
Jam istirahat tiba aku segera menyambangi kelas Lulu. kusapukan pandanganku saat tiba di depan pintu kelasnya tapi ia tak trlerlihat batang hidungnya.
" kau cari Lulu??" tanya temen sekelas lulu seolah sudah tahu apa yang sedang ku cari
" iya.." jawabku sambil tersenyum ramah.
" hari ini dia tak sekolah, kabarnya ia sedang sakit" jelas dia
" benarkah??" tanyaku seolah tak percaya.
" iya" jawabnya meyakinkan.
aku pun segera beranjak dari sana . tak lupa aku mengucapkan terimakasih atas informasinya.
tanpa Lulu aku sendirian .... benar sendiri. ingin kembali ke kelasku pasti ada Rama , dan yang lebih parahnya lagi teman sekelasku akan selalu melayangkan kata - kata sindiran untukku dan Rama. malas sekali Rasanya aku ada diantara mereka.
" haiii ...kok bengong" suara Irfan mengagetkanku.
__ADS_1
" iya...aku lagi mikirin Lulu. hari ini dia gak sekolah. katanya sakit. padahal kemarin ia sehat - sehat saja"
" mau nengokin dia?? gimana kalau nanti pulang sekolah kita pergi kesana"
" baiklah ,,, terimakasih" tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakannya. kalau bukan demi Lulu..aku tak ingin pergi bersamanya apalagi ini hanya berdua.
" nah gitu dong... sekali- kali mau ku ajak jalan berdua" ucapnya senang.
aku tersenyum. ku akui memang aku tak pernah jalan cuma berdua dengannya. selalu ada Lulu yang menemaniku. aku tak bisa hanya dengannya. berbagai alasan dari yang sepele sampai tak masuk akal selalu ku gunakan jika Irfan mengajakku jalan berdua.
" kata siapa cuma berdua , aku akan mengajak Dina kok" jawabku menggoda Irfan
" gitu aja ngambek,,, " aku tetap egois
" bukan ngambek sihhh tapi aku juga mau sekali - sekali cuma kita berdua"
" baiklahhh,,, kita jalan berdua " ucapku membuat Irfan langsung tersenyum kembali.
__ADS_1
" janji ya cuma kita"
" iya.. iya...kayak anak kecil saja"
" makasih sayangku " kata Irfan sambil mengacak - ngacak rambutku.
" nih buat di kelas,,, biar gak suntuk" katanya lagi sambil memberiku coklat kesukaanku.
" makasih" jawabku singkat.
Kamipun berjalan menuju kelasku. Irfan mengantarku sampai kepintu kemudian ia segera berlalu menuju kelasnya.
" Irfannn kau itu pacar serasa teman. mau seromantis apapun perlakuanmu aku tetap menganggapmu teman. mungkin dengan berjalannya waktu aku bisa mencintaimu".
ku buka coklat pemberian Irfan,, ada rasa haru menyelimuti dadaku. dia begitu memperhatikan apa yang kusuka. sering ia mengirim bunga tapi saat ia tahu aku tak suka bunga ia pun tak mengirimnya lagi. dia tahu betul apa yang kusuka dan apa yang tak disukai aku. sebaliknya aku... aku tak pernah tahu apa yang menjadi kesukaanya . yang ku tahu hanya Irfan itu suka nyanyi , suaranya bagus ,,seninya tinggi dan orangnya nyentrik banget, soal tutur kata ia begitu lembut. ia penyayang . bahkan setiap kali aku mengecewakan dia ,,, dia tak pernah sekalipun memarahiku atau mengacuhkanku.
" andai hati ini bisa sedikit terbuka untuk mu Fan,,, aku akan sangat senang"
__ADS_1
" mau dong cokelatnya" tiba - tiba seseorang membuyarkan lamunanku. kulihat dia ternyata Rama. untuk pertama kalinya semenjak sekelas ia duduk menghampiriku. alih - alih meminta coklat mata dia justru tertuju padaku. tetap seperti biasa,,,, masih seperti duluuu cara ia memandangku. membuat jantungku berdegup kencang. membuat hatiku meronta tak karuan.
" pleassss tenanglah wahai hatiiii" . aku tak berkata,,, seperti biasa lidahku kelu saat mata ini bertatapan dengan Rama.