
Pov kusuma
kusuma berjalan perlahan menuju gadis yang masih terus menangis sesegukan duduk sendirian di pojok rumah sakit yang sepi.
kusuma menepuk bahu gadis itu dengan lembut ,gadis itu tersentak dan buru buru menghapus air matanya dengan kedua tangannya, ia menatap sekilas kearah kusuma lalu kembali menunduk.
"kamu kenapa nak? kenapa kamu menangis sendirian disini?" kusuma bertanya dengan selembut mungkin kearah gadis yang masih terus menangis sesegukan.
" hiks... saya tidak apa apa kek "ucapnya pelan sambil berusaha untuk meredakan tangisnya dengan menggigit bibir bawahnya kuat kuat.
" tidak apa apa bagaimana, kau sampai menagis sesegukan seperti ini,bukannya kakek ingin ikut campur,tapi jika kau butuh teman cerita kakek siap mendengarkan ceritamu jangan di pendam sendiri"ucapnya menenangkan,gadis itu terlihat memaksakan senyum semanis mungkin.
"terimakasih atas kepedulian kakek terhadap saya, tapi saya...hanya merasa sakit hati karna adik saya malu mengakui saya sebagai kakaknya dihadapan teman temannya" terang gadis itu pada akhirnya ia terlihat bernafas lega karna telah menceritaka keluh kesahnya membuat beban hatinya berkurang.
"terus kenaps kamu bisa ada disini ?" mendengar itu ,gadis itu hanya tersenyum hambar.
__ADS_1
"itu...saya ingin menemui dokter kecantikan saya...ingin membeli pil penurun berat badan tapi... tidak jadi kata dokternya saya hanya perlu rutin olahraga dan makan teratur itu sangat sulit bagi saya" ucapnya tersenyum getir.
"kenapa kamu ingin kurus?" gadis itu menatapnya sekilas kemudian tertawa sumbang mendengar pertanyaannya.
"ha..ha.. tentu saja supaya adik saya tidak malu mengakui saya sebagai kakaknya itu salah satu alasannya masih banyak alasan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu" ucapnya tersenyum getir dengan mata yang memancarkan begitu banyak kesedihan.
"kalau boleh tahu ,kakek kok bisa ada di sini kakek sakit?" tanyanya dengan suara lembut yang memancarkan ketulusan dari setiap tutur katanya.
"kalau boleh tahu golongan darah cucu kakek apa,siapa tahu saya bantu" ucapnya antusias.
__ADS_1
"golongan darahnya AB,dan kebetulan golongan darah itu sangat langka,jadi kakek bingung harus bagaimana" ucapnya sendu
"alhamdulillah kebetulan golongan darah saya juga sama,sama cucu kakek,saya bersedia membantu kakek" ucapnya tersenyum tulus.
kusuma benar benar sangat bersyukur mendengar hal itu dan akhirnya cucunya bisa di selamatkan,ketika ia ingin mengucapkan rasa terimakasihnya tapi gadis itu telah pergi tanpa pamit terlebih dahulu padanya.
semenjak hari itu kusuma selalu mencari informasi tentang gadis itu,ia berniat menjodohkan cucunya dengan gadis itu ia berharap bahwa keputusan yang ia ambil dapatmengubah cucunya menjadi sosok pribadi yang lebih baik lagi.
__ADS_1
kusuma memang sudah menduga bahwa farhan cucu satu satunya pewaris seluruh harta ke kayaanya akan menolak mentah mentah perjodohan yang ia rencanakan tetapi bukan kusuma namanya kalau tak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mengancam cucunya tentang harta yang akan diwariskan kepadanya,dia mengancam akan menyumbangkan seluruh harta warisan kepada panti asuhan jika farhan menolak permintaannya untuk menikahi gadis pilihannya,seketika itupun farhan bungkam dengan ancaman itu kedua tangannya mengepal keras giginya gemelatuk menahan amarah kekesalan yang melanda hatinya memporak porandakan hatinya yang bergemuruh menahan dadanya yang sesak karna harus menikahi wanita yang tak dicintainya.