Cinta Yang Memudar

Cinta Yang Memudar
Bab 8


__ADS_3

farhan semakin muak melihat kesedihan yang terpancar jelas di wajah wanita yang barusaja sah menjadi istrinya lebih tepatnya istri yang tak pernah diharapkannya.*cih...dasar wanita munafik bisa bisanya dia menampilkan raut semenjijikkan itu*gumamnya semakin muak dengan istrinya itu,ia semakin benci pada wanita yang berstatus istrinya itu.


Farhan terkesiap melihat kakeknya sudah berada dihadapannya menampilkan senyum hangat padanya yang di salah artikan olehnya ia anggap itu sebagai senyum mengejek pada ketidak berdayaan dirinya,farhan sama sekali tidak membalas senyum itu ia hanya diam dengan wajah datarnya.


"terimakasih cucuku karna sudah menuruti permintaan pria tua ini ,kakek harap kamu bisa bahagia dengan pernikahan ini.." ,"bahagia...hhh, kakek pikir aku bisa bahagia dengan menikahi wanita sepertinya yang ada aku sangat marah dan malu kek aku malu!!!"bentaknya dengan sinis "kecilkan suaramu farhan !! " "cukup kek!! aku capek aku ingin istirahat tolong jangan ganggu aku lagi kek" ujarnya pelan sambil beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


melihat cucu menantunya hanya terdiam sedari tadi kusuma menghampirinya dan mengelus rambutnya dengan lembut dan penuh kasih sayang"apa ada yang mengganggu pikiranmu ,kenapa sedari tadi kau diam saja, kau baik baik sajakan nak"ujarnya lembut"mulan baik baik saja kek,mulan hanya tak menyangka akan menikah secepat ini seolah olah semua ini hanya mimpi bagi mulan kek "ujarnya sendu dengan bibir bergetar yang dipaksakan untuk mengulas senyum tipis dibibir indah itu.


" ini bukan mimpi nak ini kenyataan yang harus kamu hadapi percayalah bahwa tuhan tak pernah tidur ia akan menuntunmu menuju kebahagiaan yang mungkin belum kamu dapatkan sampai sekarang,sekarang kamu susul suami kulkasmu itu luluhkan hatinya dengan ketulusan hatimu kakek percaya kamu pasti bisa"ujarnya lalu tersenyum hangat dan melangkah pergi menyapa tamu undangan yang masih tersisa meninggalkan mulan dengan sejuta kegelisahan dihatinya.


dengan perlahan mulan melangkahkan kakinya ia tersentak melihat pemandangan indah dihadapannya kamar yang sangat indah dan megah semuanya tersusun rapi dengan kasur king size yang ditaburi bunga mawar yang harumnya begitu menyengat sampai keindra penciumannya tiba tiba saja ia menjadi sangat gugup karna ini kali pertamanya harus berbagi kasur dengan seorang pria apalagi pria itu adalah suaminya sosok pria yang sangat tampan dansangat sempurna di matanya.

__ADS_1


matanya membola melihat suaminya dengan santai mengenakan handuk putih sebatas perut menatap sinis kearahnya,melihat itu mulan menjadi salah tingkah dan memilih menundukkan wajahnya.


"cepat mandi dan bersihkan dirimu sebersih bersihnya aku tak mau berbagi udara dengan orang kotor dan berbau keringat,cepat gosok badanmu yang bersih sana!!!!" sentaknya kasar sambil mendorong istrinya dengan keras sampai terjerembab kelantai,lalu tanpa rasa bersalah sedikit pun ia malah melongos begitu saja mengambil tisu basah diatas meja rias lalu melap tangannya yang mendorong istrinya dan membuang bekasnya ke tong sampah dengan ekspresi jijik dan berlalu begitu saja ke arah ruang ganti tanpa sadar ia telah menorehkan luka baru dihati wanita yang baru saja sah menjadi istrinya.


lagi lagi mulan hanya bisa menangis ,menangisi takdir yang seolah olah slalu mempermainkan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2