
Masih seperti biasa,,, Matahari pagi dibulan juli hangat menyapa. hari ini pembagian kelas bagi siswa baru termasuk aku.
" Lulu ...mudah- mudahan kita sekelas ya" ujar aku ketika kami sedang baris
" iya,,kalau kita sekelas kita kita duduk satu meja ya" jawab lulu penuh semangat
"pasti dong" ucap aku tak kalah semangat
" aku juga berharap bisa sekelas dengan mu" bisik seseorang kepadaku. aku melirik arah suara tersebut. dia lagiii. ia berdiri tegap dibelakangku entah sejak kapan yang jelas aku tak menyadarinya.
" hai Ram...sejak kapan kau berada dibelakangku?" tanya aku pada dia
" bebaskan mau dimana juga" ia berceloteh sambil tersenyum
" terserah kau saja ah,," jawabku .
__ADS_1
banyak diantara kami yang melihat keberadaan dia dengan aku. aku sedikit risih dengan pandangan mereka seakan sedang menerka apa yang sedang terjadi diantara aku dengan Rama.
tibalah pada acara pokok. bapak wakasek bidang kesiswaan membacakan urutan kelas satu persatu. tahun ini kelas satu hingga kelas 1J. aku ,Lulu dan juga Irfan satu kelas di kelas 1b, dan Rama tak tercatat satu kelas dengan kami. Rama tercatat sebagai siswa di kelas 1e.
betapa bahagianya aku bisa sekelas dengan lulu. harapan bisa satu kelas terwujud juga.
" kita sekelas cinta" ucap Irfan mendekatiku hingga hampir memelukku.untung saja ada tangan Rama yang dengan sigap langsung menghalanginya. ada tatapan kurang bersahabat dimata Rama untuk Irfan. ia seolah tak menyukai Irfan.
" siapa sih elo" hardik Irfan
" ya suka - suka gue dong" jawab Irfan semakin membuat Rama geram
" ya gak gitu juga kali" timpal Rama
" emang siapa elo sih Sya? " tanya Irfan pada Meisya
__ADS_1
" dia temanku " jawabku dengan penuh hati- hati.
ada raut kecewa diwajah Rama ketika aku menyebutnya sebagai teman. ya sebagai teman . memangnya aku harus bilang apa? haruskah aku mengenalkannya lebih dari sebagai teman? . tanyaku dalam hati. lagi- lagi hanya dalam hati.
kami semua bubar, setelah acara pembagian kelas selesai. kami mencari tempat kelas masing- masing.
" kau tidak mencari kelasmu? " tanyaku pada Rama karna ia malah berjalan mengikutiku bersama Lulu
" aku akan mencari dulu kelasmu" jawabnya enteng tanpa beban.
aku hanya saling pandang bersama Lulu. " ada apa dengan orang ini?" tanyaku dalam hati.
tak lama kemudian aku segera menemukan kelasku. aku merasa girang bersama Lulu.hingga melupakan sosok yang tak dipungkiri telah menemaniku mencari dimana kelasku. hingga sampai di depan pintu kelasku aku menoleh kebelakng, kearah Ia yang dengan setia menungguku hingga aku masuk kedalam kelas. Rama tersenyum manis kepadaku. lagi- lagi senyuman yang sudah kudambakan setiap hari. senyuman yang sudah membuat hatiku berdesir, merona dan terpana.seketika wajahku serasa panas, sesaat aku merasa tersipu. aku pun memberikan senyuman termanisku untuk dia. kulangkahkan kakiku kedalam kelas, kulirik lagi ia dibelakangku dan tak lagi kudapati sosoknya , ia sudah pergi. dan entah kenapa ada rasa hampa menyeruak didalam jiwa
" seandainya ia sekelas denganku" bisik batinku.
__ADS_1
kemudian aku duduk satu meja dengan Lulu sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. aku bahagia bisa tetap bersama sahabatku Lulu. aku senang sekali bisa tetap bersamanya meskipun kebahagiaanku rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran Rama dikelasku