CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
LELAH


__ADS_3

" Meisya..apa kau sudah jadian sama Rama?" tanya Lulu disuatu hari saat jam istirahat


" jadiian apanya? " tanyaku pada Lulu


" ku kira sudah resmi pacaran. kalau gitu sia- sia dong aku membiarkan kalian jalan berdua"


" memangnya dia mencintaiku?" aku malah balik bertanya


" Meisya...Meisyaa kamu gak nyadar apa,,,dengan segala kelakuan Rama selama ini. apa belum cukup membuktikan kalau ia mencintaimu?"


" jika memang dia mencintaiku kenapa ia tak pernah mengatakannya padaku Lu" terdengar lirih ucapanku


" mungkin dia malu Sya" hibur Lulu


" kenapa meski malu Lu? bukankah cinta itu meski diperjuangkan?"


" kau begitu mencintainya" ujar lulu membuat aku malu karna aku tak bisa menyembunyikan apa yang kurasakan pada Rama dihadapan Lulu.

__ADS_1


" kalau kau begitu mencintainya ,, kenapa tak kau sendiri saja yang duluan mengatakannya?"


" masa aku harus bilang duluan. aku kan perempuan . maluuu!!!!. dimana harga diriku lu. mending kalau Rama mencintaiku. gimana kalau ia cuma menganggapku hanya sebatas teman" jelas aku pada Lulu.


" ohhhhh tuhan ternyata jatuh cinta itu Rumiiit" ungkap Lulu


" atauuuu gimana kalau aku tanya dia saja, apa dia ingin menjadi pacar kamu?" ujar Lulu ngasih solusi


" Luluuuu pleassss jangan!!!! aku mohon jangan sampai kau lakukan itu. biarkan saja . mungkin dia tak ingin mengatakannya sekarang. " cegah aku pada Lulu.


" thanks ya sahabatku. terimakasih sudah ada untukku disetiap keadaan. terimakasih sudah mengerti aku. terimakasih sudah mendengarkan segala keluh kesahku" kataku panjang lebar.


" masama,,," jawab Lulu singkat tapi penuh arti.


siang ini,,,rasanya berjalan amat lambat. aku ingin mengakhiri segala aktifitas disekolah. entahlahhh seperti merasa menjenuhkn. hingga bel pulang berbunyi perasaanku tak karuan. aku mencintai Rama tapi dilain sisi aku mulai tak nyaman dengan hubungan diantara kami. yang lain mengira kami adalah pasangan kekasih tapi kenyataannya bukan. ketika aku menjelaskan pada mereka bahwa kita hanya sebatas teman tapi Rama justru tak menyukai penjelasannku pada mereka. kadang seolah serba salah . pernah terbersit di pikiranku untuk menanyakan kejelasan diantara kami menurut sisi pandang Rama tapi aku selalu mengurungkannya.


" Sya..kau itu pacaran sama Rama?" teman sekelasku Bima pernah ikut- ikutan menanyakan hal itu.

__ADS_1


lagi - lagi aku menjelaskan seperti pada yang lain.


" tapi kalau bukan kenapa ya Rama itu selalu bersikap sewot pada orang yang menyukai kamu" timpal Bima


" ah yang bener? sewot gimana?" tanyaku penasaran.


" contohnya saja sikap dia sama Irfan . terus denger- denger dikelas Rama ada seseorang yang suka ngobrolin kamu dan ia bilang cinta sama kamu. kamu tahu yang dilakuin Rama pada orang itu?" . aku hanya menggelengkan kepala karna memang benar gak tahu.


" hampir adu jotos setelah adu mulut . untung saja pada melerai"


" yang bener Bim"


" iya sya" jawab Bima.


" sudah dulu ya,,, entar ada Rama takutnya ia sewot juga sama aku" kata Bima seraya meninggalkanku.


aku yang ditinggalkan oleh Bima cuma bisa melongo seperti orang bodoh. situasi macam apa ini? ada orang yang menyukaiku dia membencinya,, sedangkan dia membiarkanku disuasana ketidakjelasan yang ia buat sendiri. hhhhh lelah benar- benar sangat melelahkan. haruskah aku mulai mengabaikannya?? tapi bagaimana dengan perasaan ini?? bisakah hilang seiring berjalannya waktu?? akupun tak tahuuu

__ADS_1


__ADS_2