CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
BERTEMU


__ADS_3

" apa diantara kalian ada yang namanya Meisya??" tanya seorang Ibu yang sudah berdiri tegap di luar gerbang. aku saling memandang bersama Dina juga Lulu.


" aku Meisya bu" aku mengenalkan diri.


" Meisya Wijaya??" tanyanya lagi untuk lebih meyakinkan.


" ya" jawabku sambil mengangguk hormat.


" bisa kita bicara sebentar, kaliann sudah pulang kan??" tanyanya lagi


" sudah bu"


" jadi bisakan kita bicara?"


" baiklah" ucapku sedikit waswas. ada firasat yang tak baik saat ini. aku mencoba menebak sebenarnya beliau siapa??. seorang wanita berusia sekitar 38 atau 40 tahun tak jauh dari mamahku. berparas cantik keibuan dan ia terlihat sangat tegas. nada bicaranya to the point. aku menyuruh Lulu dan Dina untuk jalan duluan. aku membuntuti kemana ibu didepanku membawaku. tiba disuatu tempat tepatnya sebuah cafe yang lumayan bagus. suasana tak begitu ramai.


" duduklah,,, !!" perintah beliau. akupun tak menunggu perintah kedua. aku langsung duduk dengan hati yang masih diselimuti rasa heran.

__ADS_1


" kau mau pesen apa?" tanyanya mencoba bersikap santai.


" aku pesen jus mangga saja" jawabku .


tak lama pesanan kami datang. kita memilih menu yang berbeda. aku tak peduli apa yang dia pesan.


" kau mungkin belum tahu siapa aku" . ujarnya semakin membuat aku penasaran.


" aku ibunya Rama,, kau tahukan putraku Rama?"


" kau tahu kan Rama. malah denger - denger kau sekelas dengan dia"


" iya tante,, aku tahu"


" katanya saat itu kau menjenguk Rama kerumah. tapi kita tak sempat bertemu ya"


" iya... kata kania tante sadang keluar"

__ADS_1


" kalau saat itu kita bertemu mungkin tak usah repot- repot seperti sekarang tante mencarimu"


" apa ada yang bisa saya bantu tante" tanyaku ragu takut salah.


" kau tahu maksud tante menemuimu?" .


aku hanya menggeleng. entahlahhh aku seperti pendosa dihadapan beliau tanpa tahu apa salah - salahku.


" tante berharap agar kau bisa menjauhi Rama. tante harap kau bisa jaga jarak dengan dia. tante tak ingin Rama punya pacar dulu sebelum Rama bisa menyelesailan yang harus ia selesaikan terlebih dahulu". aku tak bisa menjawab kata - katanya. aku marah ,, aku sedih aku terluka. harus kah beliau melakukan hal ini padaku?? aku tak pernah meminta Rama mencintaiku meskipun aku begitu mencintainya. aku tak pernah menuntut ia melakukan sesuatu diluar batas kemampuannya . bahkan ketika Rama tak jua menyatakan perasaannya aku tak menuntutnya. terus aku harus jaga jarak di sebwlah mana?? meskipun kami saling mencintai tapi aku tak merasa begitu dekat dengan anaknya apalagi sekarang ada Irfan yang menemani waktu senggangku.


" aku tak begitu dekat dengannya tante"


" meskipun tak dekat tapi bagi Rama kau selalu membayanginya. maaf tante harus melakukan semua ini. tante harap kau bisa memahaminya. mengerti maksud tante dan bisa melakukan apa yang tante mau. mungkin jika kau menjauhinya Rama sedikit demi sedikit bisa melupakanmu"


" haruskah tante?? haruskah aku melakukan itu?? jangan hanya aku yang disuruh harus seperti itu. tapi Rama juga" ucapku mencoba memberanikan diri.


" sudah,,, tante sudah sering melakukannya. tapi ia tetap saja mencintaimu di belakang tante."

__ADS_1


__ADS_2