
Seperti yang telah di rencanakan Aku pergi menengok Lulu bersama Irfan. dia telah menungguku diluar kelas saat pulang sekolah. ia sudah tersenyum lebar penuh bahaagia ketika melihatku keluar kelas .
" jadikan kita nengokin Lulu"
aku hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.
" mau bawa apa ke Rumah Lulu?" tanya dia.
sejenak aku berpikir.
" gimana kalau kita bawa buah- buahan saja?"
" baiklah ,, berarti sebelum ke rumah Lulu kita beli dulu buah- buahan" kata Irfan.
Maka berjalanlah kami berdua. hanya berdua. terlihat rona bahagia diwajah Irfan siang ini. aku merasa lega melihatnya. setidaknya hal kecil ini sudah memberi kebahagiaan buat dia yang selama ini dengan setia dan dengan penuh sabar selalu mengerti aku. memahami aku.
" aku harus berterimakasih sama Lulu"
" oh ya??"
" berkat ia sakit aku bisa jalan berdua sama kamu" ucapnya senyam senyum
" kamu jahat!!! temen sakit malah disyukuri"
" bukannya begitu sihhh... kan sesuatu itu selalu ada hikmahnya"
__ADS_1
" terserah kau saja,,," ucapku tak ingin berdebat.
Sampailah aku di depan rumah Lulu sebelumnya kami pergi ke toko buah buat buah tangan ke rumah Lulu.
" Assalamualaikum..." ucapku bersama Irfan
" waalaikum salam....eh Meisya. masuklah. siapa ini" ibu Lulu menyambut kami.
" ini Irfan tante" jawabku sambil memperkenalkan Irfan.
kami dipersilakan menengok lulu yang sedang terbaring dikamarnya. wajah Lulu begitu pucat. aku tak tega meelihatnya. kata ibu Lulu ia terserang demam yang sangat tinggi sejak kemarin pulang sekolah.
" kanap gak bilang kalau kau sakit" ucapku begitu sedih.
" jangan begituuu...kitakan teman. kalau ada apa - apa itu harus bilang"
" baiklahhh maafkan aku" kata Lulu sambil menepuk - nepuk punggung tanganku.
Irfan pun mengusap - ngusap punggungku seolah hendak menenangkanku.
" maaf ya Fan aku sudah merepotkanmu, harusnya kalian tak usah repot- repot nengokin aku. besok juga aku bakalan sembuh" kata Lulu dengan suara lemah.
" gak apa- apa Lu. itu sudah menjadi kewajiban kita . kamu cepet sembuh. kasihan Meisya tanpamu itu terlihat sangat sedih. seharian ini dia cuman bengong tanpa arah"
" kan ada kamu Fan,,, kamu harus lebih meratiin Meisya ya"
__ADS_1
" Lulu!!!" aku membelototi Lulu sambil merajuk.
yang sakit malah tersenyum. seperti ada yang lucu diwajahku.
ketika kami sedang asyik mengobrol terdengar suara ketukan pintu dari arah ruang tamu rumah Lulu. tak lama kemudian ibunya Lulu mempersilahkan seseorang masuk kedalam kamar Lulu. maka muncullah dia.
" Rama!!!!" ucap Lulu dan aku kompak sambil melihat kedatangannya.
" haiiii kamu sakit apa?" ia tak menghiraukan kekagetan kami. seperti biasanya ia sangat enteng menghadapi situasi .
" aku demam Ram... jangan dekat - dekat nanti nular" kata Lulu sedikit bercanda . sepertinya Lulu menyadari kecanggungan yang tiba - tiba hadir semenjak kedatangan Rama.
" cepet sembuh ya...tanpa kamu itu sepi" kata dia seolah menyindirku.
" makasih...makasih kalian sudah repot - repot nengokin aku. mudah - mudahan besok Lusa aku sudah bisa sekolah lagi"
" jangan dulu!! kamu harus bener - bener sehat. baru sekolah" kata Irfan dengan tegas.
Setelah dirasa cukup. aku dan Irfan pamit pulang.
" Ram...kau mau pulang bareng kita?" tanya Irfan pada Rama . aku saling memandang bersama Lulu." jangaaaan... tolong jangan!!!!" ucapku dalam hati.
" kalian duluan saja,,, aku masih mau ngobrol sama Lulu"
leganya hatiku mendengar jawaban Rama. terimakasih Ram...kau sudah mengalah untuk saat ini...
__ADS_1