CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
PERNYATAAN CINTA


__ADS_3

" bagaimana sekarang?"


" sekarang sudah mendingan"


" terimakasih kau sudah menengokku" ucapnya lagi sambil menggenggam erat tanganku.


" tadinya aku kesini mau sama Lulu tapi gak jadi "


" gak apa - apa. bagaimana kabar dia sekarang?"


" dia semakin sehat"


sesaat kami terdiam . hatiku mulai berdesir lirih. tanganku tetap berada dalam dekapannya. hangat menjuluri seluruh tubuhku dan lagi- lagi terasa nyaman berada dalam genggamannya. ia menatapku. kadang tatapan kami saling beradu dan " deggg" rasa itu semakin berdiri kokoh dihatiku. ia menatapku aku menatapnya seolah ingin melampiaskan kerinduan yang selama ini menyiksa kami. aku merebahkan kepalaku dalam dadanya. entahlah hati nuraniku tak lagi dapat ku kendalikan . ia membelai rambut panjangku dan tetap kubiarkannya. sesekali ada rasa kehawatiran takut kania atau mamahnya datang menghampiri kami berdua tapi rasa nyaman dan rasa cinta yang bergelora mengalahkan ketakutan tersebut.


" aku tak melihat ibumu" aku mencoba bertanya sekedar menghilangkan rasa waswas dihati


" kebetulan lagi ada acara bersama teman - temannya" .


semakin nyaman kurasakan tatkala tahu kalau ibunya sedang pergi. aku menikmati belaian tangannya. aku menikmati tatapannya yang penuh gelora asmara aku menikmati senyumannya,,, aku menikmati semuanya,, hingga tanpa kusadari aku sering tersenyum manis pada dirinya. ingin aku memeluknya ,,, dan tak ingin melepaskan dia .

__ADS_1


" apa Irfan tahu kalau kau datang kesini?" tanya ia tiba- tiba. aku segera melepaskan genggaman tangannya. aku segera bangkit berdiri menjauihinya . tapi ia tak diam ia pun bangkit dan segera meraihku dalam pelukannya. ia memelukku dari belakang . tangannya menggenggam erat tanganku memberikan ketenangan yang hanya dengan dia aku merasakannya. dagunya bergelayut manja di pundaku membuat tiap helaan napasnya begitu syahdu di telingaku.


" jangan marah...jangan biarkan kebahagiaan ini berlalu seperti sebelumnya"


" kenapa setiap kali kita bersama kau selalu menyebut nama Irfan dihadapanku"


" entahlah....mungkin karena aku sering merasa bersalah karena aku mencintai kekasihnya" ucap Rama begitu indah ditelingaku. aku bahagia ,,,, kata - kata ini yang selalu kutunggu darinya. pernyataan cinta dia yang selalu ku damba darinya.


aku segera membalikan tubuhku. kami saling berhadapan kutatap matanya dalam- dalam.


" siapa yang kau cintai?" tanyaku seolah belum percaya apa yang didengar barusan.


aku bahagia. seolah temaram dalam kalbuku menjadi pelangi indah dihujan gerimis dipagi hari. aku bahagi ,,,kubiarkan ia memelukku erat kupasrahkan diriku dalam cintanya. aku tak ingin ada yang menghalangi kami , aku tak ingin ada mengganggu kami. aku tak lagi menghiraukan bahwa dirumah ini masih ada kania yang kapan saja bisa masuk keruangan ini.


" aku mencintaimu" ucapnya sahdu sambil mengecup keningku.


" aku bahkan sangat mencintaimu" balasku tanpa malu. ia mengendorkan pelukannya menatap wajahku dan kutatap pula wajahnya. sekarang aku tak ingin melepaskan pelukan ini.


" tapi bagaimana ibumu?" tanyaku tiba- tiba. wajah rama kembali muram. pelukannya tak seerat tadi.

__ADS_1


" bagaimana apanya?" balas dia


" dia takkan membiarkan kau memiliki kekasih"


" kamu tahu darimana?" tanya dia heran.


" kania pernah menemuiku. ia mengatakan segalanya. alasan yang tak pernah kau ungkapkan malah kania yang mengatakannya langsung padaku"


" benarkah ia seberani itu"


" benar. ia menungguku di gerbang sekolah"


" ya ampuuun... anak itu nekat sekali"


" aku bahagia bisa mengetahuinya. aku tak lagi memikirkan hal bodoh tentang dirimu"


" maksudnya?"


" aku sering berpikir kalau kau justru mencintai perempuan yang lain"

__ADS_1


__ADS_2