Cinta Yang Memudar

Cinta Yang Memudar
cinta yang memudar


__ADS_3

Di sebuah rumah yang sangat sederhana seorang gadistengah menangis pilu karena takdir buruk yang menimpanya,dadanya terasa sesak hingga is take kuasa menahan air mata yang take pernah berhenti mengucur deras dari dua bola mata indahnya. dia dipaksa menikah dengan pria yang tak pernah dia kenal sama sekali dan yang paling membuat hati hancur adalah ibu dan ayahnya sama sekali tidak mau menerima penolakan darinya seolah-olah ia tak ada artinya untuk kedua orang tuanya,dia sadar bahwa selama ini ia hanyalah beban untuk keluarganya ia sangat lah sadar akan hal itu dengan tubuhnya yang besar pasti membuat orang tuanya malu ,ya dia memang seorang gadis yang sangat tak beruntung didunia ini semua menjauhinya ,menghinanya ,membullynya,bahkan ia sering sekali disudutkan ia membenci dirinya sendiri dia jijik dengan tubuhnya yang gendut karna itu semua orang meninggalkannya ,sendirian didalam kejamnya dunia padanya,. dan sekarang dia harus di paksa menikah neraka mana lagi yang akan menghampirinya .


"mulannnn... mulannn buka pintunya ibu dan ayah ingin bicara yang serius denganmu jangan seperti anak kecil, cepat buka pintunya." suara ibu memanggil nyaring di telinga mulan dengan menggedor nggedor pintu dengan sangat keras.


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


mulan hanya bisa menangis menangisi takdir yang begitu kejam menimpanya memporak porandakan hidupnya yang menyedihkan semakin berantakan.


mulan berjalan perlahan membuka pintu akibat gedoran yang semakin keras dia mencoba menahan rasa sesak didadanya akibat perlakuan orang tuanya yang semena -mena padanya.


dengan perlahan pintu mulai terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya menatap nyalang kearahnya.


Plak....


plak...

__ADS_1


suara tamparan begitu nyaring terdengar menggema di pendengaran.


"dasar anak yang tak tau diri!!!" bentakan ibu yang sangat kasar menggetarkan hati mulan yang memegangi pipinya yang panas dan ngilu,menatap nanar kearah ibunya ia tak menyangka akan mendapati perlakuan yang begitu kasar dari wanita yang begitu ia sayangi dan cintai tega menampar dan mengatakan hal sekam itu.


"seharusnya kamu bersyukur bisa menikah dan melepaskan gelar perawan tuamu itu,lebih bersyukur lagi karna calon suamimu orang yang berada jadi kamu tak perlu susah- susah untuk bekerjalagi dengan gaji yang sangat sedikit itu," ibunya berujar meremehkan terhadap putrinya yang tengah menatapnya dengan berurai air mata seolah-olah minta dikasihani.


wanita paruh baya itu hanya mengalihkan pandangan mencoba untuk tak terpengaruh dengan tatapan putrinya yang sangat memilukan begitu menyayat hatinya ,sebisa mungkin tak goyah dengan tatapan itu karna ini semua demi sang putri yang sangat ia sayangi dan kasihi agar terbebas dari hinaan orang orang, ia benci seiap kali orang menggosipi putrinya dengan julukan"perawan tua" kalimat itu slalu terngiang ngiang dikepala wanita paruh baya itu,itu sebabnya ia sangat senang karna seorang pria tua tiba-tiba datang kerumahnya melamar putrinya untuk cucunya dengan mahar yang sangat pantastis,ia dan suaminya begitu terkejut mendengar hal itu,ia pun berunding dengan suaminya dan menyetujui hal itu tanpa menanyakan pendapat mulan telebih dahulu.


"ta...ta..pi bu,mulan tak ingin menikah dengan laki-laki yang mulan sama sekali tak kenal bu... mulan takut...." mulan berkata terbata-bata akibat sesak yang menghimpit dadanya.

__ADS_1


"ibu tak peduli dengan pendapatmu,kamu harus tetap menikah dengan pria itu mau tidak mau kamu harus tetap menikah dengannya." wanita paruh baya itu berkata dengan tegas tanpa mau di bantah keputusannya sudah final tanpa bisa diganggugugat lagi,kemudian berlalu dari hadapan mulan yang tangisnya terdengar semakin memilukan dimalam yang s


__ADS_2