CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
BELAJAR MENGABAIKANNYA


__ADS_3

Tempat ini... lorong yang terbentuk antara ruang .... dan ruang... seakan sudah ditakdirkan untuk menjadi saksi perjalanan kisah cintaku bersama Rama. tentunya juga bersama gerbang sekolah dan pak satpam😁. saat kami berdua seolah siswa yang lain tak boleh melewati tempat ini. alam seakan memberi izin pada kami untuk memberikan waktu mengungkapkan apa yang sedang menjadi kemelut kami.


" kau marah padaku karena hari sabtu aku tak kerumahmu?? maafkan aku!!!" ucapnya meyakinkan.


" aku tak marah padamu" ucapku datar.


" tatap mataku... kenapa sedari tadi kau selalu buang muka" pintanya. aku tak bisa memandangnya,,, dia terlalu mempesona untuk kupandang dalam marah.


kemudian dia memperkuat genggaman tangannya hingga sontak saja aku melirik kearahnya.


Ia tersenyum manja,, ia menatapku sendu. ada cinta ada rindu ada kasih semua terpancar dalam sinar matanya.


" mana mungkin aku marah padamu" ucapku lirih membuat cintanya semakin berkobar.

__ADS_1


" tahukah kau... aku sangat merindukanmu.. aku seakan gila karena perasaan ini" ucapnya lagi sambil memainkan jari jemariku.


Aku menatapnya,, aku membiarkan tatapan ini terpaut seperti biasanya. ternyata karena cinta aku bisa bahagia hanya karena menatapnya saja. sesaat aku melupakan kemarahku pada mamahnya. sesaat aku melupakan kecemasan mamah padaku untuk sesaat akupun melupakan benteng kekuatan yang sudah kubangun sejak pagi tadi.


" jangan begini... ini salah" ujarku seolah memperingatkan diri sendiri.


" apa yang salah" ucapnya penuh tanya.


" ya salah... aku mau ke Lulu malah terjebak disini" ucapku mengalihkan pembicaraan.


aku mengangguk.


" perlu kuantar??"

__ADS_1


" tidak perlu. aku bisa sendiri"


" bisakah kau disini saja hingga istirahat usai??" hatiku segera saja mengiyakan. karena sebenarnya aku tak ingin beranjak meninggalkannya.


" jangan pernah meninggalkanku.. aku mohon tetaplah disini bersamaku" pintanya lagi.


sekarang aku tahu apa maksud dari ucapannya. tiap kali dia pinta agar aku tak pergi darinya. mungkin karena ia sudah tahu diantara kami sekarang ada jurang pemisah yang bisa memisahkan kami kapan saja.


" baiklah.. aku disini" ucapku pasrah.


kebahagiaan dia terlihat jelas diraut wajah tampannya. ia mempesona . masih saja aku terpana kala memandang indah bola matanya. harusnya aku mulai membencinya,, harusnya aku mulai mengabaikannya,,, mengabaikan sosoknya,, mengabaikan perasaannya mengabaikan cinta kami yang semakin hari semakin terpatri kokoh dalam hati. seharusnya aku mulai tak mengindahkan rasa yang sungguh tak bersalah ini. kami saling mencintai tapi kenapa kami seolah menjadi pendosa dalam cinta. kami bahagia tapi kebahagiaan ini menjadi kekecewaan bagi orang tua kami. aku sempat berpikir mungkin cinta kami cinta yang egois,, karena tiap kebahagiaan kami menjadi kekecewaan orang tua kami.


Kami termenung . kami hanya menikmati keheningan yang hadir diantara kami.

__ADS_1


" hari ini ku izinkan kau bersamanya. kedepannya kau harus lebih kuat hati untuk belajar menghindarinya" bisik hatiku yang paling dalam.


Ingin ku ungkapkan segala keresahan dalam hati. ingin ku katakan apa yang telah terjadi tanpa sepengetahuannya. ingin ku katakan kalau ibunya menemui ibuku. tapi aku segera mengendalikan segala kekecewaanku . bel masukpun berdering aku segera melangkahbpergi tanpa menghiraukan dia yang berjalan di belakangku. aku harus terbiasa dengan ini. aku harus bisa tanpa dia dihatiku. aku mencintainya tapi aku lebih menghargai perasaan kedua orang tuaku. aku ingin memperjuangkan cintaku tapi aku terlalu lelah dengan semua ini. kubiarkan kaki ini melangkah tanpa dia. meskipun hampa tapi kucoba tetap tegar.


__ADS_2