CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
SEORANG DIRI


__ADS_3

Hari ini Lulu belum juga sekolah . saat jam Istirahat aku mencoba berdamai dengan kelasku. aku tak beranjak pergi keluar kelas. Dina menemaniku seusai beli cemilan dari kantin.


" kau tak kekantin , kau tak lapar?" tanya Dina


" nggak ah,, aku lagi tak selera makan"


" kalau mau makanan aku ambil aja ya gak usah sungkan"


" iya,, terimakasih"


Aku kembali lagi membolak balikan buku. aku terus membacanya meskipun tak kunjung masuk kedalam pikiranku apa yang telah ku baca.


" kau tak kekantin?" tiba - tiba Irfan masuk ke kelasku. teman- teman yang lain melirikku. Dina pun mengerti ia segera berlalu dari sisiku.


" nggak ah"


"kau mau sesuatu? biar aku belikan"


" gak usah . bentar lagi bel masuk bunyi"

__ADS_1


" benar kamu tak lapar?".


aku hanya menggelengkan kepala


" sudah ada kabar dari Lulu? sepertinya hari ini dia belum masuk"


" belum.. tadi pagi aku ke kelasnya ia masih sakit"


" semoga dia cepat membaik" kata Irfan.


kulirik pintu kelasku Rama hendak masuk ke kelas tapi ia tak jadi setelah dilihatnya ada Irfan di dekatku. aku pura - pura tak melihatnya.


" sepertinya kau butuh buku untuk dibaca. besok aku bawakan novel . kebetulan aku punya novel bagus. " kata Irfan seraya melirik buku yang sedang ku baca.


" iya,,, kau meminjamkannya padaku?" .


" mau kembali lagi atau tidak itu terserah kau. mau yang baru juga boleh. nanti sepulang sekolah kita ke tempat buku paforitku. kita beli yang baru" ujar Irfan seolah mencari kesempatan untuk bisa jalan berdua bersamaku.


" yang sudah ada saja. gak usah yang baru" ucapku buru- buru takut Irfan terus mengajakku.

__ADS_1


bel masuk pun berdering. Irfan keluar dari kelasku menuju kelasnya dan tak lama kemudian Rama masuk , melewati mejaku. ia menyimpan berbagai macam makanan di mejaku.


" makanlah.. nanti kau lapar" ujarnya sambil berlalu begitu saja.


tak ayal ,, meskipun berusaha menutupi apa yang dilakukannya lagi- lagi teman sekelasku ada yang melihatnya.


" buat aku mana Ram??" tanya salah seorang dari mereka.


" mana apanya??"


" masa sama Meisya ngasih sama aku tidak. kan aku juga sama temen kamu"


" nah gitu dong berani...jangan hanya nyuruh orang lain buat ngasih sama Meisya" Maura ikut nimrung.


" ah kalian selalu saja ngeributkan hal sepele"


kata Rama sambil melihatku. aku pura - pura tak melihatnya. aku tetap saja diam. ingin ku berlari meninggalkan kelas ini. ingin ku berteriak pada mereka tapi aku tak bisa. dikelas ini aku benar - benar sendiri. ingin aku bertanya pada mereka apa salahku pada kalian??? aku bukan siapa- siapa kenapa kalian begitu senang menilaiku!!!! apa yang lain tak pernah memiliki seseorang yang disuka?? salahkah jika dulu aku dekat dengan Rama?? kami tak pernah pacaran ,,tolong hargai kami!!!! gerutuku dalam hati.


aku beranjak pergi meninggalkan kelasku,, diikuti Rama dari belakangku. aku mempercepat langkahku diapun sama seakan berlari mengejarku.

__ADS_1


" kau mau kemana?" ucap dia sambil menarik tanganku.


" kau menangis?" tanya dia saat ia melihat genangan jernih menggelantung di kelopak mataku. aku terisak pilu,,, aku sedih ,,,aku tak bisa menahan tangisanku. dia menatapku dengan tatapan yang tak kalah menyedihkannya dariku.


__ADS_2