
Semakin hari aku semakin berani mengacuhkan Irfan. aku ingin ia terbiasa dengan sikap acuhku. aku tak ingin lagi memberi harapan palsu. aku ingin Irfan menyadari bahwa aku tak bisa mencintainya. aku Ingin Irfan menjauh dariku dengan sendirinya.
" beberapa hari ini ada yang beda dengan sikapmu" katanya saat di perjalanan pulang. Lulu melihatku penuh arti. ia berjalan mendahului kami padahal sesungguhnya aku tak ingin Lulu pergi mendahului.
" perasaanmu saja kali"
" kau sering mendiamkanku,, kau mengacuhkanku ,, kau sering mengusirku"
" saat ini aku sedang nyaman sendiri "
" kau merasa terganggu dengan kehadiranku"
__ADS_1
aku tak menjawabnya. aku tahu semua jawabanku akan menyakitinya.
" kadang aku sering berpikir apa yang salah denganku, aku sudah mencintaimu lebih, aku telah memberikan semua yang ku mampu, aku sudah mengerti semua kemauanmu, aku sudah begitu sabar untuk memahamimu" aku hanya diam semua itu benar adanya.
" aku selalu berharap suatu saat mata itu akan bersinar seperti saat kau memandangnya,, bibir itu akan tersenyum manis seperti kau tersenyum padanya,, aku selalu memberi harapan pada hatiku mungkin esok atau lusa kau akan mulai mencintaiku"
aku sedih mendengar semua pernyataannya. aku sudah membuat ia begitu menderita.
" aku lelah Sya... apa aku memang harus berhenti mengharapkan itu semua??"
tapi aku tak jua menjawabnya.
__ADS_1
" sekarang aku benar - benar lelah untuk semuanya" ucapnya lagi sambil segera berlalu dariku. kini ia meninggalkanku . untuk pertama kalinya ia tega melakukan hal seperti ini. benar mungkin ia sudah sangat lelah dengan permainanku. ia sudah bosan dengan semua kelakuanku. tapi satu hal yang harus tahu Fan bahwa aku menghormatimu sebagai sahabatku.
Meskipun aku ditinggalkan seorang diri aku tak merasa sakit justru aku sedikit lega mungkin kini Irfan sudah mulai menerima kenyataan bahwa aku tak bisa mencintainya. mungkin esok atau lusa ia bisa memutuskan belenggu cinta ini. aku tak ingin terlalu lama menyakitinya. tapi aku tak ingin menjadi orang yang pertama memutuskan hubungan cinta ini. biarlah Irfan sendiri yang menentukan aku tinggal menunggu waktu.
Kaki ini mulai berjalan menikmati kesendirian. aku menyusuri jalan yang sudah begitu akrab dikakiku.
" permisi ,,, kami duluan ya" ujar seseorang dari belakang dengan gaya centil.
Aku sempat kaget saat kulihat siapa dia. Rama sedang berjalan didepanku bersama seseorang yang ku kenal . ia yolanda salahsatu dari genk hits. lagi - lagi bersama dari genk itu. aku sempat geram, aku marah akupun sakit hati. tapi aku mencoba tetap kuat . aku tak ingin kelihatan lemah dihadapan siapapun. apalagi di depan Rama. terlihat Rama sedikit melirikku dan kemudian ia kembali lagi dengan yolanda seakan ia tak menyadari bahwa di belakangku ada aku .
" rasa apa yang ada dihatiku?? mungkinkah ini balasan atas sikapku pada Irfan? apakah Rama memanas- manasiku karena kemarin aku masih jalan sama Irfan??"
__ADS_1
" mungkinkah ini karma?? balasan apa yang sudah kutanam?? ternyata begitu sulit jalan cintaku. aku sedang mencoba melepaskan belenggu cinta dengan Irfan tapi Rama tak berusaha memahami setiap usahaku" ucapku dalam hati menemani tiap langkahku dalam kesendirian.
" aku menyesal kenapa saat itu aku menerima cintanya Irfan . kenapa tak ku tolak langsung saat ia mengatakan mencintaiku...ahhhh penyesalan itu datangnya selalu di belakang"gerutuku entaah pada siapa. dan kini aku menyadari sepertinya aku menyesal mengenal cinta kalian.