CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
RINDU


__ADS_3

" kak Meisya disuruh ke ruang ...." teriak adik kelas dari ambang pintu.


" siapa yang menyuruhnya???"


" aku kurang tahu"


akupun segera pergi menyambangi ruang tersebut. ternyata sepi tak ada siapapun. aku mencari cari tetap saja tak terlihat ada orang disana.


" siapa sebenarnya yang nyuruh aku kesini??" gerutu hatiku.


" kau cari siapa??" tanya seseorang yang sudah ku tebak hanya dengan mendengar suaranya. aku meliriknya dan benar saja dia sedang berdiri bersandar pada dinding ruangan melipatkan kedua tangannya di dada.


" menggemaskan sekali" ucapku dalam hati.


" tadi ada yang nyuruh aku kesini tapi dicari- cari gak ada orang"


" penggemarmu kali"


" kayaknya iya,,, penggemar rahasia" jawabku memancing kecemburuannya.


" kau senang sekali buat aku cemburu"


" cemburu pada penggemar rahasia??" tanyaku malah membuat ia semakin cemburu.


dia mengangguk.


" aku senang sekali melihatmu cemburu ,,, lebih senang lagi kalau kau tersenyum manis padaku" ucapku penuh rayu hingga akhirnya ia tersenyum sangat manis.


" aku rindu,,, sangat merindukanmu"


" ah gombal dari tadi kita ada dikelas yang sama masa masih rindu"

__ADS_1


" karena di kelas kita tak bisa ngobrol seperti ini"


" jangan- jangan tadi yang nyuruh aku kesini itu kamu ya??"


" kalau iya kenapa?? " jawabnya curang


" iihhhh dasar!!! kirain siapa."


" kau kecewa penggemar rahasiamu adalah aku?"


" tidak!! sejak kapan kau mengagumiku??" tanyaku bercanda.


" sejak dari awal aku menatap matamu ,melihat senyuman manismu, melihat paras cantikmu, sejak itu aku mengagumimu Meisya Wijaya" ujar dia sambil melangkah maju kehadapanku, menatap padaku, menggenggam tanganku.


" sejak kapan itu??" tanyaku masih penasaran


" sejak aku melihatmu didepan gerbang ,, saat kita baru dua hari masuk sekolah,, hingga saat ini aku semakin tergila - gila padamu"


" kau anggap perasaanku main- main??"


" tidak juga . tapi aku mencoba membatasi diri. lagian ini disekolah. mendingan kita ke kelas" ucapku yang sudah merasa gerah tak karuan karena melihat tatapan mautnya.


" kau duluan"


" baiklah aku duluan ya,,, rindumu sudah terobati kan??"


" sedikit!!" jawabnya sambil tersenyum.


aku segera berlalu meninggalkannya. jauh didepanku aku melihat sosok yang ku kenal sedang berjalan menjauhiku. aku tahu dia. mungkin pula tadi ia mengikutiku. aku ingin berteriak memanggil namanya tapi tak kulakukan karena aku tahu saat ini ia dipenuhi kemarahan padaku.


aku berbelok ke kelas Lulu. kudapati ia sedang bersama rekan sekelasnya.

__ADS_1


" sini" teriaknya tatkala ia melihat kehadiranku. aku langsung menuju meja dimana ia sedang duduk.


" darimana?? tadi aku ke kelasmu kau tak ada"


" tadinya aku mau ke perpustakaan tapi gak jadi ,,lantas ke sini" jawabku gelagapan.


" kau sudah ke kantin??"


" belum"


" kau lapar??"


" sedikit tapi lagi malas kemana- mana"


" takut ketemu Irfan??" tanyanya bercanda untung saja sudah gak ada yang lain.


" kenapa mesti takut" jawabku datar.


" harusnya kau tuntaskan dulu dengan Irfan baru kau bersama Rama. kasihan dia"


" bukan harus aku tapi dia yang berhak melakukan itu. tahu aku sama yang lain malah mengacuhkanku"


" dia tak ingin membuat kau kecewa"


" dia membuat aku semakin berdosa padanya"


" putuskan saja dia" saran Lulu.


" apa alasannya? haruskah aku bilang karena aku sudah mendapatkan cinta Rama??"


" ya jangan,, bilang saja maaf karena tak bisa menjalin kebersamaan untuk selamanya"

__ADS_1


" uhhhh itu terlalu basa basi " ujarku pada Lulu.


__ADS_2