CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
TAK BISA BOHONG


__ADS_3

Kini hariku semakin kelabu. aku berusaha tegar saat sedang bersama Lulu dan orang tuaku. Irfan kini sudah mulai menjauh dari hidupku. hubungan kami belum tentu arah hendak dibawa kemana. status kami masih menggantung tanpa tahu sampai kapan. adapun Rama aku mencoba menghindarinya. setiap kali tatapan kami bertemu aku segera membuangnya kelawan arah. aku tak tahu apakah Rama tahu ibunya menemuiku atau tidak. dia sering sengaja melewati mejaku tapi aku seolah tak melihatnya. dia sering menyapaku tapi aku hanya tersenyum kepadanya. aku sengaja pergi kesekolah agak siang hanya ingin menghindari Irfan dan Rama. begitupun saat tiba waktu pulang aku segera melesat pergi kadang tanpa Lulu. aku tak menerima tlp dari siapapun. sering Rama sengaja menelepon kerumah aku pura - pura sedang sibuk atau sedang tak ada.


" kenapa semua jadi kacau Sya" tanya Lulu


" maksudmu?"


" dulu kau mau menghindari irfan bahkan ingin lepas dari ikatan dengannya hanya untuk bisa bersama Rama. sekarang Irfan sudah mulai menjauh kau malah acuhkan pula Rama. sebenarnya apa rencanamu?"


" aku ingin sendiri"


" benarkah?? apa kau sudah tak berharap bisa bersama Rama?"


" aku tak tahu. yang ku tahu saat ini aku merasa lelah dengan semuanya"


" eh Sya aku lupa nanya sesuatu,, ibu yang nyari kamu waktu itu siapa??"


" ibunya Rama" jawabku jujur.


" benarkah??? apa yang kalian bicarakan??"


" enggak,, beliau cuma ingin tahu yang mana Meisya itu"

__ADS_1


" bener cuma itu?" Lulu masih penasaran. aku mengangguk lesu.


" haruskah aku bilang semua sama lulu??" tanyaku dalam hati.


Aku hanya menarik napas dalam dalam berharap semua yang menjadi beban dihatiku segera menghilang.


" cerita dong sama aku,, janji aku tak akan bilang sama yang lain"


" aku tahu"


" makanya ayo cerita. aku tahu kamu sedang banyak pikiran meskipun aku tak tahu apa yang sedang kau pikirkan"


" tuh kan kamu juga nyadar" ucapnya tersenyum menghiburku.


aku melepaskan pandanganku ke segala arah tanpa tahu apa yang sedang ku lihat. aku terjebak disituasi bimbang dan bingung yang meraja. mungkin ini akhir dari cerita dengan Rama. rasanya aku belum merelakannya. tapi aku tetap harus mengikhlaskannya.


" Sya... jangan bengong!!!!"


" Lu.... ibunya Rama melarang kami bersama"


" benarkah?? apa alasannya?" ucap Lulu terlihat sangat heran.

__ADS_1


" intinya ... beliau tak ingin Rama memiliki hubungan percintaan dengan siapapun sebelum ia meraih cita - citanya"


" alamaaaak kalian itu cuman pacaran bukan harus nikah sekarang juga"


" tapi ibunya tak ingin Rama terjebak dalam cinta ini. beliau memandang perasaan kami hanya sebatas cinta monyet "


" kejam sekali dia,, apa Rama tahu kau bertemu ibunya??"


" sepertinya tidak"


" apa kau katakan padanya bahwa kalian tak menjalin hubungan meskipun kalian saling mencintai?"


" aku mengatakannya. dia bilang meskipun tak ada ikatan tapi dia tahu perasaan Rama terhadapku dan aku tak boleh meresponnya. aku harus mengacuhkannya"


" dia kejam sekali, mungkin karena peraturan itu makanya dia tak kunjung mengatakan perasaannya padamu"


" iya. kania sempat bilang sama aku. dia tak mengatakannya bukan dia tak mencintaiku tapi ia terlalu mematuhi peraturan ibunya"


" ternyata asih ada ya orang tua seperti itu"


" beliau gak salah. beliau hanya ingin anaknya sukses. itu hal yang wajar. aku mengerti apa yang beliau pikirkan dan hawatirkan" jawabku pada lulu.

__ADS_1


__ADS_2