CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
PENUH PILU


__ADS_3

Daun pintu itu terdengar berdecit ketika dibanting dengan begitu kuatnya. kemarahan terlihat dalam raut wajahnya. merah padam menghiasi setiap tatapannya.


" kau sudah mengecewakan ibumu!!!" bentaknya saat memasuki ruang keluarga.


" apa yang ibu ajarkan , mana peraturan ibu yang sudah ditentukan?? kemana rasa patuhmu yang selama ini ibu banggakan. ibu benar - benar kecewa!!! sangat kecewa!! anak kebanggaanku berani melanggar peraturan hanya karena seorang wanita!!!" begitulah ungkapan kemarahan ibunya Rama.


" maafkan aku bu....!!!"


" kemasi barang - barangmu!! kita pindah dari sini,, kau akan pindah sekolah!!!"


" jangan buuu... aku mohon!!! "

__ADS_1


" harus apalagi yang ibu lakukan untuk menghalangimu!!!"


" aku mencintainya,, sampai kapan pun itu. meskipun ibu memindahkan sekolahku aku akan tetap mencintainya,,, akan tetap mencarinya"


" bagus !!! sekarang kau sudah berani menantang ibu ya!!!"


" bukan menantang buuu tapi aku membela diri. aku tak ingin sikap ibu membuat aku menjadi pribadi yang egois"


" ibu capek menyadari kau tak menghormati ibu. kau berani sekali menyambangi rumah perempuan berdua- duaan dengannya. dimana muka ibu???"


" ini memang harus segera diakhiri . bagaimana pun caranya. ibu takut terjadi sesuatu diluar kendali ibu" teriak ibunya.

__ADS_1


" jangan pisahkan aku dan Meisya.. aku mohon bu. mengertilah kali ini saja. aku janji aku akan lebih giat belajar, aku akan fokus pada tujuan ku, meskipun aku memiliki kekasih"


" tidak!! sekali tidak tetap tidak!!! jika kau melanggar peraturan ibu, bagaimana dengan kania?? kau kakaknya , kau panutannya. kau mengecewakan ibu itu sama dengan mengecewakan kania. jika kau mampu melakukan kebohongan dibelakang ibu bagaimana dengan kania. ibu tak ingi kalian hidup dalam kekacauan. pahami itu"


" ibu cuma tahu peraturan dan keinginan tapi ibu tidak paham realita kehidupan!!" ucap Rama sambil berlalu meninggalkan ibunya yang masih diselimuti kemarahan.


Rama masuk ke kamarnya. ia membantingkan tubuhnya diatas tempat tidur. ia marah,, ia kecewa,, ia sakit . ketika semua yang ia inginkan , ketika ia ingin dimengerti justru tak bisa dipahami. ia ingin memberontak,, ia ingin pergi,, ia ingin menikmati kebebasan seperti seekor burung yang bisa kapan saja terbang dan bersiul dengan riang. terbayang semua yang sudah ia lalui... semenjak masuk TK hingga kini SMA ia selalu dituntut untuk jadi yang pertama hanya untuk sekedar menjadi kebanggaan ibu saat berkumpul dengan keluarga besarnya. tak peduli ia sedang ingin dan tak ingin belajar ibunya selalu mengharuskannya belajar hingga kadang Rama merasa jenuh dengan berbagai buku. les ini itu dilakoni tanpa dapat terelakan hanya demi tuntutan beliau yang ingin mengetahui diman letak kemahiran Rama.


" aku lelah bu,,, "


" ayahhhh,,, kenapa ibu sekejam ini padaku?? apa aku salah mencintai seseorang??"

__ADS_1


" begitu sulit aku memperjuangkan cintaku. tiap kali aku hendak meraihnya cobaan datang dan datang lagi. kapan aku bisa memiliki cinta ini seutuhnya? tiap kebahagiaanku bersamanya kenapa harus diakhiri dengan penderitaan yang mengharuskan aku untuk meninggalkannya??"


" Syaa,, kenapa cinta kita teramat sulit untuk dimiliki? dimana letak salahnya aku dan kita?? diantara orang - orang yang begitu bebas menikmati cinta, justru kita selalu dipisahkan dengan keadaan??? Meisya,,, mungkinkah kau jodohku?? apa kau masih peduli dengan rasa cintaku?? setelah sekian kali aku patahkan harapanmu,, setelah sekian lama kita saling menunggu tapi kenyataan selalu menjadi kendala,, sudikah kau menungguku hingga menjadi Rama yang diharapkan ibuku??" jerit batin Rama penuh pilu.


__ADS_2