CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
HARUS MENJAUH


__ADS_3

Kepergian Tiara meninggalkan sebuah rasa dalam hatiku. Aku bersyukur ada seorang Irfan yang mencintaiku sekaligus menghargaiku. kadang aku menyalahkan hatiku kenapa tak kunjung mencintainya walau sedikit. rasanya tak ada cela didiri Irfan. ia mencintaiku meski tanpa balas, hingga dikorbankan nama baiknya hanya untuk menjaga kebaikanku.


" harusnya kau tak usah melakukan itu"


gumamku pada diri sendiri. terbayang saat itu ia bersama Tiara diseberang kelasku, sedang bercengkrama dengan sangat bahagia,, tangan mereka saling menggenggam seolah itu benar - benar alami ternyata itu hanya pura - pura demi diriku.


" siapa tadi Sya,,,?? rasanya ayah baru lihat dia" tanya ayah mengagetkan lamunanku.


" dia Tiara yah,,, adik kelas Meisya" jawabku.


" mamah juga baru lihat dia"


" dia memang baru kesini lagian aku gak terlalu mengenal dia mah"


" ada apa dia datang kemari?" tanya mamah sedikit menyelidiki.


" cuma main doang mah"

__ADS_1


" yakin??" tanya ayah ikut nimrung.


" iya yah,,, mah sebenarnya dia itu pacar baru Irfan" jujurku penuh ragu.


" oya???? sejak kapan??" tanya mamah sangat terkejut.


" tak tahu ahh,,, dia kesini ... intinya minta izin sama aku untuk menjalin hubungan dengan Irfan,, ya aku izinin kenapa tidak?? toh Irfan sahabat aku bukan siapa- siapanya aku " jawab aku jujur dalam segalanya.


" terus sekarang kamu gimana sama Rama?" tiba - tiba ayah menanyakan hal itu.


" kok ayah nanya yang itu. kita lagi ngobrolin Tiara kan??"


" ayah tahu darimana ?? pasti mamah yang bilang ??" tanyaku sambil mendelik ke arah mamah. yang kulihat ia cuma tersenyum.


" ayahmu juga berhak tahu perkembangan putrinya" bela mamah.


" ahhh bikin aku malu sama ayah. padahal ini kan cerita kaum perempuan,, nyesel deh aku curhat sama mamah" aku pura - pura merajuk.

__ADS_1


Mamah langsung memelukku dan membelai rambutku.


" mamah sama ayah akan selalu mendengarkan curhatanmu apapun itu. kami sebagai orang tua akan menjadi kawan terrbaikmu juga. mungkin lebih baik daripada Lulu" ucapnya begitu bijaksana.


aku memeluknya. dalam hatiku aku sangat...sangat bersyukur karena sudah dikaruniai orang tua sebaik mereka.


" apa kau begitu mencintai Rama??" tiba - tiba mamah menanyakan hal itu dengan serius.


" ya.. aku menyayanginya.." ucapku begitu jujur dihadapan mereka.


" bisakah kalian terpisah dulu,,, hanya untuk saat ini saja. bisakah kalian saling menjauh dulu satu sama lain?? untuk kali ini saja!!" ucap mamah begitu serius. aku melongo, aku terperanjat, aku terkejut mendengar permintaannya. bagai geledek disiang bolong. aku terpukul mendengarnya. aku menatap mamah bergantian menatap ayahku. mereka melihatku sama sepertiku dengan tatapan penuh keterkejutan.


" apa gak salah denger mah?? tiba- tiba nyuruh aku menjauh dari Rama. apa alasannya??" tanyaku hampir saja diiringi tangisan yang sudak menyesak di dada.


" tak ada alasan cuma ingin agar kau fokus dulu sama pelajaran. lagian kamu baru putus sama Irfan . apa kata temen- temen kamu. mungkin mereka mengira gara - gara Rama lagi"


" aku tak peduli ,,, toh Irfan juga sudah punya gebetan saat masih bersamaku" aku mencoba membela diri.

__ADS_1


" maafkan mamah nak!!" ucap mamah terdengar samar.


" sejak kapan kalian mempermasalahkan semua ini?? sejak kapan kalian bersikap seperti ibunya Rama??" aku bicara tanpa kendali. aku keceplosan mengatakan semua itu. aku menyesal sangat menyesal!!!


__ADS_2