CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
BEDA KELAS


__ADS_3

Satu tahun sudah berlalu. sekarang aku kelas dua. horeeeee. begitulah kira - kira . aku bahagia. apalagi setelah pengumuman pembagian kelas. aku tak sekelas lagi sama IRFAN!!!. dan yang lebih mencengangkan justru aku sekelas sama RAMA!!!. " sekenario macam apa ini" kata hatiku sambil senyam senyum. Lulu...mana Lulu...mana Lulu. aku mencarinya .


" kita gak sekelas lagi ...hikhikhik" tiba - tiba Lulu menghampiriku.


" aku sama siapa jika tanpa kamu" jawabku sambil memeluknya manja.


" pindah aja yu kekelasku daripada tetap dikelas itu,,, ada Rama lagi" ungkap dia sambil berbisik.


" emangnya ini sekolah nenekmu apa?? bisa semaunya saja" kataku sambil menggoda Lulu.


" kau tak apa - apa sekelas sama dia?" tanyanya lagi. aku menggeleng ragu.


" aku takut jika kau akan mengenang luka lama"


" tidak ah,,, aku sudah melupakan semuanya"


" benarkah???? atauuuu akan membangkitkan cinta lama" kata lulu tetap menggodaku.

__ADS_1


" hm...hmm..hmmm,, apa kabar kalian" sapa Irfan yang tiba - tiba ada bersama kami.


" baik " jawab kami bersamaan . kemudian Lulu meninggalkan kami.


" kita gak sekelas sekarang" kata Irfan sambil menatapku.


aku hanya membalas dengan senyuman.


" jaga diri baik- baik ya dikkelas baru. terutama tetap jaga hati untukku"


"oh my god,,,, kaya hendak kemana saja gitu... ini cuma beda kelas fan. kelas kita sebelahan. pake jaga hati segala" ungkapku dalam hati karena yang terucap hanya " baiklahhh"


" aku ke tempat nenekku... "


" tiap aku tlp kau sedang tidak ada, sedang tidur sedang di toilet. kamu sadar sih aku begitu merindukanmu"


" iya aku tahu... maaf. memang kenyataannya aku sedang ada perlu jika kau menelponku" jawabku bohong🤫🤫

__ADS_1


" liburan kemarin aku pergi ke ....,,, ingin Rasanya aku mengajakmu..tapi kayaknya kau tak akan mau"


" ya pasti mau dong,,, itu tempat impianku" jawabku pura - pura merajuk.


" yaaa sayang sekali aku tak mengajakmu"


" aku beli sesuatu untukmu...bentar ada dalam tasku" kata dia sambil membuka tas gendongnya. dia memberiku sesuatu yang dibungkus dengan rapi Seperti biasanya . pemberian Irfan itu selalu nyentrik penuh seni seperti halnya orangnya. tapi hatiku tak pernah luluh dengan semua ini. dihatiku Irfan tetap saja temanku meski setatus kami sekarang lebih dari teman. kamipun ngobrol kesana kemari. Irfan begitu antusias menceritakan pengalaman Liburannya. sesekali ia bertanya tentang liburanku. saat kami sedang mengobrol, entah sengaja atau tidak Rama melewati kami.


" hai Ram,,, apa kabar??" tanya Irfan seolah tak ada apa- apa. sekilas aku melihatnya


" baikkk" jawabnya datar dan malah melirik kepadaku.


" sekarang kamu sekelas sama Meisya ,, jaga dia ya. aku tahu kamu teman terbaiknya" ucap Irfan entah bermaksud apa.


kulirik Rama yang berdiri tepat didepanku. ia pun sama sedang menatapku. aku ingin menyuruhnya pergi dari hadapan kami. aku tahu kata - kata Irfan barusan sedikit menyinggung perasaannya. tapi ia tetap berdiri tegap disana. " pasti!! tenang saja akan ku jaga dia" begitulah jawab Rama.


" Fan aku cari Lulu dulu ya" kataku sambil berlalu tanpa menoleh pada Rama.

__ADS_1


" baiklah..nanti istirahat ke kantin bareng ya" jawab dia. aku segera berlalu . ingin rasanya aku berlari tapi tak mungkin. kubiarkan mereka berdua bicara . mungkin saja mereka saling cakar tapi itu tak mungkin. Rama ataupun Irfan mereka sama- sama orang baik. aku tahu mereka memiliki sifat dan sikap yang terpuji.


__ADS_2