CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
KEBAHAGIAAN IRFAN


__ADS_3

" apa maksud ucapanmu Sya.." tanya Irfan masih heran.


" kau begitu baik Fan"


" terus???"


" aku tak sebanding dengan kebaikanmu...aku belum bisa membuat mu bahagia. aku selalu mengecewakanmu" ucapku lantang.


" aku bahagia Meisya... sangat bahagia!!!"


" bohong....kamu bohong Fan. aku sadar kau selalu menutupi kekecewaanmu padaku dengan berpura - pura kau bahagia denganku"


" tidak Meisya... aku bahagia bersamamu. aku bahagia menjadi kekasihmu meskipun ku tahu kau tak sebahagia aku"


" maafkan aku!!!" lirihku pada dia.


" aku mencintaimu...sangat mencintaimu. cintaku tanpa syarat Sya... "


" sudahlah ...kita tak boleh membahas semua ini... tak ada artinya. bagiku asal kau bahagia aku sudah sangat bahagia. entah itu dengan ku atau dengan lulu dengan siapa saja saat kau bahagia pasti aku akan bahagia"

__ADS_1


aku terharu mendengar semuanya. aku semakin merasa bersalah padanya. mungkinkah ia akan bahagia bila aku bahagia dengan Rama??.


lagi - lagi terbayang sosok yang terus membuntutiku kemana aku pergi bersama Irfan .


" apa dia tak cape?? apa dia tak haus? jangan pikir kan dia apalagi saat ini Irfan disampingku."


Irfan mengantarku hingga sampai dirumah. mamah sudah menungguku dengan cemas.


" maaf tante aku dan Meisya tak langsung pulang. kami membeli buku dulu jadi kami pulang telat"


" apa Lulu juga ikut??"


" tidak mah tadi aku mengajaknya tapi Lulu sedang dalam tahap penyembuhan. takutnya ia kecapean terus sakit lagi"


" iya tante,, tapi kami tak kemana - mana dulu. cuma beli novel saja. Diajak makan pun Meisya menolak tan"


" baguslah... berarti kalian belum makan. kalau begitu makan dulu"


" nggak tante makasih"

__ADS_1


" Sya ajakin Irfan buat makan dulu" suruh mamah


" nggak tante aku mau langsung pulang"


" yakin gak mau nyicipi dulu masakan tante?"


" terimakasih tante ...bukannya saya nolak mungkin lain kali" kata Irfan begitu sopan.


Irfan pun berlalu dari Rumahku. aku masih melihat bayangan itu. ia mengendap- ngendap terus mengawasiku. apa hanya aku yang melihat dia?? apa Irfan tak menyadari keberadaanya? apa ini hanya halusinasiku akan dia??. aku menutup pintuku seakan aku tak menyadari keberadaanya.


Lelah rasanya hari ini. ku biarkan tubuh ini terlentang menikmati hari yang mulai senja.


" terimakasih Fan kau sudah mengerti aku"


Beda cerita dengan Rama . ia begitu kesal melihat keberadaan mereka yang semakin dekat. cemburunya semakin membuncah dalam dada. ia marah ,, ia geram,,,ia tak menerima kenyataan apa yang telah dilihatnya.


" aku mohon jangan tersenyum manis pada siapapun" jerit hati Rama. ia membayangkan pemandangan yang dilihatnya tadi saat ia membintuti kemana Meisya pergi.


" ah ternyata aku jadi budak cinta....tak kenal lelah tak kenal panas aku tetap mengikuti kemana mereka pergi, untung saja mereka tak menyadari keberadaanku"

__ADS_1


" tahukah kau Meisya...aku cemburu melihatmu didekatnya... aku merindukanmu...aku merindukan genggaman tangan kita... aku merindukan memelukmu ...tahukah kau jika aku begitu mencintaimu meski kulakukan dalam diam" lirih batin Rama. kemudian ia terbuai akan mimpi. ia tertidur dibuai mimpi yang mempertemukan ia dengan pujaan hatinya. dalam mimpinya ia tak membiarkan Meisya tersenyum manis pada siapapun apalagi sama Irfan. " kau jahat!! tersenyum pun aku tak boleh" kata Meisya dalam mimpinya Rama.


" aku tak ingin orang lain jatuh cinta padamu karena senyuman menawanmu,,, cukup aku yang tergila - gila padamu karna senyuman mu itu"


__ADS_2