CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
BERMANJA PADANYA


__ADS_3

Terdengar suara ketukan pintu dari arah ruang tamu saat aku sedang asyik menonton sebuah drakor romantis. tadinya aku enggan membuka pintu. mungkin saja kalau aku tak membukanya ia akan pergi dengan sendirinya.


tapi ketukan itu terdengar lagi hingga aku mau tak mau membukanya.


" kau!!!" sambutku dengan memasang wajah kecewa.


" ya ini aku,,,!" jawab orang itu.


" aku sedang tak ingin menerima tamu apalagi sekarang mamahku lagi tak dirumah"


" aku mohon sebentar saja. aku tak bisa tenang lihat kau marah padaku"


" siapa yang marah??" tanyaku masih dengan nada ketus.


tapi ia tak tinggal diam . ia malah mendekat kearahku hingga pintu itu terbuka dengan sendirinya. aku menutup pintunya dengan perasaan tak karuan. antara bahagia, senang dan takut yang tiba- tiba merasuki denyut nadiku.


" ini salah . jelas ini sebuah kesalahan, aku membiarkan seorang laki- laki masik kerumah tanpa kehadiran mamah" ucapku dalam hati.


" baiklahhhh tenangkan hatimu Meisya..jangan terbawa suasana. nanti setelah beres masalahnya suruh dia pergi" ucaap batinku pula saat sedang mengambil secangkir teh untuknya.

__ADS_1


" kau masih marah padaku???" begitu tanyanya saat kami sudah duduk diruang keluarga. aku hanya diam . sulit untuk menjawab pertanyaannya. teringat kembali apa yang terjadi disekolah tadi. tentang sikapnya yang tetap pengecut . tentang sikapnya yang tak jua mengungkaplan perasaanya di depan orang lain.


" haiii, kau malah bengong. apa kau masih marah??" tanyanya lagi seolah aku tak mendengar pertanyaannya tadi. aku menggeleng.


" kalau sudah tak marah,,, mana senyumanmu yang selalu kurindukan"


" kau itu tahu saja kelemahanku" ucapku seolah sedang mengigau.


" aku mencintaimu.. kau harus yakin dengan perasaan dihatiku"


" haruskah aku percaya padamu??"


" kenapa kau tak pernah berani bilang mencintaiku didepan teman- teman kita??"


" apa semua itu perlu dilakukan ,, setelah semua orang tahu betul kalau aku mencintaimu??"


" aku butuh pengakuan,, salahkah??!!"


" sayang kenapa semua jadi dipermasalahkan??"

__ADS_1


" bukan dipermasalahkan tapi aku sempat berpikir kalau kau mungkin malu mencintaiku"


" apa yang kau bicarakan?? aku bangga mencintaimu. aku bangga bisa mendapat cintamu. tapi aku malu jika harus dengan lantang menyatakan cinta didepan semuanya. aku bukan Irfan. mungkin dia begitu berani saat mengatakan perasaannya padamu tapi aku bukan dia" jelas orang itu yang tak lain Rama.


" dia lagi dia lagi yang kau sebut saat di depanku.!!" ucapku agak meninggi saking kesalnya.


" sayang.... cintai aku begini adanya. aku mohon!! jangan marah,,, jangan berpikiran yang tidak - tidak . aku mencintaimu . harus berapa kali aku mengatakannya. bukankah hanya itu yang kau inginkan dari dulu?" ucap dia seraya memelukku.


kini aku dalam pelukan hangatnya. sesaat kami terdiam hanya hening yang terasa hingga detak jantung dan deburan napas kami seakan terdengar saling berburu.


" kau percaya padaku??" ucapnya sambil ia melihat wajahku yang ada dibawah dagunya. aku hanya mengangguk.


" hal ini yang membuat aku nyaman. memelukmu aku bisa melupakan segala kerumitan dalam hidupku. rasanya saat denganmu aku menjadi pribadi yang sesungguhnya " ucapya seakan terharu.


" tapi ... maaf .. kau tak bisa lama- lama disini . mamah sedang pergi takutnya jadi bahan pergunjingan orang - orang"


" baiklah aku mengerti" jawab ia sambil tersenyum . ia berdiri diikuti oleh aku. ia memelukku. kami saling berhadap - hadapan. tanganku bergelayut manja dipundaknya. mata kami saling beradu. tangannya meraih pingganggu. indah sekali yang kurasakan saat ini. dimana deru jantung bergejolak, rasa cinta yang membara, rindu yang belum sirna dan pandangan mata satu sama lain saling tertuju. aku mencintainya!!!! aku tergila - gila padanya. aku mohon jangan biarkan ia pergi dari hadapanku saat ini. aku ingin tetap dalam pelukannya dalam kemanjaanku padanya.


" Rama!!!!! ayo pulang" tiba - tiba teriakan seseorang membuyarkan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2