
Kumemandanginya,,, ada sebuah keengganan untuk membukanya apalagi membacanya. namun segera terpikir olehku kalau tak membacanya bagaimana aku tahu isi didalamnya.
perlahan mulai kubuka amplop yang berada di tanganku. kubuka selembar kerta s cinta berwarna ungu muda yang begitu sendu. rapi,,,sangat rapiii,,, begitulah sosok Irfan yang penuh daya seni.
***Mungkin ini sedikit terlambat ,, tapi aku perlu waktu yang cukup lama untuk memikirkannya.
ketahuilah Meisya.... aku mencintaimu lebih dari yang kau ketahui. tapi apalah daya aku hanya memberi cinta tanpa balas . aku tahu kau selama ini terlalu memaksakan hati untuk membuka kehadiranku tapi tak kunjung jua kau melabuhkan hatimu untukku. aku menghargai semua usahamu untuk mencintaiku meskipun itu tak berhasil hingga diujung kesabaranku.
aku tahu kau tak pernah memandangku seperti kau memandang dirinya,, aku sadar tak pernah ada rindu dalam hatimu untukku meskipun aku selalu pura - pura tak mengetahuinya.
Aku mencintaimu dan tak ingin ku membebanimu dengan ssesuatu yang tak dapat kau lakoni. setiap aku mengajakmu bertemu, setiap aku mengunjungimu, setiap kita jalan bersama aku tahu kau terbebani dengan semua itu. maafkan aku karena sudah membuatmu tak nyaman selama bersamaku. terimakasih telah berusaha membuka hatimu untukku. terimakasih sudah mengenalkanku pada manisnya cinta meski tanpa balas.
__ADS_1
Prihal waktu itu,,,, aku bersama yang lain aku tak melarangmu untuk berprasangka apapun padaku. apa kau mengira aku selingkuh, aku mendua atau aku tak menghargaimu,,, apapun itu aku akan menerimanya.
MEISYA WIJAYA,,, maka dari itu... aku sudah memutuskan bahwa diantara kita sejak saat ini sudah tidak ada ikatan apapun . kau bebas tanpa harus memikirkan aku. meski begitu kau harus tahu aku tetap menyayangimu. kau jaga diri baik - baik. kita tetap berteman . terimakasih kau sudah menjadi sebagian cerita dihidupku.
IRFAN***
Aku termenung setelah usai membacanya. begitu besar penghargaan ia untukku. ia tak menyalahkanku meskipun aku begitu berdosa padanya.
" apa isinya??" tanya Dina. aku menyerahkan kertas itu membiarkan Dina mengetahui isinya supaya ada yang tahu bagaimana baiknya Sosok seorang Irfan.
" terharu banget!!" rintih Dina membuat hatiku sedikit terkoyak.
__ADS_1
" aku menerima keputusanmu Fan. aku berharap kau bahhagia, bisa menemukan kekasih sejatimu yang bisa membalas semua cintamu , semua kebaikanmu. maafkan aku yang tak pernah bisa melakukan itu" ucapku dalam hati.
saat ini aku tak bisa menebak isi hatiku. antara senang dan juga sedih saling beradu kekuatan didalamnya. aku senang akhirnya bisa terlepas dari belenggu cinta bersama Irfan dan kini aku tak akan berdosa lagi padanya. tapi aku sedih mengingat setiap penderitaan ia atas semua sifat dan sikapku padanya. ia tak menghujatku , ia begitu menghormati dan menghargaiku.
" surat apa itu??" entah kapan datangnya sosok Rama dihadapanku . ia melihatku dengan sejuta tanya dalam tatapannya. sesaat aku hanya diam tak tahu harus bilang apa. tapi aku tak ingin ia salah paham.
" surat dari Irfan" jawabku sedikit ragu
" kau mau membacanya juga??" tanyaku agar dia tak curiga.
" tidak mau!! " jawabnya singkat sambil berlalu begitu saja.
__ADS_1
" kenapa selalu saja begitu.... tiap ada masalah selalu saja mendiamkanku,,, cobalah sesaat mengerti aku. masa aku harus bilang disini bahwa ini surat putus dari Irfan!!" gerutuku tak menentu. tapi aku tak bisa menahan kepergiannya.