CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
PINDAH


__ADS_3

Dini hari aku sudah bersiap untuk segera pergi. kusapukan pandanganku keseluruh isi kamarku.


" terimakasih sudah menjadi saksi bisu bahagia dan deritaku" gumamku .


Aku segera keluar dari kamarku.


" kau sudah siap" tanya ayah


" sudah Yah"


" tunggu di mobil,, mamahmu masih memeriksa ruangan takut ada yang ketinggalan"


" baiklah" maka berlalulah aku .


Tak lama mobil Ayah melaju membelah dinginnya pagi. aku pergi dengan harapan lebih baik kedepannya. aku harus meninggalkan semua luka yang diderita saat ini. aku termenung,, mataku menjelajah menyaksikan hari yang mulai berwarna karena mentari.


" jangan lupa kita kerumah Lulu dulu" ucapku mengingatkan mereka.


" iya... mana mungkin ayah lupa"

__ADS_1


ya... kami bermaksud menemui Lulu terlebih dahulu. aku tak ingin meninggalkan sahabat baikku begitu saja. tak lama kemudian mobil yang ku tumpangi sampai di depan rumah Lulu. sedihhh,, sangat sedih... aku harus berpisah dengan sahabat yang begitu setia, pengertian dan penuh kasih sayang seperti dia.


" tumben pagi- pagi kalian sudah kesini . ada apa??" tanya Lulu setelah kami masuk kerumahnya.


" nak... maksud kedatangan kami kesini tiada lain buat pamitan padamu juga pada keluargamu. maaf selama ini Meisya sering merepotkanmu" ucap ayah penuh hati - hati.


" apa maksudnya?? siapa yang mau pindah??" jerit Lulu.


" ayah Meisya dipindah tugaskan,, otomatis kami semua ikut pindah" ucap mamah.


" kenapa gak bilang dari kemarin - kemarin Sya??" tanya Lulu padaku. aku tak bisa menjawabnya. aku malah memeluk dia. aku menangis bersamanya. kami serasa tak akan bertemu lagi.


" kau jahat" ucapnya


" aku tak bisa bicara langsung padamu karena akan seperti ini. nangis - nangis atau kau akan bicara pada yang lain rencana kepindahanku"


dia masih menangis tak menghiraukan kata - kataku.


" sudahlah ,,, nanti kalau libur Meisya pasti akan kesini. atau kamu main ,,liburan kesana" ucap mamah menghibur Lulu.

__ADS_1


" semoga kalian betah ditempat yang baru" ucap mamah Lulu. tak lama kemudian kami pamit hendak melanjutkan perjalanan.


" nitip ini buat Rama" ucapku pada lulu sambil memberikan sebuah surat. Lulu pun menerimanya. kami berpisah dengan perasaan sedih yang meraja. untaian doa saling terucap satu sama lain. berat hati bagiku untuk meninggalkannya. mungkin dilain tempat aku tak akan menemukan sahabat sebaik Lulu.


Kami pun segera meneruskan perjalanan. aku merasa hampa. aku meninggalkan penderitaan yang masih menguasai kehidupanku. aku meninggalkan kisah cinta yang tak pernah dimiliki namun aku masih mendambakannya. aku mencintai Rama dan aku tak pernah yakin hatiku bisa memudar untuknya.


" aku masih mencintaimu... sampai kapanpun rasa ini akan ada untukmu meskipun takdir berkata lain. kau yang pertama ku cintai melebihi aku mencintai diriku. aku rela menderita seperti ini untuk dirimu. maafkan aku karena aku harus meninggalkanmu karena mencintaimu. semua ini aku lakukan untuk dirimu." ucap batinku.


" sya.. jangan bengong begitu" ucap mamah mengingatkanku.


" kamu bisa sekali- kali main kesini . ketemu Lulu bahkan Rama" ucap ayah pula.


" aku tak bengong ,, aku lagi mikir mungkinkah di tempat baru aku dapat sahabat sebaik Lulu??"


" dan sebesar cinta Rama??" goda ayah


" ayahhhh jangan ungkit tentang dia"


" jangan seperti Rama... apalagi jika mengenang sosok ibunya. ibu sangat hawatir memikirkannya" kata mamah sambil bergidik.

__ADS_1


" kasihan dia... dia tidak bisa bebas menikmati masa mudanya" ujar ayah sambil menarik napas dalam - dalam.


__ADS_2