
Rama pergi dengan membawa semua luka dan kepedihan. aku tetap pada keputusanku. kami akan berusaha melupakan kisah kami meskipun itu membutuhkan waktu dan tekad yang kuat. jangan tanya tentang kesedihan kami karena kami sangat terpukul dengan semua ini. baru kali ini aku merasakan pedihnya karena cinta. untuk pertama kalinya pula aku harus mencintai seseorang kemudian melepaskannya begitu saja.
membayangkan bagaimana perasaan dia aku tak kuasa. tangisanku semakin menjadi tatkala ia pergi dari rumahku. aku tahu mamah memperhatikan apa yang sudah terjadi tapi hebatnya dia tetap memberiku waktu untuk menumpahkan segala kepiluanku karena cinta . beliau tak berani menggangguku bahkan untuk sekedar bilang " jangan menangisi kepergiannya". begitulah hebatnya mamahku makanya aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuknya.
Ketukan halus dipintu kamarku menyadarkanku bahwa ini sudah memasuki waktu isya.
" Sya ... bisakah keluar sebentar" ucap lembut mamah
" baiklah.. tapi Meisya mau sholat dulu" jawabku dengan suara parau .
Maka segeralah aku sholat . mengadukan segala kepedihan yang kurasakan saat ini. dalam doa ku selipkan nama Rama agar dia bahagia. agar dia tak terlalu hanyut dalam kepedihannya.
" mungkin ini yang terbaik bagi kami ya rabbku,,, maka kuatkanlah kami untuk melewati semuanya. izinkan dia untuk melepaskanku,,, untuk bahagia meski tanpa aku. aku bersyukur padamu karena kau telah menganugrahi perasaan ini,, perasaan mencintainya meski harus segera mengakhirinya. aku percaya takdirmu yang terbaik daripada rencana apapun" lirihku dalam doa.
Setelah merasa puas dalam pengaduanku padaNYA , aku segera menemui mamahku. mereka sudah menungguku di ruang keluarga.
__ADS_1
mereka melihat jeli kearah mataku yang terlihat bengkak.
" kenapa??" tanya ayah entah hanya sekadar basa - basi atau memang mamah belum cerita terhadap ayah apa yang menimpaku hari ini.
" aku dan Rama sudah berakhir... aku tak ingin melanjutkannya lagi." ucapku seperti biasanya selalu jujur Pada mereka.
" apa Rama menerima semua itu?"
" tadinya ia menolak, sampai ia memohon agar aku sedia menunggu ia menjadi sosok yang diharapkan ibunya. tapi aku tak menyanggupinya" terasa sentuhan tangan mamah mengelus pungguku memberiku kekuatan tersendiri padaku.
" ayah sengaja manggil kamu kesini. jabatan ayah dikantor naik tapi ayah dipindah tugaskan ke.... jadi ayah mau denger pendapatmu ,, apa kau mau pindah sekolah atau tetap disini"
" keputusan ada ditanganmu. mamah sama ayah tak akan memaksamu. tapi kalau kau tak ikut pindah mungkin kami harus menyiapkan asisten rumah. karena mamah harus ikut pindah sama ayah" jelas mamah.
" mendadak sekali yah,,, emang gak ada pemberitahuan dari sebelumnya??"
__ADS_1
" sudah lama ada wacana seperti ini . ayah tak menyangka kalau yang naik jabatan dan dipindahkan itu ayah " jelas ayahku.
" baiklah aku akan ikut pindah bersama kalian"
" benar,, kau takkan menyesal?? apa semua urusan sudah tuntas??" tanya ayah.
" benar yahhh,,, tapi kalian gak boleh ngasih tahu yang lain . Lulu juga gak boleh tahu aku akan pindah"
" kau harus pamit pada mereka. kau harus ngasih tahu mereka"
" pasti aku akan pamit pada mereka tapi aku tak akan melakukannya sekarang"
" bagaimana dengan Rama??" tanya ayah.
" justru ini jalan terbaik agar dia bisa pisah denganku"
__ADS_1
" kasihan sekali Rama itu ya mah... aku turut prihatin. sudah kebayang sedihnya dia diabaikan oleh pujaan hatinya"
" ayaaaahhhh,, aku mohon jangan membuat aku sedih juga" . mereka memandangiku dan mereka memelukku hangat seperti pada seorang bayi.. yaaaa,,, mereka memperlakukanku seolah aku ini tetap bayi mungil nereka.