
" Sya..." kata Rama disuatu hari ketika jalan menuju pulang sekolah. aku bersama Rama tanpa kehadiran Lulu.
Lulu harus segera pulang karena ada acara keluarga yang mengharuskannya pulang cepat tanpa mampir kesana kemari.
" ya .." jawabku pula
" bolehkah aku bicara sesuatu?" tanya rama tiba- tiba kelihatan serius.
" bicaralah,,kapan aku bisa melarang mu"
__ADS_1
" Meisya...aku.." kemudian ia termenung. menggantungkan semua yang hendak dibicarakannya.
" aku apa?" tanyaku seakan tak sabar ingin mendengar apa yang hendak diucapkannya.
" ah gak jadi" timpalnya. membuat hatiku sedikit kecewa mendengarnya.
" hayooih kau melamun lagi kan?" ejeknya sembari mencubit hidung mancungku
" apaan sih" jawabku sedikit cemberut
__ADS_1
" knapa kau cemberut?" tanyanya padaku
aku tak menjawabnya. moodku seketika berubah. berharap Rama mengungkapkan apa yang hendak diutarakannya tapi lagi- lagi ia mengurungkannya.
Hingga berpisah dipersimpangan jalan , aku memasang wajah cemberut. seabreg kata - kata Rama dalam menghiburku tetap saja tak membuat moodku kembali kesemula. hingga ia seperti lelah terus menghiburku. aku terus mendiamkannya. dibiarkannya ia tetap bicara kemana saja tanpa dipedulikan oleh ku.
" Sya... knapa?? apa ada yang salah denganku??" tanya ia diakhir perjalanan. ia menggenggam tanganku,,, menenangkanku,, memandangku dengan pandangan yang membuatku terhanyut.
" kamu salah Ram ...kamu membuat aku bingung dengan hubungan kita. kamu selalu saja menggantungkan apa yang hendak kau ucapkan. kau selalu saja membuat aku melayang dengan segala perhatianmu , kau selalu membuatku terpana dengan tatapanmu, kau selalu membuat aku tersihir dengan senyumanmu,,, tapi kau menghempaskanku dengan kenyataan bahwa kau selalu menggantungkan apa yang hendak kau ucapakan . mengertilah wahai rama,,,aku menunggumu,,, aku ingin kau meraihku sebelum aku yang terlanjur mengatakannya padamu" begitulah jawaban dihatiku. tanpa terdengar oleh Rama tanpa diketahui oleh siapa pun. aku hanya menangis sedih melepaskan genggaman tangannya berlalu meninggalkannya. aku tahu kau sebenarnya tahu apa arti kesedihanku. kau sebenarnya menyadari dimana kesalahanmu. aku tahu kau pun merasakan apa yang kurasakan tapi kenapa Rama?? apa kau belum yakin jika aku pun mencintaimu? . sementara yang lain yang berada disekitar kita tahu jika aku mencintaimu Rama. jika kau mencintaiku knapa kau tak mengatakannya? kalau menurutmu aku tak mencintaimu itu salah besar Rama,,, bagaimana aku tak mencintaimu jika setiap hari kau berikan aku kebahagiaan dihidupku. bagaimana aku tak mencintaimu jika setiap hari kau berikan aku senyuman yang begitu memabukkan?? Rama andai saja kau tahu isi hatiku,,, aku begitu mengharapkan kau menjadi kekasihku. aku mencintaimu... aku mengharapkan kau menjadi pasanganku meski ku tak tahu entah kapan rasa ini hadir di hidupku" begitulah isi lamunanku. disisa perjalanan pulang hanya ada Rama dibenakku. tak peduli dengan teriknya mentari disiang ini. yang ada tetap Rama dihati. seberapa sedihnya hatiku seberapa tersiksanya hatiku karna mengharapkanmu tetap saja sosok Rama tak pudar dari ingatanku. kadang kehawatiran menerpaku ,,bagaimana jika Rama justru mencintai sosok yang lain.
__ADS_1