah berdiri tidak jauh dari suaminya .


" Diandra ," Edwin langsung bangun ketika melihat Diandra dia segera berjalan ke arah dua wanita yang berbeda usia itu.


" assalamualaikum om ," ucap Diandra sambil mencium tangan Edwin .


" wassalamu'alaikum ," jawab Edwin . dirinya merasa senang dengan kedatangan Diandra . " bagaimana kabar kamu dan ibu kamu ," sambung Edwin.


" alhamdulilah ibu sehat om ," sahut Diandra .


" udah ,nanti aja ngobrolnya sekarang kita makan dulu ," ucap mami Wike .


segera di angguki oleh Edwin , mereka segera menuju ruang makan , awalnya Diandra menolak karena hanya meminta ijin sebentar kepada ibunya tetapi kedua orang tua Ifan berhasil menyakinkan Diandra bahwa ibunya tidak akan keberatan , di sisi lain Ifan yang sudah duduk di samping Diandra hanya memasang wajah murung .


" fan , kamu kenapa ? " mami Wike yang sedari tadi memerhatikan wajah anaknya yang tidak seperti biasanya .


" gak kenapa - napa mi ," sahut Ifan .


Setelah mendengar jawaban anaknya mami Wike segera menyiapkan makanan untuk semua orang dimeja makan itu , mereka mulai menyantap makan malamnya sesekali Diandra melirik ke arah Ifan yang duduk di sampingnya karena dirinya merasa heran Ifan yang biasanya ceria sekarang terlihat berbeda . sedangkan Ifan yang menyadari jika Diandra memperhatikannya berusaha bersikap seperti biasa .


" Di , kamu mau melanjutkan kuliah dimana ? " tanya Edwin sambil melihat ke arah Diandra .


" aku akan kuliah di kota om ," sahut Diandra .


" Pi , gimana kalau Diandra kita kuliahnya bareng Ifan aja ," ucap mami Wike kepada suaminya .


" iya , papi setuju mi ," ucap papi Edwin. " bagaimana kamu setuju Diandra ," sambung Edwin .


" maaf om , Tante bukan Diandra menolak tetapi Diandra tidak bisa menerimanya ," tolak Diandra karena dirinya merasa tidak pantas mendapat kebaikan terus menerus dari keluarga Ifan.


Ifan hanya terdiam mendengarkan pembicaraan ketiganya tanpa mau ikut berbicara , mami serta papi menatap bingung kepada Ifan karena biasanya Ifan selalu antusias jika mendengar apapun tentang yang berkaitan dengan Diandra tetapi kali ini Ifan menunjukan sikap berbeda .

__ADS_1


__ADS_2