CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
LULU SUDAH KEMBALI


__ADS_3

Pagi ini begitu bahagia. gimana tak bahagia coba,,, orang yang selama ini aku rindukan berdiri tegak di gerbang sekolah sedang menungguku.


" haiiii, kau sudah sembuh?" tanyaku seraya memeluk dia.


dia membalas pelukanku sambil menganggukan kepala.


" aku rindu kamu,,," rengekku manja.


" iya..iya. aku tahu" jawanya dengan manis.


kami pun segera menuju kelas dia. ya kelas dia!!. aku tak ingin segera masuk ke kelasku. kutunggu hingga bel masuk kelas berbunyi . tak lama kemudian bel itupun berbunyi.


" aku ke kelas dulu ya" ucapku dengan penuh keengganan melangkahkan kaki ku ketempat yang dituju.


" jangan loyo begitu dong" canda Lulu.


" aku tak mau kesana"


" semangaaaat!!!" kata Lulu dengan cerianya.


berlalu lah aku dari hadapan sahabatku. ku langkahkan kaki ke kelasku. teman - temanku yang lain sudah mengisi bangku masing - masing.


" kau kesiangan?" tanya dina.


" nggak.. sudah tiba sejak tadi cuman aku diam dulu dikelas Lulu"

__ADS_1


" Lulu sudah sembuh ya.. syukurlah "


akupun mengiyakannya. Rama tak bergeming dengan kehadiranku. ia tetap acuh hingga kehadiran bapak guru yang mengajar dijam pertama. " cowok yang aneh,,,tiba - tiba baik,,, tiba - tiba kejam" gerutuku dalam hati.


Jam istirahat pun hadir. aku tak bisa langsung melesat ke kelas Lulu. aku masih mencatat pelajaran yang ada di papan tulis.


" kau belum beres?" sahut Irfan sambil menghampiriku.


" sedikit lagi"


" rajin banget sih"


" bukan rajin tapi ini memang harus dicatat"


" habis ini kita cari makanan dikantin ya"


" dia sudah sembuh??".


akupun mengangguk


" syukurlahhh,,,, ayo kita sama - sama kesana" ajak dia. lagi - lagi aku hanya menganggukan kepala.


" tapi kita tak bisa jalan berdua kalau Lulu sudah sembuh,,,," bisik dia ditelingaku.


aku mendelik padanya. ia pun tersenyum menggodaku.

__ADS_1


setelah beres aku dan Irfan segera mendatangi kelas Lulu. tak disangka Rama sudah ada disana. aku tanggung mau balik lagi takut Irfan curiga mau lanjut menghampiri lulu rasanya malas jika ada Rama.


" alhamdulillah kau sudah sembuh" syukur Irfan saat sudah berhadapan dengan Lulu


" alhamdulillah...berkat doa kalian" ucap Lulu. ia melirikku kemudian ke arah Rama dan terakhir ia menatap Irfan.


" apa kau mau ke kantin?" tanyaku berbasa basi.


" nggak,,,tadi ibu membekali ku makanan dari rumah. untuk sementara aku gak boleh makan sembarangan. harus yang lembek - lembek dulu"


"ohhh" sahutku.


ada yang sedang mencuri pandang terhadapku. aku tak menggubrisnya.


" aku ke kantin dulu ya,, aku laper" kata Irfan sambil berdiri hendak berlalu.


" aku juga!!" tak sadar aku melakukan itu. ada kemarahan di sinar mata Rama. entahlah aku seperti yang sengaja memanas manasi hati Rama. sepertinya aku senang telah membuatnya geram. Irfan pun terlihat senang ketika aku memilih mengikutinya kekantin daripada diam diri bersama Lulu.


sampai dikantin aku tak jadi mengikuti Irfan aku segera pamit padanya untuk ke kelasku. aku pikir di kelas tak akan ada yang menggodaku karena Rama sedang bersama Lulu. ehhhh ternyata dugaanku salah. ia sudah duduk di bangkunya.


" tahu begini aku mending balik ke kelas Lulu,, tapi tanggung dia sudah melihatku" ujar hatiku.


aku menhempaskan tubuhku di kursi sekolah. rasa bosan kemudian menghampiriku.


" plakkkk,,," tiba - tiba gulungan kertas mendarat di wajahku. aku mengambilnya dan aku melihat ada tulisan didalamnya.

__ADS_1


" KATANYA MAU KEKANTIN,,,MANA PACARMU?? MAKIN LENGKET SAJA YA KALIAN"


__ADS_2