
" darimana saja kamu?? kau itu masih sakit"
" aku cari udara segar bu , lagian aku sudah membaik" ucap Rama dengan penuh semangat.
" tadi siapa yang datang kerumah? kata kania kau pergi antarin temen yang tadi jenguk kamu"
" Meisya ...bu" jawab Rama terlihat ragu.
" sudah kuduga" jawab beliau tanpa ekspresi.
" apa dia sudah punya pacar?"
" sudah bu" lagi - lagi Rama tak bisa membohongi ibunya.
" awas jangan terlalu dekat sama pacar orang"
Rama tahu kemana arah pembicaraan ibunya. ingin ia menjelaskan keadaan yang sebenarnya . ingin ia mengatakan kalau Meisya mencintainya. tapi apalah daya ibunya akan kekeh pada pendirian dan peraturannya.
" kalau sudah sembuh besok harus sudah sekolah "
" baik bu,, rencana Rama juga seperti itu"
Berlalulah ia dari hadapan ibunya. ternyata kebahagiaan bersama Meisya terkikis dengan kenyataan yang harus dihadapi.
Pagi ini Rama sudah siap ke sekolah. dibekali dengan segala petuah sang ibu. tak boleh terlalu cape, fokus sama pelajaran, tak boleh mikirin yang bukan hal yang harus dipikirin . Rama tahu arti dari semua itu. beliau sedang menceramahi Rama agar dia tak lagi dekat dengan Meisya ,, agar dia tak kepikiran untuk pacaran. tapi Rama tak bisa membantahnya. ia hanya berucap " baiklah bu... Rama tahu,, Rama sudah paham" .
__ADS_1
Benar kata Kania Rama terlalu penurut untuk seorang anak Laki - laki.
" kau sudah sembuh Ram" sambut teman - temanku tatkala dilihat Rama memasuki kelas.
" alhamdulillah,, berkat doa kalian semua" jawabnya seraya ia melirik ke arahku.
aku seolah tak menyambut kehadirannya. aku berusaha bersikap biasa - biasa saja. padahal sesungguhnya dalam hatiku aku bersorak kegirangan. aku senang sekali. kelas yang terasa sepi kini seperti hidup kembali. beberapa hari Rama tak sekolah selama itu pula sahabat sekelasku tak menggangguku. kini Rama hadir lagi mungkinkah mereka akan menggodaku lagi seperti sebelumnya?? entahlah.
" hai Meisya Wijaya.. kau tak senang melihat dia sudah sembuh??" canda Maura
" ah kamu Meisya,,, diajak nengok juga dia tak mau" sela Adi. aku melirik mereka. aku hanya senyum begitupun Rama.
" kalian tak tahu apa yang sudah terjadi diantara kami" ucapku dalam hati penuh kemenangan.
" hai Meisya...katakan sesuatu padanya. apa kau tak merindukan dia?" ujar yang lain.
" yakiiin,,, kamu bohong ya" canda yang lain pula.
beberapa hari tak dapat candaan dari mereka dan sekarang setelah Rama sekolah lagi candaan itu kembali hadir lagi.
" kau sudah sembuh Ram?? maaf aku tak sempat menjengukmu" tiba - tiba Lulu menyambangi kelasku.
" gak apa- apa. lagian sekarang aku sudah sembuh Lu"
" syukurlah" jawab Lulu.
__ADS_1
Kemudian Lulu menghampiri mejaku.
" kau tak senang dia sudah kembali atau kau pura - pura tak peduli?"
" kamu bisa saja menyindirku"
" kemarin jadi gak kerumah dia?" Lulu berbisik seakan tak ingin ada yang mendengar.
" jadi" jawabku berbisik pula.
" ohhh pantesan dia sudah sekolah,, rupanya dia langsung sembuh kala kau menengoknya"
" iya kali" jawabku narsis.
" ketemu sama ibunya?"
" nggak . dia sedang pergi. cuma ada kania dan Rama dirumahnya saat itu"
" asyikk dong. ayo kalian ngapainn aja?" tanya Lulu dengan jahil.
" nggak... gak ngapa- ngapain"
" aku tak percaya!!!"
" Lulu!!!!" aku membelototinya. kami tertawa bersama ,, masih berbisik - bisik pula.
__ADS_1
" prakkkk!!!" ada gulungan kertas yang jatuh di mejaku. kemudian aku dan Lulu membacanya.
" bisakah aku bergabung dengan obrolan kalian???" begitulahh tulisan dalam kertas itu. Aku tahu siapa penulisnya. aku mengalihkan pandanganku melirik ke arahnya dan kutebarkan senyum termanisku untuknya. untuk mengatakan aku bahagia atas kesembuhannya. untuk menyambutnya kembali mengisi kelasku mengisi hatiku dan mengisi hari - hariku. RAMA AKU SEMAKIN MENCINTAIMU.