CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
CINTA MONYET


__ADS_3

" ibu tak mau pengorbanan ibu sia- sia . kalian tahu seberapa berat beban ibu dalam membesarkan kalian seorang diri. ibu tak ingin kalian dikucilkan dikeluarga hanya karena kalian tidak mencapai impian kalian. ibu berjuang keras untuk kalian . kalian harus menghormati itu"


" aku mengormati ibu lebih dari yang ibu tahu. betapa tersiksanya aku ketika aku mencintai seseorang aku tak bisa mengungkapkannya karena aku mematuhi peraturan ibu. betapa sakitnya hatiku ketika yang kusayang harus jadi milik orang lain karena aku tak jua memberi keputusan atas hubungan kami. aku tak ingin ibu kecewa padaku , makanya aku memendam semuanya sendiri"


" kalau sudah jadi milik orang lain kenapa terus- terusan kau kejar???" ucap beliau dengan nada tinggi.


" ia tak mencintainya. Meisya mencintaiku buuu,,, mengertilah dia juga sama menyayangiku. aku nyaman bisa bersamanya. aku bahagia bisa mencintainya , aku suka cita bisa tahu ia mencintaiku juga. apa ini hanya cinta monyet yang seperti ibu katakan?? apa cinta monyet sehebat ini bu??" ucap Rama sambil menangis.


" aku bisa sembuh dari sakitku karena ada dia, aku bisa sembuh dari insomniaku karena aku sudah bersamanya. apakah ini hanya cinta monyet bu??" tanya Rama lagi.


tapi ibunya hanya diam menahan kekecewaan terhadap anaknya.


" terserah kau mau menuruti ibu atau tidak. namun yang pasti peraturan ibu tetap takkan berubah" ucap beliau seraya beranjak pergi meninggalkan Rama.


" sabarlah kak,, mungkin suatu saat ibu akan mengerti" hibur kania sambil mengelus punggungku.

__ADS_1


" sampai kapan kakak harus menanti restu ibu?"


" mungkin ibu perlu waktu untuk berpikir"


" ibu terlalu rumit . padahal kakak juga bisa jaga diri, bisa terus berjuang untuk masa depan kita"


" maafkan ibu juga aku ya kak, seandainya ayah masih ada mungkin ibu takkan seketat itu padamu, mungkin ibu takkan memberikan beban yang teramat berat untuk kak Rama"


" bukan salah kalian. mungkin ini sudah jadibjalan kakak, lagian bagi kakak kalian bukanlah beban. kalian adalah tanggung jawab kakak apapun keadaannya" ucap Rama sambil berlinang air mata.


Ia teringat kembali sosok pujaan hatinya. kebahagiaan kemarin ternyata harus kandas jua.


Ia segera beranjak meninggalkan Kania . ia berlalu menuju kamarnya dimana ia bisa dengan bebas mengungkapkan segala penderitaannya.


☆☆☆

__ADS_1


" apa lagi yang mesti diperbuat untuk memisahkan mereka???" tanya hati ibunya Rama.


" aku pikir Meisya akan menepati kata- katanya"


" memang benar aku terlalu kejam terhadap putraku. tapi hanya itu yang bisa kuperbuat untuk kehidupan dia kedepannya. aku tak ingin ia gagal. aku tak ingin kelak istrinya harus hidup banting tulang demi anak- anaknya seperti aku. Ramaaa... ibu tahu nak ,, Meisya itu anak baik tapi ibu mohon jangan sekarang kalian bersama menjadi kekasih tunggu waktu yang tepat saat kalian sudah benar - benar dewasa" hati beliau terus bicara.


" hai bu... kok bengong??" tiba - tiba Kania mengagetkan ibunya.


" kau ini!!!"


" bu ,,, kasihan kak Rama,, dia baru kali ini suka sama perempuan, mengertilah bu"


" suatu saat kau akan mengerti keputusan ibu"


" tapi buu,, aku tak tega liat kakak sampai nangis - nagis seperti itu, dia sungguh - sungguh cinta sama kak Meisya"

__ADS_1


" ibu tahu tapi kini belum saatnya. tunggulah hingga saatnya tiba ibu takkan menghalanginya" ujar beliau membuat Kania sedikit ketakutan.


" ternyata ibuku sangat tangguh!!!!"


__ADS_2