CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
TES ( ULANGAN ) MATEMATIKA


__ADS_3

" baiklah ,,, sekarang kita ulangan matematika" ujar bu guru ketika beliau masuk ke kelas kami.


" apa bisa di undur bu" celoteh salah seorang dari kami.


" kan sudah ibu bilang dari minggu lalu kalau sekarang akan di adakan tes" .


hening sesaat didalam kelas.


" ada dua kelompok soal, jadi kalian satu meja tak sama soalnya"


" ya gak bisa saling nyontek bu"


" ayo tukar bangku,, tiap bangku satu perempuan satu laki- laki" perintah beliau.


maka kami sibuk bertukar tempat duduk. di mejaku Dina yang berpindah ke bangku yang lain.


" bolehkan aku duduk disini" kata Rama mengagetkanku. aku mengangguk seraya menenangkan hatiku yang tiba - tiba bergejolak.


" tenang saja aku tak akan mengganggumu" katanya lagi. aku hanya bisa tersenyum ke arahnya.


" jangan tersenyum seperti itu...aku jadi tak bisa konsentrasi" ujarnya lagi. aku segera diam seolah aku sedang merajuk padanya. kemudian ia menatapku menggoda.


" bukan kau yang tak bisa konsentrasi ,,, aku yang gak akan bisa fokus" jawabku


" kenapa?"


" karena kau tak bisa diam, terus- terusan bicara"


" baiklah kalau begitu aku akan pindah, gantian tempat duduk dengan yang lain" ancam dia seraya hendak berdiri.

__ADS_1


" jangan!!!" ucapku pelan takut bu guru mendengarnya. kemudian Rama pun duduk kembali. ia tak henti menatapku.


" Rama ,,, Meisya ... ada apa dengan kalian,, dari tadi bisik- bisik terus"


aku tersontak mendengar teguran bu guru. teman - teman yang lain serempak menatap ke arah kami. aku maluuu sungguh malu!!!.


" Meisya sudah tak sabar mendapat soal dari ibu" begitu jawab Rama.


aku tak mengelaknya karena tak ada alasan lain yang bisa mewakilinya.


Maka segeralah kami mendapatkan soal itu.


suasana kelas begitu sepi. kami fokus pada soal- soal yang sedang kami selesaikan . aku melupakan sejenak sosok yang ada disampingku. begitupun dia.


aku menenangkan hatiku dari rasa gerogi tiap ada didekatnya. aku pura - pura tak menyadari kehadirannya.


Test pun segera usai,, kami segera mengumpulkan hasil pekerjaan kepada ibu guru.


" kalau kali ini nilaiku jelek itu gara - gara kau" bisik rama terhadapku. aku melihatnya dengan berjuta keheranan di benakku.


" kok aku yang disalahkan"


" karena aku lebih banyak melihatmu daripada melihat soalnya"


" itu bukan salah aku tapi salah kamu" aku mencoba menepisnya.


" salah kamu karena dirimu terlalu menggoda"


" siapa suruh duduk disini"

__ADS_1


" hatiku" jawab dia sambil meraba bagian hatinya.


" karena tak akan kubiarkan orang lain satu meja denganmu kecuali Dina" ucapnya lagi .


" egois!!!" ucapku seraya mendilak.


" aku bisa cemburu pada siapa pun" jawabnya lagi.


hingga usai pelajaran Matematika. ia duduk denganku. seandainya bu guru tak ada mungkin aku akan jadi sasaran godaan teman sekelasku.


" beginikah rasanya satu meja sama seseorang yang disukai" gerutu hatiku. ada rasa terkesima , rasa degdegan, rasa serba salah dan entah rasa apalagi yang hinggap direlung hatiku saat ia duduk disampingku.


" jangan melamun" tulisnya dalam buku dia yang kemudian diperlihatkan kepadaku.


" aku tak melamun" jawabku ditulis juga dalam buku itu.


" aku bahagia bisa ada disampingmu" tulisnya lagi.


" justru aku tersiksa ada didekatmu"


" kenapa?? aku terlalu menggoda ya"


" rasanya sesak napasku. hatiku tak karuan "


" haruskah aku menggenggam tanganmu??" tanyanya masih menggodaku.


" jangan!!! yang lain bisa melihatnya"


" aku tak peduli. saat ini aku malah ingin memelukmu " tulisnya lagi membuat rona wajahku memerah.

__ADS_1


__ADS_2