
Hari ini di jam istirahat aku tak menyambangi kelas Lulu . aku ke kantin bersama Dina. aku menikmati jajananku. saat ini suasana kelas sudah bersahabat denganku. teman - teman sekelas tak lagi menggunjing aku dengan Rama ataupun aku dengan Irfan . mereka mulai acuh tak menghiraukan lagi kedekatanku bersama Rama. bahkan sosok Adi yang paling sering menggodaku kini tak lagi. kami saling menghargai.
tiba - tiba suara dikelas menjadi riuh seakan ada sesuatu yang sangat langka terjadi. mereka saling berbisik tapi tunggu dulu mereka melirikku.
" ini ada apa ya??" tanyaku dalam hati.
" apa yang sedang terjadi diluar??" tanya Dina
" gak tahu din,, mereka masuk ke kelas bisik - bisik lalu liatin aku" aku masih heran.
aku beranjak dari kursiku hendak keluar kelas buang sampah ke tempatnya yang ada diluar kelas. dari arah depan Lulu sedang berlari ke arahku . semakin mendekat ia denganku tapi sosok Rama segera berdiri tegap menghalangi pandanganku.
" jangan melihatnya!!!" larangnya padaku padahal aku tak tahu apa - apa.
" apa yang gak boleh ku lihat??" tanyaku sambil plingak plinguk tak mengerti. kulihat Lulu berdiri mematung disamping Rama. aku semakin tak mengerti ada apa sebenarnya.
" hai kalian ada apa??" aku masih saja diselimuti keheranan.
__ADS_1
" apa yang gak boleh aku lihat??" tanyaku lagi. aku menyibakkan tubuh kokoh Rama. aku melihat pemandangan diseberang sana. aku melihat dengan jelas apa yang tak boleh aku lihat. aku diam membisu. sekarang aku mengerti kenapa mereka berbisik- bisik kemudian melirik ke arahku. ternyata ini!!!!!. diseberang sana ada sosok Irfan yang sedang berkencan mesra dengan adik kelasku. mereka bersandar pada dinding kelas tanpa menghiraukan sekeliling mereka. tangan mereka saling berpegangan. mereka saling tertawa bahagia.
" Sya... kau baik - baik saja kan??" tanya Lulu yang terlihat mencemaskanku.
" jangan menangisi dia didepanku Sya" pinta Rama.
" aku baik - baik saja Lu" ucapku tenang.
" kenapa mesti menangisi dia. aku juga sering melakukan itu dibelakang dia denganmu" ucapku sangat tenang.
" Lu.. sekarang impas kan?? aku tak lagi menjadi pendosakan??" tanyaku pada Lulu dan Rama.
" aku tahu. mendingan sekarang kau ke kelasmu. aku kekelasku ok!!" ucapku ringan
" janji ya kamu gak akan bikin aku cemas!"
" yaaa" ucapku sambil tersenyum.
__ADS_1
akupun segera berlalu meninggalkan pemandangan yang tak dapat kupungkiri sedikit menggores hatiku. aku tak boleh terluka. aku harus bahagia untuk dirinya. aku senang ia bisa tertawa lepas dengan yang lain . aku tidak bisa membuat ia bahagia . ini babak baru kisahku bersama Irfan. mungkin akan segera usai.
" ada apa Sya??" tanya Dina ketika aku sudah duduk lagi di kursi.
" kayaknya Irfan sedang pacaran sama anak kelas satu"
" dimana??"
" dibelakang kelas seberang"
" memangnya kalian sudah putus??"
" ah gak usah tanya yang itu" ucapku pada dina.
" kamu gak apa- apa??". aku hanya menggeleng menjawab pertanyaan Dina.
entahlahhh,,, hatiku sulit untuk menebaknya. mungkin ada sedikit terluka tapi aku segera sadar diri. aku juga seperti itu bahkan lebih di belakang Irfan.
__ADS_1
" tanpa kalian tahu aku lebih mesra bersama Rama, aku lebih romantis bersama Rama . meskipun status aku dan Rama masih samar tapi kami menikmati kebersamaan kami" ucap batinku.
" maafkan aku Fan... kau berhak bahagia" lirih batinku.