
Awan hari ini mendung . langit tak secerah biasanya. cuaca sangat dingin. aku seakan enggan melangkahkan kaki ku ke sekolah.
" jangan malas,,, tetap semangat ya" ujar mamah mengingatkan.
Disekolah tak hanya awan yang mendung karena hatiku juga masih mendung.
Lulu belum masuk sekolah . dan rasa kecewaku atas sikap Rama masih saja mengisi hatiku.
" tumben Irfan gak ke kelasku" bisikku dalam hati. kemudian aku beranjak ke kelas dia bendak mencari dia. rasanya aneh ia tak menghampiriku di jam istirahat.
" apa kau melihat Irfan?" tanyaku pada salah seorang teman sekelas Irfan.
__ADS_1
" iya gak masuk. lagi ada kepentingan keluarga"
" oh ... makasih ya" akupun berlalu begitu saja kembali ke kelasku.
dijam terakhir menuju pulang ,,, turun hujan begitu besar. langit seolah menurunkan semua awan yang mendung sejak tadi.
" aduh aku gak bawa payung lagi" bukan hanya aku yang berujar seperti itu. hampir semua anak perempuan bilang seperti itu.
bel pulangpun berbunyi. aku tak segera beranjak dari bangkuku. aku membiarkan hujan turun dulu. tapi anak - anak yang lain hampir semua menerobos lebatnya hujan mereka bilang karena besok hari minggu jadi tak apa - apa jika hari ini mereka kehujanan.
hujan mulai reda ,,, tinggal gerimis tipis terbawa angin yang masih tersisa. aku bangkit keluar kelas . aku memaksakan diri menerjang gerimis yang sedang terjadi. ku biarkan rintik gerimis membasahi sedikit seragam sekolahku. keluar dari gerbang sekolah hujan turun lebat lagi. aku basah kuyup tanpa payung tanpa jas hujan . aku hendak kembali lagi kesekolah tapi kuurungkan niat itu. aku terus melangkah,, aku terus berjalan tanpa henti . hingga datang seseorang yang memayungiku. kulirik dia,,, kutatap dia yang datang tanpa bicara. ia menyelendangkan jaket dipundaku sambil terus memayungiku.
__ADS_1
kami hanya diam dalam tautan hati yang tak bisa diungkapkan . kami berjalan perlahan ditemani guyuran hujan yang semakin deras. tangannya lagi - lagi menggemgam tanganku tanpa izin. ada kehangatan yang merasuki seluruh tubuhku. aku tetap diam,,, dia tetap membisu. sesekali mata kami beradu pandang. aku menikmati hujan kali ini. aku dengannya dipertemukan lagi dikesempatan kedua disituasi yang berbeda.
cinta ini semakin tumbuh untuknya... rasa ini semakin kuat untuknya.
" kenapa kau selalu melakukan hal tanpa diduga?" tanyaku lirih
" aku tak akan membiarkan kau kehujanan,, meskipun terlambat. maaf,,, aku tak bisa cepat menemukan payung ini"
" ini milik siapa?"
" ini ku temukan dikantin" jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
" dannn...apa artinya ini??" tanyaku seraya mengangkat tangan yang sedang saling menggenggam. dia tak langsung menjawabnya . ia menatapku sendu mengharu biru. aku bergetar dibuatnya . aku terkesima entah untuk kesekian kalinya.
" biarkan seperti ini...setidaknya untuk kali ini...aku nyaman,,, aku selalu merindukan semua ini" katanya begitu lirih ,,, begitu menyejukan, dia masih menatapku.... aku terpesona dibawah payung di temani hujan diselimuti awan. aku terbuai dengan cinta yang tanpa kepastian. andaiiiii saat ini ia berujar cinta,,, andai saat ini ia menyuruhku melepaskan Irfan...akan kulakukan asalkan ia mengucapkan kata yang selalu bergelora disinar matanya. tapi ia tak juga melabuhkan cintanya. hanya pandangan mata, hanya sentuhan hangat, yang mewakili semuanya. dan semua itu membuatku seolah menjadi gila