CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
DAPAT SURAT


__ADS_3

Semalaman perasaanku tak karuan . aku tahu ibunya Rama pasti sangat marah. aku takut membayangkan sorot matanya saat ia berteriak menyuruh Rama pulang dari rumahku. bulu kudukku merinding. setiap pori - pori tubuhku berdiri. tersirat diwajah yang nampak mulai menua kekecewaan akan sosok Rama yang saat itu sedang menatapku penuh cinta. masih terlihat kebencian dimatanya saat melihatku sedang bergelayut manja dipundak anaknya.


" kenapa tak disadari kedatangannya, mungkinkah karena kami begitu terhanyut dengan perasaan ??" kemudian aku mengingat kembali saat Rama masuk dan kusuruh ia duduk diruang keluarga karena aku sedang asyik nonton drakor.


" oh iya .. aku lupa ngunci pintu!!!!" teriak hatiku.


" rasanya saat itu aku melayang keudara,, tatapan ia yang mempesona,, senyuman dia yang penuh cinta kasih, pelukannya yang membuat aku nyaman,, deru jantung kita yang membuat aku dan dia tak mendengar siapapun masuk rumah,, aku terhanyut dan aku sudah tak waras tapi aku tetap bahagia. aku menikmati semua proses ini dan aku semakin mencintainya" kicauju dalam hati.


" kau sedang apa ? ini sudah siang" teriak mamah dari luar kamarku membuat lamunanku buyar seketika.


" iya mah aku sedang beres - beres. bentar lagi aku berangkat" jawabku dengan nyaring pula.


aku segera melangkahkan kaki hendak menuju ke sekolah. aku tak sabar ingin bertemu dengan Rama. aku ingin menanyakan apa yang dilakukan ibunya terhadap dia. hukumankah ?? atau peringatan yang lebih sadis atau mungkin pula ia merestui kami.


" semoga sajaa!!" harapanku dalam dada.


Sampailah aku ditempat yang di tuju.


" pagi!!!" sapaku pada pak satpam yang sudah berjaga .

__ADS_1


" pagiiii!" sahutnya . aku segera memasuki area sekolah.


" haiii baru datang" sambut Lulu ketika berpapasan dengannya.


" heeh,, agak kesiangan nih"


" begadang kaliiii makanya kesiangan!"


" begadang sih enggak cuma agak telat tidur"


" susah tidur?? emang kenapa??"


" aku mikiriiiin..." aku tak lekas mengatakan yang ingin kukatakan pada Lulu.


" tapi janji ya gak boleh cerita sama yang lain"


" apa masih belum percaya sama kesetiaanku??" tanyanya menyelidiki


" aku percaya,,, sangat percaya!! baiklah aku cerita sekarang"

__ADS_1


Akupun bercerita pada Lulu tentang kedatangan ibunya kerumahku. aku menceritakan segalanya tentang kemarahan dan kekecewaan yang terjadi saat itu.


" wah bahayaaa!!!" ujarnya


" aku kepikiran terus apa yang dilakukan beliau pada Rama?"


" mungkin memukulnya, atau bahkan lebih dari itu"


" makanya aku sampai susah tidur memikirkannya"


Ketika sedang asyik bercerita bel masuk berbunyi. aku segera berpisah dengan sahabat terbaikku dan langsung menuju kelasku. saat melewati kelas Irfan aku berpapasan dengannya setelah sekian lama kita tak saling bertemu tepatnya kita saling menghindar satu sama lain.


" haiii apa kabar" aku menyapanya dengan riang.


" baik Sya. kamu gimana?? "


" aku baik juga" jawabku sambil tersenyum. rasanya kini aku lebih ringan tanpa beban bertemu dengan Irfan. semenjak Irfan terlihat bersama gebetan barunya aku menganggap dia seperti sahabatku kembali. dan aku lebih senang karenanya.


" Fan aku ke kelas dulu"

__ADS_1


" baiklah Sya" ujarnya seraya menatap kepergianku. ada sosok yang melihat pertemuanku dengan Irfan dan dia tidak suka melihatnya. lagi - lagi ia menatapku dengan penuh cemburu. aku membalas tatapannya tanpa peduli dengan kecemburuannya yang begitu jelas disinar matanya.


" ada titipan untukmu dari Irfan" kata Dina setelah aku duduk disampingnya. kemudian ia memberikan sebuah surat padaku yang katanya dari Irfan.


__ADS_2