
Minggu ini terasa hampa setelah sabtu kemarin dilewatkan tanpa kehadiran Rama kerumahku. biasanya ia mengunjungi rumahku di sabtu sore hingga senja. sering keindahan jingga disaksikan kami berdua. hanya sekadar nongkrong di kafe atau sekadar jalan menyusuri alun alun kota. tapi kemarin ia tak datang dengan alasan ada kepentingan bersama ibunya. meskipun ada yang kurang tapi aku merelakan dia lebih memilih bersama ibunya karena itu sudah kewajibannya dia.
Minggu siang ini aku hanya bermalas- malasan dikamarku,, dimana aku dengan bebasnya bisa mengungkapkan kegelisahan dan semua cintaku lewat untaiann kata yang kutuangkan dalam lembar diary .
" Sya ada tamu" panggil mamah dari luar kamar. aku sumringah ku pikir itu Rama . tapi sayang dia bukan seseorang yang sedang kutunggu kehadirannya.
" hai.." sapaku pada wanita cantik yang kini datang bertamu kerumahku.
" apa aku mengganggumu kak??" tanyanya begitu ramah sambil menebarkan senyum manisnya.
" tidak. aku lagi santai kok" balasku ramah pula. sengaja aku mengajak dia tak masuk kerumah. aku mengajak ia duduk dibale - bale belakang rumahku. karena aku tahu dia datang bukan sekadar ingin menyapa atau bermain kerumahku mungkin ada maksud lain.
" darimana kau tahu rumahku disini" tanyaku basa basi.
" aku bertanya pada kak Lulu kemarin saat istirahat"
" kok dia tak bilang padaku"
__ADS_1
" karena aku melarang mengatakannya" ucapnya jujur.
" apa kakak tahu siapa aku??" tanyanya tanpa ragu. aku tersenyum saat mendengar pertanyaan konyolnya itu.
" tahu... kau Tiara pacarnya Irfan kan??" jawabku ringan bersahabat.
" apa kakak tak marah atau benci padaku??" tanyanya lagi.
" kenapa harus marah?? justru aku senang kau bisa mencintai dia dengan tulus"
" aku mencintainya kak Meisya ... meskipun ia tak peduli dengan perasaanku" katanya sambil menunduk.
" kak Irfan cuma mencintaimu... seberapa gigihnya aku mendekatinya tetap saja menganggapku hanya sebatas adik kelas yang menjadi temannya"
" prasangkamu saja kali" jawab aku menghiburnya.
" bener kak... tentang kejadian waktu itu... ia sengaja melakukannya hanya ingin melindungi kakak. katanya ia tak mau membuat kakak tak nyaman dengan hubungan kalian . maka dari itu,,, ia mencari cara pura - pura selingkuh denganku agar kau ada cara untuk memutuskannya. dan yang lain menganggap putusnya kalian karena kak Irfan selingkuh denganku"
__ADS_1
" dan kau setuju saja melakukan itu??"
" iya.. biarpun aku dikatakan pelakor tapi aku tetap bahagia karena bisa disebut pacarnya kak Irfan"
" Tiara... apa benar semua yang kau katakan itu??"
" benar kak,,, kak Irfan kira setelah kejadian bersamaku kau akan langsung memutuskannya tapi ternyata tidak. justru kak Irfan yang katanya menulis surat putus untuk kakak. benarkah demikian??"
" benar,,, dan sekarang aku dan dia tak ada hubungan apapun. kau harus bahagiakan dia"
" apa kakak tak keberatan jika aku mencintainy atau dia membalas perasaanku??"
" tidak!!! justru aku sangat bahagia jika kalian bisa bersama saling mencintai" ucapku sangat mantap.
" terimakasih kak,,, kakak sudah mengizinkannya dan tak membenciku. tadinya kakak akan marah seperti orang lain yang mengira aku merebut kak Irfan darimu"
" bersabarlah... nanti juga akan hilang dengan sendirinya omongan mereka itu"
__ADS_1
Setelah banyak bercerita Tiara pun pamit padaku . ia terlihat begitu bersemangat. rupanya ia benar - benar mencintai Irfan. besar harapanku agar Irfan tak menyia- nyiakan kehadiran wanita secantik Tiara.
" lupakan aku dan aku mohon bahagialah bersama Tiara" ucapku dalam hati mengiringi kepergian Tiara.