CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
TERULANG LAGI


__ADS_3

" Hai.. kau sakit lagi??" sapaku pada Rama ketika kelas telah kosong.


kami seperti sudah janjian sengaja membiarkan teman sekelas kami melesat pergi dan kami berdua masih berdiam diri di kelas.


" tidak. aku baik - baik saja" ucapnya sambil tersenyum.


" kenapa kau terlihat lesu begitu?"


" karena aku terlalu merindukanmu"


" ehhhh gombal lagi" jawabku tersipu.


" aku merindukan ini" katanya sambil meraih tanganku dan menggenggamnya.


" ayo kita pulang" ajakku padanya.


" yakin kita pulang bersama,,?? bagaimana dengan Irfan??"


" dia sudah lama mengabaikanku " jawabku datar.


" kau sedih???"


" tidak. harusnya dari dulu ia mengabaikanku"


" mungkin karena aku ia mengabaikanmu"


" karena kau yang tak bisa hilang dari pikiranku"

__ADS_1


" benarkah sayang??? aku benar - benar merasa tersanjung mendengarnya" dia terlihat begitu bahagia. hingga ia berdiri dan mengajakku pulang bersama.


" lepaskan dulu tangannya,, ini di sekolah . tak baik. nanti jadi omongan orang " dengan berat hati ia melepaskan genggamannya.


" bolehkah nanti aku ke rumahmu??"


" jangan!!! dilarang selain hari sabtu !! oke!!"


" ya masih lamaaaa" jawabnya manja.


" meskipun lama kita masih bertemu disekolah dikelas pula"


" tapi rasanya beda,,, dikelas itu aku cuma bisa curi- curi pandang. sementara kamu tak pernah menatapku"


" mau ku pandang seperti apa,,, apa harus seperti ini??" tanyaku sambil langsung menghadap dia dan menatap indah bola matanya. aku terpesona. cintaku semakin membuncah jika aku sudah menatap dia. menggemaskan sekali sosok tampan yang ada didepanku.seakan aku ingin menyerahkan segalanya untuk dia hanya untuk dia. cintaku,, rinduku dan seluruh jiwa dan ragaku.


" beneran pak mau digantikan piketnya oleh kami?? aku sih mau saja!" Rama malah menjawab seperti itu.


" hustttt kamu!!!" aku menimpali karena aku terlalu malu sama pak satpam karena tingkahku tadi.


" pak kami pulang dulu ya" aku segera pamit padanya.


" baiklah. hati - hati. jaga diri baIk - baik ya!!" ucap dia seakan mengingatkan pada kami.


" iya... makasih" jawabku. Rama cuma tersenyum.


Kami pun segera meninggalkan sekolah. kita berjalan bersama seperti diawal sekolah dulu. aku merindukan masa- masa itu. aku tak menyangka kalau masa itu akan terulang lagi. tapi kali ini ada yang berbeda, Rama sekarang berani menggandeng tanganku. ia menggenggam tanganku tanpa terlepas sedikitpun.

__ADS_1


" aku takkan melepaskan genggaman ini hingga tiba di persimpangan jalan kita"


" bagaimana kalau aku tak ingin melepaskannya" jawabku semakin berani.


" kau pintar menggodaku"


" kau yang mengajarinya"


" kalau tak ingin terlepas berarti diantara kita harus ada yang ikut ke rumah salah satu dari kita. antara kau ikut kerumah ku atau aku ikut ke rumahmu" jawabnya tak kalah menggoda.


" jangan!!! belum saatnya kita sedekat itu" aku segera menyadarkan pikirannya dan juga pikiranku sendiri.


" kenapa Lulu sering pulang duluan??"


" katanya dia tak ingin menjadi penghalang bagi kita"


" baik sekali sahabatku yang satu itu" ucap Rama penuh sukur.


" kenapa saat kau jalan sama Irfan ia selalu menyertai kalaian?" tanya dia


" karena aku tak ingin jalan berdua dengannya"


" thanks sayang!!,, aku semakin yakin kau hanya mencintaiku"


" tunggu dulu... kenapa kau tahu aku jalan sama Irfan selalu ada Lulu??" tanyaku penasaran.


" kan pernah aku bilang jika setiap pulang sekolah itu aku selalu membuntuti kalian"

__ADS_1


" maaf,,, aku telah membuat kau terluka" ucapku lirih. tak lama kemudian tangan ini tak lagi digenggamannya . kami terpisah karena jarak yang memisahkan . tapi kebahagiaan kami tetap terpatri rapi disanubari.


__ADS_2