
" aku mohon jangan menangissss. aku tak bisa melihatmu menangis" .
kata- kata dia begitu lirih semakin mencabik - cabik hatiku. air mataku semakin deras mengalir . ingin kutumpahkan segala rasa yang ada. cinta ,patah hati ,kesal, jengkel, rindu dan semua yang bergelora selama ini direlung hatiku.
" aku capek,,, aku lelah... aku ingin pindah kelas" kataku tak kalah lirih.
" jangan terlalu dipikirkan,,, abaikan saja semuanya. jangan didengar kata mereka. mungkin suatu saat mereka akan berhenti menghakimi kita" hibur dia sambil menggenggam tanganku begitu erat.
" semua serba salah,,, saat kamu acuhkan aku mereka membahasnya,, saat kamu sedikit saja merhatiin aku mereka pun begitu . aku lelah ,,aku diam bukan tak mendengarnya . aku membencinya!!! apa salah aku???"
" kau tak salah...kau tak pernah salah,,, jangan menyalahkan dirimu" ucapnya sambil menghapus air mataku yang terus mengalir.
ia menatapku,,, ia melangkah semakin dekat denganku. ia terus menatapku dengan tatapan cinta yang tak pernah padam. aku tahu itu. tatapan itu...tatapan yang selalu kurindukan tatapan yang selalu membangunkan setiap kebahagiaan direlung hatiku. tak sadar aku ikut menatapanya . terhanyut dengan senyumannya. tapi aku segera sadar ini sekolah!!! ini sudah jam masuk kelas.
Aku melepaskan genggaman tangannya. aku segera melangkah menuju kelasku dan tak kudengar langkahnya mengikutiku.
__ADS_1
Sampai di kelas sudah ada guru yang mengajar.
" kau darimana?" tanyanya begitu tegas.
" aku ke toilet dulu bu" jawabku sambil memandang semua yang ada di kelas. mereka diam tak memotong penjelasanku meskipun aku sadar mereka tahu aku tadi kemana.
" kamu duduk paling belakang,, yang di belakang maju kedepan . itu sanki bagi yang terlambat datang ke kelas" kata beliau. aku tak membantahnya. akupun duduk di belakang yang di belakang yaitu risma duduk dengan Dina. kebetulan teman semeja Risma gak sekolah aku dudik sendiri. lagi - lagi sendiri.
Sepuluh menit kemudian Rama baru masuk.
" kau mau masuk atau sekaligus tak mengikuti pelajaran ini? " ucap beliau lebih tegas lagi.
" masuk pak" jawab Rama.
" baiklah,,,, kau duduk paling belakang,,, jangan duduk dibangkumu,, kau duduk sama Meisya,, itu hikuman buat kalian yang datang terlambat di pelajaran bapak" ucap beliau lagi.
__ADS_1
" baik pak"
lagi - lagi mereka tersenyum penuh arti ke arahku dan Rama.
" awas kalau kalian malah pacaran" kata pak Guru setelah irfan duduk disampingku.
" kok Bapak tahu?" celoteh Maura
ada geram dihatiku. aku benar - benar marah sama Maura. candaan dia sungguh kelewatan. ada tangan yang menggenggam erat tanganku. ia memberikan kehangatan seolah menenangkanku.ia menatapku seolah bicara " tenanglah" dan seketika kemarahanku mereda. tangan Rama menggenggamku dibawah meja. ahhh rasanya ini romantis sekali. ada sebuah pantasi yang tiba - tiba menari direlung hatiku. " beginikah rasanya kalau aku semeja dengan yang kusuka?" aku bahagia. kebahagiaan yang telah hilang seakan kembali menyentuh hati terdalamku. aku damai ,,, aku bahagiaaa,, aku senang ,,, aku jatuh cinta,,, dan wajahku merona. kemudian sosok Irfan melintas dipikiranku. aku melepaskan genggaman tangan Rama.
ada yang terluka dengan bahagiaku,,, ada yang tersakiti dengan cintaku,,, aku tak ingin menyakitinya.
" maafkan aku Fan"
" aku sudah melukai hatimu...aku tak ingin melakukan semua ini tapi naluriku berkata lain" ocehku dalam hati.
__ADS_1
" JANGAN BENGONG" tiba - tiba Rama menulis kata itu dan memperlihatkannya kepadaku. aku segera tersadar dari setiap lamunanku.