CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
NGAJAK JALAN BARENG


__ADS_3

" Sya,,, ada film bagus yang sedang tayang. kita nonton yuk" ajak Irfan pada saat jam istirahat.


" kapan?"


" nanti sepulang sekolah"


" ah jangan nanti. soalnya aku sudah ada acara sama mamah" aku mencari alasan.


" gimana kalau rabu?"


" berarti 4 hari lagi ya?"


" iya,, gimana ,kamu mau??, kamu ada waktu??"


" baiklah akan ku usahakan" jawabku. didalam hati aku berharap semoga diwaktu itu ia lupa dan kita tak jadi nonton bersama.


Di hari yang sudah ditentukan ,, ternyata Irfan tak melupakannya. sepulang sekolah ia sudah mewanti- wanti agar aku tak melupakan janji nonton bersama.


" nanti sore ku jemput ya" begitu katanya saat ia berpisah dipersimpangan. ia begitu bersemangat. sebenarnya ingin ku menolaknya tapi aku tak bisa mematahkan semangat yang tertera di rona wajahnya.


Sore hari ia sudah tersenyum didepan pintuku. benar ia menjemputku tepat waktu.


" hati - hati ya,,, jangan terlalu malam pulangnya" nasehat mamah yang tumben sekali mengizinkan anak gadisnya pergi berdua dengan lawan jenis.

__ADS_1


" baiklah tante" kata Irfan penuh hormat.


berangkatlah kami berdua. tanpa banyak bicara. mungkin Irfan sudah capek . dari tadi cuma dia yang aktif bicara sementara aku kebanyakan hanya menjawab iya atau tidak.


sampai ditempat tujuan Irfan langsung membeli tiket.


" mau beli cemilan apa buat nanti" tanya dia


" popcorn saja" jawabku


dia pun memesan dua karena aku sengaja ingin pesan 2. aku tak ingin memakan makanan satu wadah dengan dia.


Film yang kami tonton pun telah usai . aku segera keluar dari ruangan itu. disusul Irfan di belakangku. sampai diluar ada Rama sedang menunggu entah menunggu siapa.


" kau... kau disini juga??" Irfan yang bertanya. sebelum menjawab ia malah menatapku dalam - dalam.


" benarkah.... kami juga baru beres " kata Irfan sambil menggelantungkan tangannya di pundakku. aku ingin segera menghindar tapi Irfan menatapku penuh arti.


" kau mau kemana sekarang??"


" aku mau pulang"


" gimana kalau kita Nongkrong bareng dulu. ada cafe bagus disekitar sini" ajak Irfan.

__ADS_1


dia tak langsung menjawab. ia kembali menatap ku dalam- dalam. dengan refleknya aku menggelengkan sedikit kepalaku tanda melarang Rama ikut bersama kami.


" sayang sekali aku sudah punya janji sama orang jadi gak bisa ikut. mungkin lain waktu ya Fan" jawabnya seraya ia menatapku.


ada rasa lega dihatiku tatkala Rama memberi jawaban seperti itu.


" thanks Rama... apa jadinya jika kau ada bersama kami. aku tak akan bisa bernapas dengan tenang jika kalian berada dihadapanku bersamaan disatu tempat. ahhhh sekarang juga aku sudah merasa gerah. aku ingin segera pulang!!!!" kata hatiku.


Berpisahlah kami dengan Rama. ingin ku melihat kepergiannya tapi aku tak bisa. aku menghargai Irfan. meskipun sedikitpun aku tak mencintainya tapi bukan berarti aku tak menghormati perasaannya.


" kita langsung pulang ya" rengekku pada Irfan


" kau tak mau makan dulu??" tanya dia


" nggak ah,,,lain kali saja ya"


" janji ya ,,, suatu saat kita jalan bareng,,makan bareng diluar ya" jawabnya tetap semangat


" yeeee,,, kamu itu selalu dibikin janji"


" kalau gak gitu kapan kamu mau diajak keluar bersamaku cuma berdua"


" siapa yang bilang mau berdua,,, nanti kita ajak Lulu" ucapku sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


" selalu saja ada alasan" ucapnya melemah


" Fan...Fan kau itu baik banget . seberapapun aku menjengkelkan hatimu ...kau tetap bersabar , maafkan aku Fan" ucapku lirih entah dia mendengar atau tidak tapi aku tulus meminta maaf padamu.


__ADS_2