
" Kayaknya Rama naksir sama kamu Sya" celoteh Lulu
" kau itu....mana mungkin ah" kilahku pada lulu
" beneran deh Sya" jawab Lulu tegas
" terus kalo bener ia naksir aku gimana?"
" ya tergantung hati kamu saja" jawab lulu.
Justru aku bingung dengan hatiku yang tak dapat dipungkiri kalau sudah menganggap kehadiran Rama dihatiku. aku merasa nyaman bisa bersamanya meskipun ini terlalu dini bila disebut ini adalah cinta.
Hari - hari pun berlalu . tak terasa aku sudah memasuki bulan ke empat sekolah di tingkat SMA . aku bahagia atas semuanya. Lulu sahabatku yang tak pernah lelah bersamaku begitupun Rama yang selalu ada bersamaku. tiap pagi ia sudah menungguku didepan gerbang. ia tak segan mengantarku sampai didepan kelas. setiap pulang Rama pun tak absen berjalan bersamaku meskipun kadang Lulu membiarkan kami jalan berdua . Rama selalu ada disampingku. bahkan ketika jam istirahat tiba ia menyambangi kelasku meski untuk sekadar mengajakku ke kantin sekolah.
anak - anak yang lain sudah mengira kalau aku dan Rama adalah sepasang kekasih tapi aku selalu mengelaknya karena kenyataannya kami memang bukan pasangan kekasih. ada pula sosok Irfan yang tak pernah lelah menghibur kelas kami dengan suara merdunya.
__ADS_1
disuatu hari tepatnya memasuki jam pelajaran ke 5 dan ke 6. mata pelajaran PKN. namun sayang bapak gurunya tak bisa hadir dikarenakan istrinya harus dilarikan ke Rumah sakit karena pendarahan. anak- anak kelas 1b diberi tugas mencatat bagian bab 3. setelah usai anak- anak pada ribut. ngobrol kesana kemari ,, teriak ini itu seperti anak kecil🤭🤭. dengan sendirinya Irfan menyanyi dengan suara merdunya. membawakan lagu cinta membuat suasana terbawa romantis. semua terdiam,,, semua terbawa suasana,,, tak ada lagi yang ngobrol sana sini tak ada lagi yang teriak ini itu...semua fokus menghayati lagu yang dibawakan Irfan. sesaat terasa menakjubkan. tapi ada yang aneh . ketika Irfan bernyanyyi mata dia tak lepas menatapku. hingga membuat teman- teman yang lain ikut melirik ke arahku.
" Lu..lu ..apa ada yang aneh diwajahku??" tanyaku pada lulu sedikit berbisik
" nggak tuh sya" jawab Lulu
" baguslah kalau begitu" jawabku tenang
" tapi kenapa yang lain pada melihatku??" tanyaku lagi
" kamu merasa seperti itu?" tanyaku pada Lulu
" bagaimana tak merasa dari awal dia nyanyi hingga saat ini dia terus menatapmu" kata Lulu
ya memang benar ia terus menatapku. aku sedikit risih diperlakukan seperti ini.
__ADS_1
riuh tepuk tangan bergema di kelasku ketika Irfan menyudahi nyanyiannya.
" penghayatanmu bagus banget Fan" kata Bima teman sekelasku.
" ngomong - ngomong lagu kamu itu buat siapa? " tanya Sindy yang juga sekelas denganku
" yang pastinya bukan buat kamu Sin" malah Bima yang menjawab
" ah kamu bikin aku patah hati saja" jawab sindi cemberut.
Irfan hanya tersenyum. senyuman yang misterius menurutku.
anak- anak pun kembali hening tak lagi ribut seperti sebelum Irfan bernyanyi. kami menunggu jam pelajaran berikutnya.
aku masih seperti tadi . bercengkrama bersama Lulu kesana kemari tanpa menyadari ada sosok misterius yang selalu mencuri pandang kearahku. ia memperhatikan setiap gerak gerik diriku. tanpa ku sadari pula mungkin ia mengagumiku. sesekali ia bersenda gurau bersama sahabatnya hanya untuk menghilangkan kecurigaan bahwa ada yang sedang ia perhatikan melebihi yang lainnya.
__ADS_1