
Kulirik asal datangnya gulungan kertas itu. tak salah lagi dari siapa asalnya. ia sedang melihatku tajam. aku mengabaikannya. ada yang menggelitik dalam hatiku .
" mungkinkah ia sedang CEMBURU???" Tanyaku dalam hati. selalu saja dalam hati. aku hendak membalas kertas itu tapi aku membatalkannya.
" kau mau ikut Lu?" tanya Irfan saat diperjalannan pulang
" kemana?" tanya Lulu.
" Meisya ingin beli novel baru"
" kata siapa aku ingin novel baru? yang kemari saja belum tamat aku baca" jawabku sedikit ketus.
" kalian saja ,, aku masih tahap penyembuhan takutnya sakit lagi"
" kalau kamu gak ikut lebih baik gak jadi. " ucapku.
" Sya....jangan begitu! aku jadi gak enak hati"
" baiklah kalau kamu gak mau ,,,gak usah jadi" Irfan sedikit kecewa.
" baiklah...tapi cuma beli novel ya" kataku menyanggupi. Irfan langsung terlihat senang.
__ADS_1
Kami pun berpisah. Aku bersama Irfan pergi ketempat novel paforit Irfan. memilih apa yang hendak ku baca.
" ini bagus ,,coba kamu lihat sinopsisnya"
kata Irfan seraya menyerahkan 3 novel.
" gak usah banyak- banyak satu juga cukup"
" kamu mau yang mana?"
" ini saja" jawabku asal. dia mebeli 2 novel satu untukku satu lagi untuk dia. setelah itu aku segera mengajak Irfan pulang dengan alasan takut mamahku marah karena aku pulang terlambat.
ketika diperjalanan pulang aku menyadari ada sosok yang membuntutiku. aku tahu siapa dia. entahlahhhh kenapa dia selalu saja ada disetiap keberadaanku bersama Irfan. atau ini hanya kebetulan??
" siapa yang bengong?" ujarku balik bertanya
" jangan melamun nanti kesambet lho"
" ah bisa saja!"
" bener gak makan dulu?"
__ADS_1
" gak ah.. ini udah terlalu siang"
" kita beli ice cream ya"
" baiklah"
aku memilih ice cream yang sedang ingin ku makan begitupun dengan Irfan . haus - haus gini dikasih ice cream ahh nikmatnya. tanpa sadar ada yang menepel di hidungku . dan dengan penuh kasih sayang Irfan mengusap dengan tangannya. degggg!!! aku terkejut atas perlakuannya yang lebih terkejut lagi aku memikirkan perasaan orang yang selalu membuntutiku bagaimana perasaan dia saat ia melihat Irfan mengusap hidungku.
seketika aku diam. seketika terasa hambar ice cream ini. ingin aku membuangnya tapi kulirik Irfan yang sungguh begitu senang karena bersamaku. aku memandangnya ,,,memandang raut yang begitu bahagia,,, wajah yang selama ini selalu menghiburku,,,sosok yang selama ini mengerti aku,,, seseorang yang selama ini mendampingiku.
" dimana akal pikiraanku saat aku bersama rama dan terbuai dengan segala hal tentang Rama? dimana akal pikiranku saat aku dipelukan rama padahal Irfan kekasihku?". aku tak mengerti kenapa aku begitu sulit mencintai Irfan??
" kau sedang melamun lagi nona?" tanyanya seraya masih bercanda.
" aku sedang melihat mu makan ice cream bukan melamun tuan" akupun bercanda.
" seganteng itukah aku hingga membuat mu terpana menatapku?"
" geer kamu..." candaku begitu gemas
untuk pertama kalinya aku merasa nyaman jalan bersama Irfan . untuk pertama kalinya aku tak menghiraukan dia yang selalu mengikutiku dari belakang. mungkinkah ini awal yang baik? mungkinkah aku sudah mulai membuka hatiku untuk Irfan?? .
__ADS_1
tak mungkin!!! seberapa manisnya Irfan, seberapa tampannya dia tetap saja hatiku tak bergetar seperti saat dengan Rama. Irfan baik bahkan sangat baik . aku tak ingin menyakitinya ,,,aku ingin memberi kebahagiaan untuknya.
" Fan ... kau berhak mendapatkan yang lebih baik dariku" gumamku tanpa disadari. Irfan begitu terkejut mendengar perkataanku.