
Maka bernyanyilah Irfan dengan suara yang tak pernah diduga oleh siapapun di kelas ini. ternyata....suara irfan begituuuu merduu. semua terkagum kagum dengan suaranya. termasuk juga aku.
semua bertepuk tangan seusai Irfan bernyanyi dengan suara merdunya.
" bagus banget suaramu Fan,, kamu berpotensi jadi penyanyi sungguhan" puji kakak pembina.
" terimakasih kak atas pujiannya" jawab Irfan dengan wajah senangnya
" Sya...Sya bagus banget ya suara dia" kata Lulu
" iya Lu.. coba kalau ia nyanyi lagu cinta pasti aku baper deh " jawab aku tanpa disadari
" ah kamu kaya yang lagi kasmaran"
" Luuu... aku mau banget punya suara bagus kaya dia, biar aku bisa bebas nyanyi tanpa takut diketawain sama orang lain"
" biar bisa ikutan kontes nyanyi di tv ya? " tanya lulu cengengesan
" iya,,, trus aku jadi juaranya trus jadi artis deh " timpal aku
" ah hayalan kamu tinggi banget ya " ujar Lulu sambil tersenyum
__ADS_1
Bel tanda pulang berdering disambut riuh senang semua siswa yang hendak mengakhiri semua kegiatan hari ini. mungkin semua kelas langsung pada bubar tapi tidak dengan kelasku. ada sedikit pengarahan buat kegiatan hari esok .
" besok hari terakhir masa Oreantasi...kalian akan di tes UUD 1945 , untuk itu kalian harus menghapalkannya. " kata kakak pembina
" iya kak " jawab kami serempak
" dan jangan lupa bawa pena hitam sama kertas Hvs besok ada acara ngumpulin tanda tangan semua kakak pembina angkataan tahun ini" sambung kakak pembina
" asyik dong kak,, bisa mengenal kakak pembina grup yang lain" celoteh sindy yang terkenal agak sedikit centil
" tentu" jawab kakak pembina sambil tersenyum
" Meisyaa,,,,," teriak seseorang memanggil namaku
aku mencari asal suara itu dan ternyata ia adalah Rama.
" kamu Ram..kok belum pulang??" tanyaku datar
" belum... sengaja..sengaja nunggu kamu" jawab ia sedikit malu
" eh..eh.. bukan nunggu kamu tapi nunggu temen kamu" sambungnya lagi sembari melirik ke arah Lulu
__ADS_1
Lulu sedikit terlihat heran begitupun dengan aku
" kapan mereka kenal tiba- tiba acara tunggu menunggu segala" ucapku dalam hati
" ohhh" jawabku seraya masih heran
" kok nunggu aku" tanya Lulu yang tak kalah heran
" iya nunggu kamu.." kata Rama ,,akan tetapi mata Rama tak lepas dari Meisya
" kayaknya ada yang sedang berpura- pura nih" kata Lulu polos
" siapa" tanyaku sama rama bersamaan
" cie...cie kalian kompak banget ya" canda Lulu
" apaan sih kamu Lu" kataku dengan wajah memerah.
aku tahu ada hal yang tak biasa di sinar mata Rama untukku. tapi aku tak bisa memastikan itu apa. aku tahu mata rama tak henti menatap wajahku,,meskipun aku berusaha tak menghiraukannya. ada desiran aneh yang terasa saat ini.
angin siang menyapaku dengan lembut membawa suasana damai diperjalanku menuju pulang dari sekola. ada Lulu ada pula Rama menemaniku. kami kemudian terasa begitu akrab padahal baru tadi pagi berkenalan. Lulu sempat hendak pulang duluan seperti memberi ruang untukku dan rama tapi aku berusaha menghalanginya. hingga kami berjalan bertiga layaknya sebagai teman. sering tanpa disadari aku melirik ke arah Rama dan mendapati rama yang sedang memandangiku pula. seketika ku memalingkan wajah kelawan arah membuang semua rona merah diwajahku.
__ADS_1